intelectual property.

you are welcome to look, read, study, and learn. you are welcome to link/share it. you are welcome to quote or rewrite some of my post, but please don't forget to mention me/link my site.
but you are not allowed and please don't take any of the picture (with or without watermark) from this site without my permission.
Showing posts with label pets. Show all posts
Showing posts with label pets. Show all posts

Sunday, April 24, 2016

Pets: Beberapa Fakta tentang kucing

*nama kucing ini Trixy

1. Letakkan tempat minum jangan bersebelahan dengan tempat makan... Kucing ga suka dan kemungkinan bakal jarang/ga mau minum.

2. Jangan meletakkan litter box/tempat makan/tempat minum di sebelah barang yang berbunyi keras/berisik (seperti mesin cuci) karena kucingmu akan mengasosiasikan tempat itu sebagai tempat yang tidak aman.

3. Kitten butuh bermain, jika dia bergerak terus dan memporak-porandakan barang-barang di sekitarmu, ajak dia main untuk mengurangi energinya.

4. Kucing butuh tempat tinggi untuk 'bertengger'. Sediakan spot dimana dia bisa kongkow, atau dia akan menjajah wilayahmu (seperti kasurmu). *kucingku kongkow di atas printer dan di atas TV btw -TVku masih tabung-)

5. Kucing bisa dilatih! Seperti hewan lain, beri rewards (snack) ketika dia melakukan apa yang kamu latihkan. (kucingku kulatih untuk tidak mengeong ketika meminta makan, dan bisa dipasangin harness dan tali seperti anjing, dan bisa ditinggal di rumah sendirian dalam waktu cukup lama)

6. Jika ingin mengganti merk atau jenis makanan, jangan lupa untuk melakukannya secara bertahap. seperempat dulu, setengah, lalu tiga perempat, baru seluruhnya baru. Kalo mendadak, nanti kucingmu diare.



Semoga kucingmu sehat selalu :)


@a.sitoresmi
ajeng-sitoresmi.blogspot.com

Thursday, April 21, 2016

Pets: serba serbi memelihara ikan di aquarium tingkat pemula

Kisah si akuarium meja


Beberapa tahun lalu, gara-gara ngeliat foto akuarium yang multifungsi jadi meja, akhirnya jadi kepingin bikin sendiri juga. Dan emang langsung bikin karena kebetulan saat itu nemu tempat pengrajin kaca yang selain hasilnya bagus, harganya juga pun bagus (baca: lebih murah dari yang lain).

Maka jadilah meja akuarium seukuran meja tamu lesehan (yap cukup besar memang) memakai kaca paling tebal yang pada akhirnya bikin acara pindahan kontrakan agak-agak sengsara karena berat. Ditambah selalu bingung mau ditaruh mana nih akuarium meja.

Pernah suatu periode ngontrak di perumahan minimalis dengan teras sempit dan tanpa pagar depan, ni meja ga diisi ikan malah jadi tempat penyimpanan sandal, gara-gara di rumah sebelumnya si mas kerepotan setiap mau nguras, dan akhirnya mutung engga mau ngisi ikan lagi.

Akhirnya setelah kita pindah kontrakan lagi dan kali ini dapat rumah yang ada halaman, teras, dan pagarnya, keinginan ngisi akuarium muncul lagi, karena dia ditaruh di teras untuk meja tamu dan akses ke keran air gampang.

Semangat deh si mas isi akuarium dengan air dan ikan kecil2, dan aku nyoba nambahin tanaman air buat hijau-hijauan. Tapi yang terjadi adalah, semua air di akuarium beneran jadi hijau semua karena alga hijau yang cepat sekali tumbuhnya. Udah dikuras, sebentar muncul lagi. hadeh.. Mulai deh si mas mutung lagi.

Kalo mau beres, kerjaan memang harus dikerjain sendiri ya. Akhirnya aku memutuskan biar aku saja yang ngurusin nih akuarium dari pada nanti dikosongin jadi wadah sandal lagi atau dibiarin berwarna hijau karena males nguras.

Browsing2 malam2 karena ga bisa tidur, ternyata yang bikin air cepat hijau adalah karena kena sinar matahari langsung. (setelah diamati bener-bener, memang si akuarium ini selalu kena matahari pagi tanpa ampun). Solusi : aku ambil kain stok ketrampilan yang ga terpakai dan kupakai nutupin nih akuarium biar ga kena matahari pagi. Sekalian malah jadi cantik kayak ditaplakin #maksa.


Kenapa cepat kotor, tenyata lagi, selama ini si mas hanya make dacron buat penyaring air. Sementara setelah aku browsing dan belajar kilat, aku menemukan bahwa ada beberapa elemen yang harus ditambahkan dalam sistematika penyaringan air.

Singkatnya sih, dacron atau busa ditaruh paling atas untuk menyaring kotoran halus yang datang dari selang pompa. Dibawahnya dikasih penyaring kimia seperti ziolit atau arang. 
Jangan lupa membersihkan dua bagian ini secara berkala. Misal sebulan sekali.
Setelahnya diberi penyaring biologis yang disebut ceramic ring dan bio ball.
Barulah setelah itu air bisa kembali ke bagian yang berisi ikan.
Aku mempraktekkan susunan ini, dan airnya belum hijau loh sampai sekarang, padahal biasanya dulu pasti sudah hijau.

Ikan juga buat pemula pilihlah yang mudah dipelihara dan tidak masalah menghadapi air yang kotor (untuk yang ini nanya penjual ikannya saja ya), dan kalo mau dikasih tanaman, pilih yang engga makan tanaman yaa.. kelemahannya ikan jenis ini bakal lama besarnya.

Awalnya setelah browsing itu, aku pingin bikin akuarium meja itu jadi aquascape, tapi sepertinya agak merepotkan, dan kayaknya aku sudah cukup puas melihat kondisinya sekarang yang ga gampang minta dikuras lagi. #happyface

Kisah si akuarium vas


Melihat akuarium selucu ini, cewek mana sih yang ga pingin beli? (oke, mungkin hanya sebagian kecil macam saya yang suka akuarium macam ini). Dipikir-pikir kalo ga mau diisi ikan, bisa dibikin terarium, atau mungkin dijadiin vas bunga biasa.

Tapi memang sebenarnya pemula malah ga megang akuarium semini ini, gedean dikit sepertinya lebih aman.

Alkisah dulu (halah) aku hanya punya akses ke tempat jual ikan yang sangat terbatas dan ga lengkap. Jadi aku bahkan ga tahu (dan ga dikasih tahu juga sama penjualnya) kalo akuarium jenis ini perlakuannya ga sama dengan akuarium yang ukuran lebih besar.

Aku dulu pernah sukses miara ikan mas koki sampe seukuran kepalan tangan. Dan sukses juga kubunuh dalam semalam gara-gara kupindah ke akuarium ini, dan kukasih pompa air yang ternyata cocoknya buat akuarium besar. Berasa diobok-obok semalaman mungkin ya ikannya. Maap ya ikaan.. aku juga sedih je..

Dari hasil browsing sana sini semalaman juga, jika kamu punya akuarium mini macam ini (sering disebut nano tank), pakai pompa air yang memang khusus buat akuarium kecil. Biasanya ngga kamu dapatkan di penjual ikan yang kecil, harus nyari yang gedean dan lengkapan. 

Kalo kamu buka youtube, kamu bakal liat ada yang jenis mesinnya diluar akuarium, tapi kayaknya bakal susah kamu dapat secara lokal, jadi kemungkinan kamu bakal dapat yang bentuknya persegi panjang tinggi yang nempel di dinding kaca. Ini sudah cukup kok. Dia cantik dan ada air mancurnya (apa sih). Atau ada juga yang versi bulat yang nempel pas di tutup lingkar akuarium, tapi kan kamu jadi ga bisa liat dari atas yak.

Akuarium jenis ini ga perlu-perlu amat dikasih mesin udara. Karena air yang memancur itu sebenarnya sudah membawa udara kok.

Dan mending dikasih ikan yang mini-mini aja.. Jadi cocok kalo kamu mau kasih yang tipe ga makan tanaman. Seperti guppy atau platty (mickey).

Oiya, karena lahannya sempit, pikirkan juga berapa banyak ikan yang ingin kamu masukkan. Dan pastikan adalah jenis-jenis yang akur.



@a.sitoresmi
ajeng-sitoresmi.blogspot.com

Sunday, April 17, 2016

Pets: memelihara bayi (piyikan) emprit hasil rescue

*si piyik emprit di hari rescue
Di rumah saat ini aku memelihara seekor kucing domestik warna hitam, beberapa ikan yang terpisah di 2 akuarium yang berbeda dan beberapa lele yang dulu dilempar ke kolam belakang sekedar untuk memakan kecebong (tapi masih disana sampai sekarang meskipun kecebong sudah habis).
Dan kemarin (16 April 2016) tiba-tiba kita "dititipi" lagi untuk sementara seekor piyikan (anak bayi) burung emprit atau pipit.

Ceritanya kemarin habis pulang nyalon bulanan, kita (baca: aku dan suami) naik motor lewat jalan tembus yang agak sepi, sengaja karena waktu itu sabtu siang, dan jalanan Jogja yang dikenal umum, macet dimana-mana. Mendadak, setelah sebuah mobil bak terbuka di depan kami lewat agak ngebut, di belakangnya persis jatuh sarang burung!

Langsung saja kita berhenti dan ngecek. Maksudnya sih cuma mau minggirin ke tepi jalan. Tapi pas dicek, si induk sudah sekarat di dalam sarang. Entahlah karena benturan lalu terluka, atau karena syok berat. Saat itu aku hanya menemukan satu bayi burung di jalan (untung engga kelindas kendaraan lain) dan langsung kumasukkan lagi ke sarang.

Karena khawatir dengan kondisi si bayi jika aku meninggalkan sarang itu begitu saja dengan kondisi induk yang sudah mengkhawatirkan itu, maka kubawa sepaket itu ke rumah untuk ditaruh di pohon dekat rumah sambil diawasi. Dan benar saja, si induk tidak bertahan di perjalanan singkat itu dan akhirnya kukubur di halaman rumah. (saking ga percayanya dia mati, kita nungguin sampai mayatnya kaku sebelum menguburnya)

Maka kita ditinggalkan dengan seekor bayi burung emprit yang ajaibnya masih bernapas saja meskipun dia yang terlempar dari sarang dan induknya mati. Dan, proses bertanya ke search engine pun dimulai. (karena sesungguhnya bertanya pada tetangga itu lebih depressing. Langsung dibilang, tinggal menunggu mati coba, tanpa dikasih solusi apapun).

Dari browsing, aku menemukan beberapa info rescue anak burung, dan ini kesimpulan yang kudapat:
  1. Jika kamu menemukan anak burung jatuh dari sarang (atau bersama sarangnya) tapi induk masih hidup, segera kembalikan ke tempat semula karena kemungkinan besar si induk akan kembali lagi.
  2. Jika kamu menemukan anak burung dan memang kamu tahu sudah orphan, dan kamu kasian, ini adalah beberapa hal yang harus kamu perhatikan: (sebagian sumber dari [sini])
  • Sebelum memutuskan memelihara sementara, pastikan kamu tahu jenis burung apa itu supaya tidak salah memberi makan. Pergi ke vet jika tidak ada orang yang bisa ditanyai.
  • letakkan di tempat yang hangat, dengan suhu sekitar 27-30 derajat. Contohnya di inkubator, atau kalau enggak punya, letakkan di bawah lampu belajar (aku ga punya lampu belajar, jadi aku meminjam lampu aquarium karena sama-sama mengeluarkan panas)
  • jaga kelembaban sekitar 60-70 derajat, dengan cara membungkus tempat menaruh burung dengan handuk atau lap basah.
  • beri makan sesuai jenis burungnya. (pemakan biji, pemakan daging, pemakan serangga)
*sumber foto

Balik ke cerita, kebetulan aku sudah tahu ini adalah burung emprit dan dia makan biji. Dari baca pengalaman orang, anak burung ini bisa diberi makan beras yang sudah direndam lama dan digerus lembut (Aku sudah cek ke teman yang nanyain ke temennya yg piara burung, info ini sudah bener tampaknya.).
Aku memakai ujung sedotan yang dipotong separuh untuk "sendok". Diberi makan setidaknya minimal 3 kali sehari. Atau setiap kamu melihat temboloknya kosong.


Dia kutaruh didalam toples plastik yang kulapis tumpukan benang, lalu kumasukkan ke pot bunga kosong. Aku menyelipkan lampu akuarium di sela-selanya, dan membungkus toples dengan sarung bantal lembab. Pakai bahan seadanya saja lah, karena butuh cepat dan hari sudah malam.

*emang mirip pot kembang gantung jadinya
17 April subuh, si anak burung mampu bertahan melewati malam dan tadi sudah mau diberi makan.

Selanjutnya sih mari kita lihat apakah dia bisa bertahan sampai waktunya dilepas kembali.


ps: katanya sih emprit bisa dibikin niruin kenari, mumpung tetangga sebelah punya kenari dan suaranya sampe rumahku, sekalian saja deh dipraktekin ditaruh di radius kedengaran suara kenarinya, siapa tahu kan.. :p

pss: 18 April pagi bayi empritnya mati T.T. Padahal malamnya dia tampak sehat dan lahap makan. Mungkin harusnya aku bawa ke vet langsung ya pas nemu. Ternyata memang susah merawat bayi burung. Terbekatilah mereka yang punya kemampuan itu.



Earth does not belong to us, we belong to earth


@a.sitoresmi
ajeng-sitoresmi.blogspot.com

Friday, July 17, 2015

Pets : Ketika kucing pup di luar litterbox


Syok juga ketika 2 kali berturut-turut mendapati Trixy pup di sebelah litterboxnya. Waktu itu masih belum melakukan apapun karena masih berpikir kenapa dia melakukan itu. Lalu ketika kali ketiganya dia melakukannya di piring makannya, sudah dapat dipastikan, ini pasti bentuk protes terhadap sesuatu, dan harus ditindak dengan cepat. haha.

Waktu itu kita mikir, apakah litterboxnya kurang gede? apakah pasirnya minta diganti? Ternyata setelah cari info, ternyata memang keduanya!

Jadi, ketika kucingmu pup di luar litterboxnya, atau dia punya kecenderungan untuk memakai litterboxnya di bagian pinggiran kotak lalu lari tanpa menutupinya,
coba deh tanyakan pada dirimu sendiri :
  1. Apakah dia menemukan "kotak litter" baru yang lebih "aduhai" buat dia? Kalo ini yang terjadi dan kamu engga setuju, halangi aksesnya menuju tempat tersebut, atau buat tempat itu sangat tidak menyenangkan untuknya -seperti meletakkan tempat makan atau tempat tidurnya disana- (jangan lupa juga hilangkan jejak pup-nya). Trixy juga sepertinya mempunyai tempat seperti itu di spot sempit diantara tembok dan sumur rumah kami. Sekarang jalan ke spot itu sudah kututupi dengan papan dan pagar kawat. :p
  2. Apakah litteboxnya kurang dalam? minimum 3 inci dalamnya.
  3. Apakah litterbxnya kurang besar? Luas litterbox setidaknya harus 1.5x panjang kucingmu.
  4. Apakah litterboxnya sudah terlalu kotor dan bau? Kucingpun tidak suka harus menahan napas setiap harus ke toilet lho.. Meletakkan litterbox di tempat tertutup dan tidak rajin membersihkannya setiap hari dan mengganti pasirnya setiap seminggu sekali bisa membuat kucingmu ilfil juga ternyata.
  5. Apakah kucingmu lebih suka pasir yang lebih halus?
  6. Apakah kucingmu suka pasir yang tidak beraroma? Ya, karena bahkan akupun suka membeli pasir kucing yang beraroma bedak bayi atau lemon.. hahaha.
  7. Apakah posisi litterboxnya tidak dia sukai? Jika tempat makannya tepat di sebelahnya atau posisi litterboxnya di tempat yang terlalu lembab, coba pindahkan. Atau bereksperimen dimana posisi nyaman dia ingin litterboxnya diletakkan.
  8. Apakah kucingmu sudah terlalu tua? Coba litterbox yang tidak terlalu tinggi pintu masuknya.
  9. Apakah ada hal traumatis yang bikin dia malas memakai lokasi litterbox itu lagi? Suara berisik atau mengagetkan (misal suara mesin cuci di sebelahnya) bisa membuat kucingmu syok dan mengasosiasikan posisi litterboxnya dengan hal yang tidak menyenangkan, sehingga mau engga mau kamu terpaksa memindahkan posisi litterboxnya. Jadi lebih baik letakkan posisi "WC"nya di tempat yang tenang.
Jika rumahmu lebih dari satu lantai atau kucingmu lebih dari satu :
  1. Apakah kamu sudah menyediakan litterbox di setiap lantai (jika rumahmu bertingkat)?
  2. Apakah aksesnya ke litterbox terhalang kucingmu yang lain yang lebih 'senior'? "hei anak baru, kamu nggak boleh pup disini, pergi sana", jadi sediakan litterbox lebih dari satu dan variasikan posisinya.

Mungkin ada titik dimana kamu harus melatih lagi supaya kucingmu mau pup di tempat yang kamu tunjukkan. Jangan lupa memberinya reward jika kamu mendapatinya pup di tempat yang seharusnya dan awasi jika dia berkeliaran di tempat dia pernah melakukan pup "terlarang"nya.

Atau jika hal diatas bukan penyebabnya, bisa jadi kucingmu sedang sakit yang tidak terlihat secara fisik. Cek kondisi pup-nya apakah masih normal dan bawalah kucingmu ke dokter hewan langgananmu.


* * *
Pada akhirnya sekarang aku meletakkan litterboxnya di luar kandang langsung di bawah langit terbuka (yang mengakibatkan aku mau engga mau tidak pernah menguncinya di dalam kandangnya lagi ketika malam), dan mengganti kotaknya menjadi berukuran dua kali lebih besar dari sebelumnya. Juga membersihkan "isi"nya sehari sekali dan menambah pasirnya seminggu sekali. Untungnya tanpa harus sampai mengganti pasir penyerap lembab dan beraroma yang biasa kami beli, si Trixy sudah pup dengan baik dan normal lagi (baca : di litterbox dan menutupinya juga seperti normalnya kucing)
Mungkin di kedepannya ada satu titik aku harus mengganti pasirnya ke yang lebih halus, karena sekarang aku memakai pasir yang seperti bongkahan kerikil untuk kitten, tapi setidaknya untuk sekarang.. problem solved ^ ^


bahan bacaan = [1] [2] [3]

Big Hug!

ajeng-sitoresmi.blogspot.com

Tuesday, July 7, 2015

Pets : Melatih kucing tidak mengeong ketika meminta makan

*ini kucing disuruh ga gerak bentar susah amat -.-;

Kalo kamu salah seorang penggemar kucing lokal alias domestik juga.. pasti sudah familiar dengan karakteristiknya yang cerewet. Aku saja dulu sampai heran ketika main pertama kali ke rumah teman yang memelihara kucing berbulu panjang, dan mendapati bunyi maksimal yang bisa kucing jenis ini hasilkan hanya "eeekk.. eeekk" pelan. Hanya karena sebelumnya aku hanya pernah bertemu kucing lokal, dan tahunya semua kucing pasti bisa mengeong keras dan cerewet.. tenyata tidak semua kucing begitu.. hahaha

Btw, jika kamu adalah owner dari kucing lokal, pastinya ingin dong supaya kucingmu ngga cerewet-cerewet amat, apalagi ketika minta makan. Selain annoying, juga karena berisik!

Untung saja ketika aku browsing tentang memelihara kitten kemarin, aku menemukan artikel [ini]. (artikel yang ditulis dr. Yin ini keren karena dilengkapi oleh video juga, sehingga kita bisa melihat contoh latihannya)

Intinya sebenarnya sama saja jika kita melatih anjing atau hewan lain = jangan memberi reward untuk kebiasaan yang buruk. Dan kita mengkategorikan meong yang terlalu sering dan keras adalah sebuah kebiasaan yang buruk.

Bersikaplah acuh dan menganggap kucingmu tak ada jika dia sedang melakukan kebiasaan yang tidak kamu setujui, tapi langsung beri reward, seperti elusan atau snack jika dia melakukan kebiasaan yang baik seperti duduk diam atau berbaring diam.

Dalam melatih untuk tidak mengeong, kamu bisa melakukannya sembari memberinya makan.

  1. Dengan posisimu yang memegang makanan, biarkan saja ketika dia mengeong. 
  2. Ketika dia mendadak diam, segera beri sesuap makanan.
  3. Lakukan hal ini terus menerus hingga kamu merasa kamu bisa menambah jeda waktu diamnya.
  4. Ketika latihan ini sudah bukan hal yang pertama kali untuknya, kamu bisa menambah jeda diamnya semakin lama sampai kamu memberinya sesuap makanan. 
  5. Lama kelamaan kamu akan semakin jarang mendengarnya mengeong lama, karena dia tahu yang dilakukannya tidak akan membuatnya mendapat apa yang diinginkannya. :)

Konsep ini juga bisa digunakan untuk mencari waktu yang tepat mengeluarkannya dari kandang. Awal-awal dulu, kucing lokalku, Trixy sangat berisik jika dikandang, ditambah dengan dramaqueen-nya yang berusaha menggapai-gapai keluar dan bahkan menekan-nekankan kepalanya ke sela jeruji kandang, seolah kandang itu seperti neraka saja, dan tentunya sambil mengeong tanpa henti.

Solusinya adalah :

  1. Tinggalkan dia dalam posisi itu sampai dia tenang atau diam, baru kamu buka pintunya (jika memang kamu sedang ingin mengeluarkannya), 
  2. Jangan buka pintunya ketika dia sedang mengeong dan merajuk. Supaya dia tahu bahwa merajuk tidak akan membuatnya dibukakan pintu kandang.
  3. Jangan pula berdiri dan duduk di dekatnya ketika menunggunya diam dari merajuk, karena itu bisa diasosiasikan oleh kucingmu sebagai perhatian dan dia tidak akan kunjung berhenti dari merajuk.

Pelatihan ini sudah mulai kupraktekkan ke Trixy, dan syukurlah jika dulu awal-awal dia tahan mengeong lama dan kencang di segala kesempatan. sekarang dia sudah lebih tenang dalam meminta makan, dan bisa tinggal di kandang dalam waktu yang lama tanpa berisik meskipun aku sering lewat depan kandangnya dalam posisi dia sedang bangun. (dia cuma memandangiku saja dengan mata sendunya itu -uhh, aku yang sering jadi engga kuat-). Kalau kelakuannya yang hiperaktif yang bikin sering ketendang-tendang sih aku maklumi karena dia masih kitten yang selalu butuh bergerak dan bermain.

Mengeong juga sudah jarang sekali dilakukan, karena aku selalu menahan piring makannya sejengkal diatas kepalanya (jika aku sedang malas main suap-suapan buat latihan diam) sampai dia lebih tenang.
Sekarang kalo minta makan, dia akan mendekatimu sambil terus "melihatmu penuh arti" sampai kamu mendadak mengerti kalau dia sedang minta makan. Dia hanya akan mengeong pelan dengan suara putus-putus seperti suara eongan kucing persia ketika aku sedang bikin makanan (yang kalo Trixy yang melakukan, kesannya seperti kucing genit karena aku tahu suara aslinya enggak begitu. Haha -jadi ingat ketika tangannya kejepit terus nangis-).

Tapi, pelatihan diam langsung deh buyar dan mulai dari awal ketika aku sangat terlambat memberinya makan (biasanya karena keluar rumah lama). Jika dia terlalu lapar, Trixy sama sekali tidak sabaran untuk keluar kandang, dan bahkan bisa melepas sendiri gerendel pintu kandangnya hanya karena kelaparan (pesulap banget). Jadi, jangan sampai terlambat memberi makan ya.. ^_^


Big Hug,

ajeng-sitoresmi.blogspot.com

Bacaan lain = 
[1], [2], [3], [4]


Sunday, June 21, 2015

Pets : Memelihara anak kucing (kitten) di rumah

perkenalkan = Trixy
*warna mata biru ada pada setiap anak kucing,
setelah beranjak dewasa akan berubah menjadi warna mata aslinya
Setelah berkabung lama sejak kematian Beck dan enggan memelihara kucing lagi selama beberapa tahun, akhirnya kami baru saja adopsi kucing di rumah!! Kucing orphan lokal jawa hitam kecil berumur 2 bulan yang kami namai Trixy ini datang ke depan pintu rumah (secara harfiah) dan "memaksa" masuk ke dalam keluarga kecil kami.
Tampaknya dengan adanya kucing baru di rumah (apalagi dengan usia adopsi yang lebih kecil lagi dari Beck dulu) akan membuka kesempatan lebar untuk melanjutkan kembali tulisan bertema "pets" yang sempat berhenti lama setelah kematian Beck dulu.

Yang akan kita bicarakan kali ini adalah bagaimana memelihara anak kucing (kitten) baru di rumah.

Umur berapakah kitten-mu?

dibawah 8 minggu = kitten sebenarnya masih harus bersama induknya, kamu mungkin masih harus membantunya minum susu memakai botol setiap dua jam, dan membantunya pipis atau pup ke litter box. 

8-11 minggu = kitten sudah lebih kuat dan bisa kamu mulai ajarkan untuk makan makanan basah atau makanan kering yang dicampur air. Kitten sudah mulai sangat aktif berlarian dan berlompatan. Awasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jika kamu berusaha mengadopsi kucing liar umur diatas 8 minggu, maka dia akan sangat sulit dijinakkan, jadi adopsilah jika umurnya dibawah 8 minggu (aku pernah mencoba menjinakkan kucing liar remaja, dan gagal total!)

2-4 bulan = kitten sangat aktif dan energinya sangat besar! dia juga butuh makanan lebih banyak 3-4 kali sehari.

4-6 bulan = kitten sudah mulai dewasa, pikirkan untuk mensterilnya sebelum tanda-tanda birahi dimulai. (juga karena mensteril kucing lebih baik, untuk tidak menambah lebih banyak jumlah kucing liar di jalan -karena setiap kucing berhak mendapatkan rumah yang hangat-)

Apa yang harus kamu lakukan terhadap kittenmu =

jangan takut untuk memperkenalkan berbagai macam suara meskipun yang bising sekalipun, pertemukan dengan lebih banyak orang, dan pertemukan juga dengan kucing lainnya, juga melatihnya melakukan beberapa hal (yap, kucing bisa dilatih sama seperti anjing) agar nanti setelah dewasa, kittenmu akan menjadi kucing yang lebih baik dan sehat.

Apa yang harus kamu lakukan sebagai kitten parent =
  1. Siapkan sangkar yang nyaman dan hangat (aku memasukkan kotak sepatu dengan handuk untuk alas sebagai tempat tidurnya, dan memasukkan litterbox di dalam sangkar, dan menutupi sangkar waktu malam karena aku meletakkan kandang di luar rumah)
  2. JANGAN memberi susu sapi karena bisa membuat mencret, beli susu kitten yang bisa mudah didapat di pet shop. Jika kepepet (karena belum punya), beri air hangat.
  3. untuk makanan berikan makanan basah, tapi juga segera perkenalkan dengan makanan kering begitu menurutmu sudah bisa. (beli yang untuk kitten yah, karena kandungannya beda)
  4. antarkan ke litterbox setelah makan dan/atau minum. 
  5. elus sering-sering di semua bagian tubuh (supaya dia biasa dipegang dibagian manapun)
  6. biasakan membersihkannya secara berkala (untuk kitten yang belum bisa mandi air, gunakan handuk lembab lakukan searah rambut, lalu berikan bedak bayi)
  7. berikan mainan (mereka suka bulu-bulu dan yang berbunyi kerincing)
  8. biarkan dia mengeksplorasi berbagai jenis permukaan (karpet, lantai, tanah, dll)
  9. berikan sesuatu untuk dieksplore (seperti kardus, kertas, dll)
  10. perkenalkan ke berbagai suara (aku tinggal di dekat masjid, jadi Trixy sudah biasa dengan suara adzan, petasan, mobil, musik, TV, dan kita yang suka teriak-teriak, :D )
  11. biarkan teman-temanmu datang dan bermain dengan kittenmu
  12. berikan sesuatu untuk tempatnya menggaruk kuku (ini juga PR buatku karena aku belum bikin, dan dia lalu menggaruki sandalku T.T)
  13. jangan biasakan menggaruk atau menggigitmu (jika kakimu digigit, diamkan kakimu jangan bergerak lalu alihkan kittenmu ke mainannya supaya dia tidak menganggap kakimu itu mainan)
  14. ajak ketemu kucing lain (misal ketika ke vet)
  15. ajak jalan-jalan naik kendaraan dan biasakan dengan carrier-nya
  16. jika dia 'nakal', jangan dihukum (seperti diciprati air atau ditiup, atau diteriaki) tapi cukup dicueki saja.
  17. ajarkan trik (seperti tos, tidak mengeong untuk minta makan, makan sambil duduk, dll)
  18. sabar, sabar, dan sabar. (jangan lalu menyerah lalu membuang kittenmu di pinggir jalan yah. Lebih baik tidak usah adopsi dari awal)
Bagi kitten, ibu adalah segalanya, dan sebagai pengganti induk, kamu harus menirukan bagaimana induk kitten selalu memperlakukan anaknya dengan penuh kasih sayang. Elus kitten sering-sering, dari arah depan ke belakang, dan elus bagian muka dengan detil supaya kitten tahu siapa kamu (kamu bisa melakukannya sembari membersihkannya juga). 

Jika kitten berbuat salah jangan diteriaki, cukup diangkat di bagian tengkuk seperti induk kucing dan letakkan di tempat yang kamu inginkan lalu elus dia. (catatan : jangan lakukan untuk kitten usia diatas 10 minggu, karena mereka bisa menganggap ini sebagai hinaan karena 'diperlakukan seperti bayi')

Biasakan kittenmu di dalam kandang atau jika dia tidak boleh masuk ke ruangan tertentu, dan JANGAN menyerah jika dia mengeong-ngeong tanpa henti minta dibukakan pintu. Karena ini termasuk bad behaviour jadi jangan diberi reward (seperti membukakan pintu), jika kamu menyerah dengan eongannya, maka dia akan menganggap jika mengeong berarti mendapatkan apa yang dia mau. Be strong!

Yang harus kamu lakukan setelah mengadopsi kitten =

PENTING! janjian ke vet dalam seminggu setelah kamu mengadopsi kitten, untuk periksa kesehatan dan segera mengobati jika ada masalah (misal cacingan atau kutuan), juga untuk memperkenalkan vet kepada kittenmu. Tanyakan juga kapan dia bisa kamu ajak lagi ke vet untuk pemeriksaan berkala atau untuk vaksinasi. 

referensi = petfinder, jacksongalaxy




Monday, February 9, 2015

Pets : Cerita tentang si Batman, kucing liar di depan rumahku.

Aku belum memelihara kucing lagi sejak Beck mati, tapi bagaimanapun kalau namanya orang suka kucing, ya ngga bisa tahan kalau ada kucing berkeliaran di sekitar rumah, meskipun itu sebenarnya kucing liar.

Awal ceritanya adalah sewaktu kucing liar betina yang berseliweran di komplek perumahanku melahirkan anak. Kucing liar ini sungguhan liar dalam arti sebenarnya, dan bukan kucing jinak yang kebetulan engga punya rumah. Yang ini sama sekali tidak bisa dipegang!

Mendadak si betina tiga warna ini bersarang di bawah rimbunnya tanaman pandan di halaman rumah yang waktu itu memang sudah sangat besar dan merambat kemana-mana, sampai air hujanpun tidak bisa tembus ke bawahnya (aku baru tahu sewaktu aku memutuskan untuk memotong habis semuanya baru-baru ini, tanahnya kering kerontang). Kubiarkan dong tentu saja. Mengingat mayoritas orang di perumahanku sama sekali tidak suka kucing, lebih baik mereka aman di halaman rumahku kan. Kadang, si induk memindahkan anak-anaknya ke pojokan garasi rumah terutama jika hujan sangat lebat. Dan dari sanalah aku bisa mendapatkan foto ini. :)

*matanya masi biru semua, alias belum bisa melihat
Waktu berlalu, dan si induk sudah pindah dari kebun dan garasi rumah. Ada satu kejadian konyol, ketika mereka pernah bersarang di rumah kosong di depan, dan ketika si induk memutuskan pindah lagi dan ternyata tampaknya waktu itu anak-anaknya sudah terlalu berat untuk digigit. Si induk hanya melompat keluar pagar dan meminta anak-anaknya mengikutinya, tapi ternyata hanya satu yang bisa, karena yang seekor lagi tampaknya sudah lama mati di dalam, dan yang seekor lagi tidak bisa melompat!! Kucing tapi tidak bisa melompat!? Ya tapi itulah kenyataannya, tampaknya dia tipe yang lambat belajar. Eongannya sampai berhari-hari, hingga akhirnya tetangga turun tangan, mengungkit sedikit pintu garasi rumah kosong tersebut supaya si kucing bisa keluar dan tentunya berhenti mengeong.

Tapi tampaknya si kucing yang bodoh ini adalah kucing yang beruntung. Sekarang aku hanya melihat dia dan si betina induknya yang masih berkeliaran di komplek. Entah kemana saudara satunya. Dan si bodoh inilah yang sekarang tampaknya sudah secara tidak resmi menjadi kucing di rumahku. Dia selalu kupanggil batman, jelas karena motifnya. Dan dia tentulah masih menjadi kucing liar yang sama sekali tidak bisa disentuh seberapa lamapun kami yang tinggal di rumah ini berusaha untuk menjinakkannya. 

*sendalku dicakar-cakar T.T
Sekarang dia selalu tidur di kursi teras atau bawah kendaraan. Sudah tidak terlalu heboh jika melihat kita berada di dekatnya, dan tentunya selalu rajin meminta makan 3 kali sehari! Bahkan mengikuti kami di jalan komplek setiap kami pulang ke rumah, tentunya sih jelas cuma untuk meminta makan. Kami membeli makanan kucing khusus untuk memberi makan dia (biar bulunya tetap halus berkilau.. hahaha). Dan kadang dia mau masuk ke rumah, meskipun kalau kami mendekat dia pasti langsung keluar rumah lagi, dan juga langsung hilang nafsu makan jika dia dikurung dalam rumah (ya, kami pernah mencobanya).

Dan inilah enaknya punya peliharaan kucing liar :
1. Tidak perlu menyediakan kotak pup. Tentunya dia cari sendiri.
2. Tidak perlu pilih-pilih makanan. Apa saja mau!
3. Tidak perlu menyediakan dan memastikan kucingmu minum, karena dia sudah punya sumber minum sendiri.
4. Tidak perlu divaksin dan ke dokter, karena toh dia tidak tinggal di rumah dan kamu tidak pernah memegangnya dan berinteraksi langsung dengannya.
5. Tidak perlu mengantarnya grooming, karena ternyata kucing liar yang sehat itu jauh lebih bersih daripada kucing rumah yang sehat. (aku selalu heran kok bisa kupingnya selalu bersih dari noda)
6. Tetap bisa mendapatkan keuntungan melihat muka lucu kucing hampir setiap kamu di rumah.

Kekurangannya punya peliharaan kucing liar :
1. Jangankan mau meluk dan dielus-elus, dipegang saja engga bisa!
2. Meskipun sudah lama sekali 'berteman', kamu akan selalu melihat ragu dan curiga di matanya. Dan hanya terkadang saja dia mau makan di depanmu dengan jarak kurang dari setengah meter.
3. Sesayang apapun kamu ke dia, dia tetap tidak akan jadi peliharaanmu! jadi kalau tiba-tiba kamu ditinggal pergi, ya mesti rela.


Satu-satunya kekhawatiranku adalah jika kami nanti sudah pindah dari perumahan ini, kemana dia akan mencari tempat berteduh dan sedikit kasih sayang.. karena mayoritas penghuni perumahan ini tidak begitu menyukai kucing dan selalu cenderung mengusir. 
Semoga penghuni rumah kontrakan ini setelah kami juga menyukai kucing.


@ajeng_poyeng

Wednesday, July 3, 2013

my chicken soup : Beck

mengenang Beck (2011-2013)


Aku sudah mengenal Beck mungkin bisa dibilang sejak lahir. Jika mendengar anak kucing mengeong di eternit rumah setelah dilahirkan bisa dihitung.

Secara resmi, Beck menjadi anggota keluarga kami tepat pada hari raya Idul Adha tahun 2011. Kucing ini secara khusus dipilih sendiri oleh suamiku diantara saudaranya yang lain yang berwarna hitam putih.

Banyak insiden lucu yang menemani masa-masa awal Beck tinggal bersama kami. Seperti ketika induknya mendadak menjemputnya pulang, karena Beck mengeong terus dari dalam ruang dan menggaruki pintu ketika kami sedang pergi. Atau ketika meskipun sedang mencret berat, dia tetap bersemangat dan berlari-lari di dalam rumah sambil menyebarkan mencretnya (jorok? yeah!).

Yang sangat kusukai dari Beck kecil adalah kecepatannya menerima pelajaran. Potty training langsung dikuasainya dalam sekejap. Dan ketika kami terpaksa mengurungnya di garasi ketika dia sakit diare, dia tampak mengerti dan kemudian mencari sendiri tempat untuknya tidur di malam hari selama seminggu "karantina".

* * *
Beck kucing yang ramah. Banyak kucing jantan di komplek rumah kami, dan mereka cenderung berkelahi memperebutkan wilayah. Tapi tampaknya Beck tak pernah jadi kucing jantan yang dianggap saingan. Malah dia selalu berhasil bermain bersama jantan lain di sekitar rumah. Kau tak akan bisa menolak matanya yang lucu itu!

Ketika kami pindah rumah, Beck sempat hilang selama seminggu sebelum akhirnya berkumpul lagi. Dan ternyata dia selama seminggu itu memakai daya pikatnya supaya dia bisa ikut nebeng di rumah seseorang dengan cara mendekati kucing persia jantannya, yang tampaknya tak keberatan ditempeli Beck, dan bahkan melindunginya dari kucing liar yang sering menyambangi wilayah tersebut!

Satu-satunya hal yang menyusahkan dari Beck adalah makan dan minum. Menyuruhnya minum sangat amat sulit, sampai-sampai dehidrasi selalu menjadi diagnosa pertama setiap kami pergi ke vet. Makan pun sama saja. Pemilih setengah mati. Sampai-sampai ketika kami menjemputnya pulang setelah dia hilang, hal pertama yang dimintanya adalah : makan! Pun pernah kami bawa ke dokter hewan karena tak mau makan tiga hari, dan ujung-ujungnya hanya karena dia bosan dengan rasa makanan yang ada di rumah. omigod!!

Beck adalah anggota keluarga kami. Dia menemani kami disaat apapun. Membuat kami jadi melakukan dan belajar sesuatu yang baru tentang memelihara hewan peliharaan secara serius. Bahkan secara perbandingan, Beck lebih sering ke dokter daripada kami karena kami terlalu berjaga-jaga! Beck sering kali menjadi alasan kami untuk segera pulang ke rumah, dan bahkan mengkhawatirkan dan merindukannya setiap kali kami harus tak dirumah lebih dari dua hari.

Dia selalu menyambut kami ketika kami pulang ke rumah, jika tidak terlalu malam, kami pasti akan selalu menemukannya duduk di depan pintu ketika kami membukanya, dan jika kami pulang malam dan sudah jam Beck untuk "patroli" kompleks, dia pasti akan selalu menyempatkan diri mengikuti kendaraan kami pulang, "bercengkrama" sebentar dengan kami sebelum kembali pergi keluar rumah lewat pintu samping yang memang selalu terbuka untuknya.

* * *
Beck adalah kucing yang selalu ceria dan lincah, bahkan ketika dia sakit. Jika napsu makan sering jadi kekhawatiran untuk hewan yang sakit, Beck tidak pernah mengalaminya. Tapi kali ini dia kena penyakit serius yang jarang : Stroke kucing. Aku tahu benar ini adalah siksaan besar untuknya karena dia tak pernah bisa diam dan selalu cerewet. Tapi sekarang, untuk makan saja perlu dibantu, dan harus melakukan segala hajat dan tidur di kandang. Sesuatu yang sangat dibenci Beck.

Aku tahu dia adalah seekor kucing bersemangat besar. Dan aku akan berjuang bersamanya sepanjang yang dia mau. Tapi tampaknya aku harus mengerti bahwa waktunya sudah tiba, ketika fisiknya semakin lemah dan kurus. Akhirnya setelah 3 bulan sejak stroke nya yang pertama, Beck mengalami infeksi dalam yang membuatnya tak akan bisa bertahan diluar keinginannya untuk tetap bersama kami. Akhirnya suatu malam, kami menemaninya menyudahi perjuangannya..
You'd be always be my first real pet.. no others will take that from you 



Friday, March 8, 2013

Pets : Menyuapi (Force Feeding) Kucingmu



Ini adalah Beck. Kucingku yang sempat mengalami sekarat awal januari 2013. Dia terkena kejang dan stroke parah karena reaksi obat. Dari benar-benar lumpuh, tak bisa membuka mulut, dan buta sementara, akhirnya sekarang Beck sudah bisa dibilang kucing yang mandiri lagi diluar masalah cacat kaki, belum bisa memakai lidah, dan berat yang dibawah rata-rata. Dia sudah dinyatakan bisa di grooming lagi!!

Tapi, Beck tak akan bisa bertahan sampai saat ini, jika di masa-masa lumpuhnya dia tidak makan dan dibiarkan mati. Aku akan mencoba berbagi pengalaman ketika masa-masa aku melakukan apa yang aku bisa saat itu. Aku saat itu sudah pasrah, menghentikan semua pengobatan, dan menyerahkan padanya jika dia memutuskan untuk menyudahi dirinya sendiri. Yang kulakukan hanya tetap memberinya makan dan tempat, agar jika dia memilih matipun bukan karena malnutrisi atau kedinginan.

Mempersiapkan Kandang.

Untuk kucing yang sakit parah, dia tidak akan mampu mempertahankan panas tubuhnya dengan baik karena dia jadi jarang bergerak dan suhunya akan terus turun (kamu bisa mengenali gejalanya dimana kaki dan sendi kucingmu menjadi kaku), apa yang kau lakukan adalah memberi penerangan lampu pijar di kandangnya. Cobalah dengan memakai 25 watt untuk terus membantunya tetap mempertahankan panas tubuhnya.

Jika kucingmu kadang mengalami kejang, pastikan dia tidak melukai dirinya di dalam kandang tanpa sadar. Aku memberi kardus di bagian alas dan sekeliling dinding kandang yang akan mencegah kakinya tersangkut ke jeruji kandang ketika dia kejang, sekaligus bisa memberi dan menyimpan kehangatan. Kau bisa mengganti kembali ke alas handuk kering jika dia sudah tidak kejang lagi. Dan tentu saja bersihkan kandangnya setiap hari. :)

Cara menyuapi / memaksa makan (force feed) kucingmu.

Dan sekarang adalah menjaga dia tetap makan.
Aku bersyukur kucingku meskipun waktu itu lumpuh total, tetap memiliki nafsu makan dan tidak pernah memuntahkan kembali makanan yang kusuapi.

Di kasusku, aku sama sekali tidak memberi minum paksa karena kucingku sama sekali tidak bisa memakai lidahnya dan aku takut kucingku jadi tersedak, solusi untuk mencegahnya dehidrasi, aku mencampur makanan kucing kalengan dengan banyak air hingga makanan yang hendak disuapi mirip bubur.

Jangan biarkan kucingmu (sesakit apapun) tidak makan lebih dari sehari. Karena hal itu bisa membahayakan fungsi lambungnya dan bisa berujung ke maag jika dibiarkan tidak makan berhari-hari.
Jika kucingmu sangat sakit, dia tidak akan bisa makan banyak dalam satu waktu, jadi cobalah memberinya porsi kecil saja, tapi kamu bisa memberinya makan lagi setiap minimal 2 jam sekali.

Persiapan force feed : suntikan plastik yang ujungnya sudah dipangkas. makanan kucing kalengan, mangkuk, tisu kering, tisu basah non alkohol.
  • Sisihkan waktu luang setidaknya setengah jam. (yak, bisa saja prosesnya bakal lama)
  • Kucing yang tidak bisa bergerak cukup mudah disuapi, karena kamu tidak perlu menahan tubuhnya karena dia ingin melarikan diri (kucing biasanya tidak suka dipaksa makan). Jika kucingmu bisa duduk sendiri, posisikan dia menjadi terlentang menyamping, karena akan lebih mudah menyuapinya daripada jika posisi kepalanya tegak.
  • Ambil makanan memakai suntikan plastik.
  • Gunakan telunjuk atau jempol tanganmu yang tidak memegang suntikan untuk membuka mulut kucingmu, buka di bagian mulut sampingnya (yang tidak ada giginya) untuk mengurangi resiko tergigit dan lebih mudah.
  • masukkan segera makanan dari sisi mulut yang sebelahnya dengan cepat dan tarik jarimu agar tidak tergigit. (tergigit itu sungguhan sakit!!)
  • Posisikan mulutnya agak keatas untuk mencegah makanan tumpah keluar lagi, dan sedikit membantu kucingmu menelan.
  • Beri waktu kucingmu untuk menelan makanan (kamu bakal bisa melihat makanan turun di kerongkongan kucingmu), dan pastikan tidak ada makanan yang masih di mulutnya (cek dengan membuka mulutnya. Jika ada makanan di bagian mulut depan, dorong ke belakang untuk mempermudah menelan) sebelum memberi makan lagi.
  • Ulang proses diatas hingga makanan yang kau siapkan habis.
  • Tisu basah dan tisu kering tentu saja untuk membersihkan kucingmu dari makanan yang menempel, karena jika tidak dibersihkan dan dikeringkan, kucingmu bisa menjadi sangaat kotor dan jamuran. (apalagi mustahil bisa grooming, jika dia masih sakit kan?)
Seiring waktu dan kesehatan yang meningkat, akan ada satu masa dimana kucingmu akan mencoba makan sendiri. Meskipun di awal kamu akan masih menyuapinya di beberapa persen porsi makannya meskipun dia sudah bisa makan sendiri, lama kelamaan kucingmu akan bisa 100% makan sendiri! Yayy!! (saranku gunakan mangkuk tak bersudut bawah untuk tempat makannya, supaya dia tidak kesulitan mencoba meraih makanan yang terselip di sudut bawah)

Kesabaran dan ikhlas adalah kunci utama merawat kucing (atau hewan apapun) yang sakit. Santai dan jangan menganggapnya sebagai beban. Yang tentunya tidak-lah jika kita menganggap kucing tersebut sudah sebagai anggota keluarga. Lagipula berani memelihara berarti harus berani bertanggung jawab kan? :)

Semoga sharing ini membantu dan semoga kucingmu baik-baik saja :)

Tuesday, January 15, 2013

Pets : Kejang-kejang pada kucing

Waktu itu ketika aku sudah pasrah terhadap nasib apapun yang akan diterima kucingku yang sedang sakit parah, dia sempat mengalami apa yang disebut kejang-kejang pada kucing selama beberapa hari, dan dalam 2 hari diantaranya dia kejang hampir selama 24 jam. Benar-benar bikin sedih dan panik kalau kamu tak tahu apa yang sedang kamu hadapi.

Kejang-kejang pada kucing terjadi ketika terjadi aktivitas elektrik yang tak normal di otak.
Bisa saja terjadi hanya sekali, beberapa kali, atau secara berkala.

Perhatikan!
Kejang bisa dimulai dari kucing tiba-tiba terbaring, kaku, lalu mulai kejang (pergerakan otot yang tak disadari yang tamapk seperti kucing menegakkan tubuhnya, mengayuh kakinya, mengangkat rahangnya, dan sejenis itu). Kucingmu bisa saja lalu pipis atau pup selama kejang. Umumnya kejang terjadi 1-2 menit saja.

Kadang kucing menunjukkan ciri sebelum kejang, seperti mondar-mandir, berkeliling, mengeong keras, atau muntah. Setelah kejang, kucingmu akan bingung, bisa lumpuh sejenak di satu atau lebih kaki, tampak buta, muntah, atau menunjukkan perubahan perilaku. Biasanya hanya sementara, meski butuh beberapa hari sebelum jadi 'normal' lagi.

Penyebab.
Kejang pada kucing terjadi karena ada yang salah di otaknya, dan kadang tak menunjukkan ciri-ciri lain. Kadang kejang terjadi secara spontan, yang mengarah ke epilepsi.

Perawatan langsung.
Jangan biarkan kucingmu melukai dirinya sendiri tanpa dia tahu. Jadi : tetap tenang, ingat bahwa kucingmu sedang tak sadar akan yang terjadi jadi hati-hati jangan sampai tercakar atau tergigit, pindahkan ke tempat yang aman untuknya, hati-hati karena ketika kejang selesai kucingmu bisa bingung dan tak mengenalimu sehingga bisa menyerangmu atau kabur, jika kejang tak juga berhenti bawa ke veterinarian (dokter hewan) sesegera mungkin untuk pengobatan.

Pengobatan
Obat yang biasa diberi vet adalah diazepam atau mungkin phenobarbital yang bisa menghentikan kejang.

Penyebab lain.
Hypoglycemia, sakit ginjal, sakit hati, meningitis, tumor, dan macam-macam infeksi bisa menyebabkan kejang.

Pencegahan.
Sayangnya tak ada yang bisa mencegah kejang. Yang bisa kita lakukan adalah mencegahnya melukai dirinya lebih jauh ketika kejang terjadi.

*biarkan hanya mimpi baik yang lewat di pintumu

Semoga kucingmu selalu baik-baik saja. . .

sumber :[1]

NOTE: Buat siapapun yang membaca artikel ini dan melihat gejalanya dalam kucing kesayangan kamu, jangan meninggalkan komen pertanyaan apa yang harus dilakukan ya, tapi langsung bawa kucing kesayanganmu ke dokter hewan langganan kamu. Beliaulah yang akan bisa menjawab pertanyaanmu itu. ^ ^ (tanyalah ke teman2 kamu jika belum punya dokter hewan langganan)

Tuesday, January 8, 2013

Mengenali Ciri Kucingmu Berpamitan (Sekarat)


Kematian dan perpisahan adalah sesuatu yang tak terhindarkan dalam memelihara hewan peliharaan. Tak ada yang bisa memprediksi kapan waktunya. Dan mungkin akan jadi berkah jika kita sedikitnya tahu kapan saat itu datang, dan mempersiapkan hati untuk kedatangannya (tabahlah).

Perubahan Karakter.
Jika kucingmu biasa mudah dipegang, bisa saja dia berubah jadi pemarah dan tak mau dipegang karena kesakitan atau memang menjadi tidak mau. Kasus lain, bisa saja jika kucingmu umumnya mandiri dan sering keluar, sekarang jadi selalu mencari perhatian dan ditemani olehmu

Bersembunyi.
Kucing tahu dia akan mati. Kucing yang sakit akan mulai mencari tempat yang dianggapnya nyaman, kadang bisa jauh dari pemiliknya jika kucingmu biasa keluar rumah. Kucing akan mencari tempat yang tak panas, teduh atau gelap. Bisa di bawah kendaraan, dibawah tanaman, di eternit, di bawah kasur, atau di ruang tempat menyimpan barang.

Perubahan perilaku makan.
Kucing yang sekarat/sakit tidak mau makan dan minum, bahkan ketika kau beri makanan favoritnya. Jika kau mendapati kucingmu menolak makan 2-3 jadwal makan secara berurutan, cobalah bawa ke dokter untuk diperiksa.

Perubahan penampilan.
Kucingmu bisa berubah jadi tampak kusut karena tak punya energi untuk grooming sendiri.
Jika mendekati kematian, matanya bisa tampak buta, yang artinya dia sedang mengalami kejang-kejang.

Kejang-kejang.
Ciri kucing sekarat adalah kejang-kejang. (sungguh menyedihkan untuk disaksikan)
Jadikan alasan yang kuat untuk mulai mempersiapkan tempat yang aman dan nyaman untuknya, karena kejang bisa membuat kucingmu tampak seperti kaku dan tidak nyaman, dan bisa melukai dirinya sendiri tanpa sadar. kejang bisa terjadi beberapa jam sebelum kematian.

Pola nafas.
Kucing bisa saja bernapas secara keras atau berbunyi. Bisa saja membuka mulut dan mengeluarkan lidah.


Mempersiapkan kematian kucingmu.
Kucing kerap "pergi" tanpa ada yang tahu. Bisa mengetahuinya lebih awal, bisa mempersiapkan pemillik untuk mengucapkan selamat tinggal.

Ada yang memilih euthanasia karena kucingnya sangat sakit. Tapi, seringkali mempersiapkan tempat yang nyaman dan aman di rumah adalah hal terbaik untuknya. Meletakknya di kandang dengan alas yang lembut dll. atau di ruangan yang tenang jika kamu tidak punya kandang.

Mengucapkan selamat tinggal tak pernah menjadi hal yang mudah kepada sahabat kucing yang sudah menemani dan menjadi anggota keluarga kita. Tapi bisa melakukannya adalah sesuatu yang patut disyukuri. Jika kita mengetahuinya lebih awal, kita bisa membuatnya nyaman dengan menemaninya dan mengatakan betapa kita menyayanginya, mengelusnya dengan lembut, dan ada disana ketika saat itu tiba.

sumber : [1]

Tuesday, January 1, 2013

Pets : Stroke pada Kucing

Yap, aku punya kucing dan hanya seekor, jantan, dan kunamai Beck. Ini adalah kali pertama aku memutuskan untuk memelihara kucing dengan cara serius.
Dan bukan kucing yang cantik dan mahal, Beck hanya kucing mixed breed biasa yang dapatnya pun gratisan. Tak kusangka akan jadi pengalaman berwarna dalam memelihara hewan piaraan.


Tak bedanya dengan memelihara kucing persia atau semacamnya, Beck secara rutin grooming, sudah vaksin, pun dibawa ke veterinarian ketika dia sakit. Sekarang aku akan coba menceritakan salah satu penyakit yang pernah diderita Beck. Feline Stroke, secara singkat tentunya. Yup, kucingpun bisa kena stroke seperti manusia!

Feline Stroke atau stroke pada kucing, tak ubahnya seperti stroke pada manusia. Ketika suplay darah ke otak menjadi tidak lancar, dan akhirnya menyebabkan terganggunya fungsi motorik pada kucing.

*Ciri-ciri
Mungkin kamu akan mendapati kucingmu jadi hilang keseimbangan, kepala miring ke satu sisi, sulit jalan, bingung, disorientasi, kesulitan penglihatan, wajah jadi kaku, kebutaan sementara, hilang napsu makan, berat badan turun, atau berubah kebiasaan.

*Penyebab
Penyebab stroke bisa karena trauma kepala, racun, sakit penyakit tertentu, atau reaksi obat yang menyebabkan parasit untuk penyakit tertentu bermigrasi. Dua jenis stoke kucing adalah Ischemia, dimana suplay darah dan oksigen kurang ke otak. Yang kedua adalah hemorrhagic, stroke yang disebabkan pendarahan di otak. Jenis yang pertama lebih umum ditemui.

Untuk mengetahui secara pasti dan tepat penyebab stroke kucingmu, tidak bisa melalui tes darah, urin, atau X-ray. Yang paling baik adalah melalui CT-scan atau MRI. Mengetahui sebab pasti stroke bisa mencegah kembalinya stroke dengan lebih maksimal.

*Pencegahan
Semua jenis kucing bisa kena stroke, meski tampaknya kucing yang dilepas keluar rumah adalah yang paling berpotensi kena, karena mereka bisa saja terpapar racun tikus atau kena bakteri. Jadi cara mencegah kucingmu kena stroke, adalah dengan mengurungnya di rumah saja.

*Perawatan
cara perawatan kucing yang stroke adalah dengan mengembalikan kadar air yang hilang dalam tubuh kucing. Menjaganya tetap makan. Menjaga kucing tetap hangat dan kering dan melapisi tempat tidurnya dengan sesuatu yang menyerap dan diganti secara berkala. Kucing juga perlu dibalik arah tidurnya secara berkala untuk menghindari pegal dan kesemutan, dan mencegah lembab karena kena urin sendiri. Jangan lupa "dijemur" 15 menit setiap pagi sebelum jam 9, dan melakukan fisioterapi setiap pagi untuk menggerakkan otot-ototnya yang kaku.

*Harapan
Semakin segera penanganannya, semakin besar kesempatan sembuh totalnya. Menunjukkan kemajuan dalam 2 minggu pertama memberi kesempatan sembuh yang sangat baik. Kucing bisa sembuh dari stroke dengan kesempatan lebih baik dari manusia dan bisa hidup panjang dan normal selepas stroke. Proses penyembuhan bisa mingguan atau bulanan, dan membutuhkan terapi fisik yang agresif dan kesabaran ekstra.
Yang tentunya tak masalah, karena kita semua sayang kucing kita masing-masing kan?.

Dan tepatnya itu juga yang sekarang sedang kulakukan untuk Beck, supaya dia bisa segera mandiri lagi (Wish me luck).

Semoga kucingmu selalu baik-baik saja. :)

Sumber =
petwave.com/Cats/Health/Brain-Spinal-Nerve/Strokes.aspx
[2]
[3]

update= kucingku sekarang sudah lama 'pergi' bukan karena stroke, tp karena infeksi. (sampe sekarang aku selalu mau nangis kalo nyeritain masa-masa perjuangan dia masih berusaha bertahan meski tahu dia mau pergi T_T)


Tuesday, May 8, 2012

Memelihara Bayi Kelelawar

Adalah sebuah pengalaman, memiliki kesempatan untuk memelihara seekor bayi kelelawar, meskipun hanya sebentar.

Cerita bermula ketika suatu siang yang mendung, aku menemukan bayi kelelawar kecil ini, "terbengkalai" di salah satu ruangan di dalam rumah kontrakanku yang baru yang saat itu masih kosong. Lalu dipungutlah bayi kelelawar yang hanya sebesar ibu jari ini nempol di jempol suamiku.

Sangat kebetulan, bahwa hari sebelumnya aku baru saja menonton sebuah acara tentang orang-orang yang memiliki hewan piaraan yang tak biasa, membuatku berpikir, tak ada salahnya mengadopsi bayi kelelawar ini. Apalagi dia protes besar ketika hendak dilepaskan dari tangan suamiku. Aku ga tegaaa...

Akhirnya seharian itu si bayi kelelawar hanya nemplok saja di baju suamiku macam bros. Saat itu aku masih mencari-cari info tentang memelihara bayi keleawar.. dan teramat sangat susah ditemukan! Terlebih lagi dalam bahasa Indonesia. Informasi yang didapat selalu saja salah. Bahwa si bayi kelelawar harus dikasi makan buah (yang mana sangat tidak mungkin untuk bayi sekecil itu. Apalagi kelelawar sebenarnya ada juga yang pemakan serangga selain memang ada yang pemakan buah).

* sempat difoto - tampaknya sih jenis pemakan serangga
Informasi lebih terang didapatkan ketika aku mengganti keywordnya ke bahasa Inggris. Beberapa informasi ditemukan tentang cara memelihara bayi kelelawar, meskipun sebenarnya sangat tidak disarankan dan kamu diminta untuk segera mencari semacam badan rehabilitasi kelelawar terdekat. (oh, dan saya sama sekali tidak menemukannya di Yogyakarta!). Ataupun jika tidak memungkinkan, segala daya upaya untuk mempertemukan dengan induknya harus selalu dilakukan. Tapi setidaknya informasi yang kukumpulkan dari browsing-browsing ini membuatku berhasil mempertahankan hidup si bayi kelelawar yang kutemukan ini selama 3 hari, sebelum aku akhirnya berhasil mengembalikannya ke induk aslinya.

Bagaimana jika kamu menemukan bayi kelelawar?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...