Today i do a little "cleaning" day.
i remove duplicated group that i ever created long time ago at Facebook.. and decided to focusing on one Facebook page.
On my modern group.. it's easy to remove it. since many people had sharing how to delete a Facebook group.
you only have to delete all your group member, one by one. (see all member - press "X" at every member)
leave yourself as last member, and voila! when you want to delete yourself, it will delete the group as well.
but a little problem occur, when i want to delete my old group (do you remember ever make any group before Facebook make feature "Page"?). i cannot delete myself even I'm the last person left!
it's meaning = i cannot delete the group either =.=;
but, it's not me if i easily give up.
after delete all info, all post, change the picture (no "delete picture" option), change the name, turn it to secret group (a plan to "erase" any important information), i fell more "safe".. so i start to experiment to delete myself.
then, it happen!! i can erase the group! haha!!
all you have to do to is =
1. remove yourself as admin (it will left the group with no admin and you as last member)
2. then click "leave group" at left bottom. and you now can erase your group successfully!
thank God i have no hidden member on my Facebook group, so i have not to think about it too :P
Happy surfing!!
:D
intelectual property.
you are welcome to look, read, study, and learn. you are welcome to link/share it. you are welcome to quote or rewrite some of my post, but please don't forget to mention me/link my site.
but you are not allowed and please don't take any of the picture (with or without watermark) from this site without my permission.
but you are not allowed and please don't take any of the picture (with or without watermark) from this site without my permission.
Monday, November 21, 2011
Friday, October 14, 2011
Film Review : Thor
tittle :
Thor (2011)
sutradara :
Kenneth Branagh
cast :
Chris Hemsworth
Natalie Portman
Tom Hiddleston
Antony Hopkins
Summary :
Odin (A. Hopkins) memiliki dua putra, Thor (C. Hemsworth) dan Loki (T. Hiddleston) yang suatu saat akan menggantikannya sebagai raja Asgard.
Tapi siapa sangka sifat darah panas yang dimiliki Thor membuatnya terusir ke bumi dan kehilangan kekuatannya.
Ditengah 'jetlag' antara Asgard dan Bumi, beruntung dia ditolong oleh Jane Foster (N.Portman) dan rekan-rekannya yang saat itu berada disana sehubungan dengan penelitiannya.
Siapa sangka, di Asgard sendiri krisis terjadi antara Loki dan Odin, dan informasi yang salah disampaikan oleh Loki kepada Thor di bumi.
Review :
Oww... si pemeran Thor matanya lentik sekaliiii.... (hayah).
Meskipun belum pernah membaca komik Thor atau bertemu sebelumnya di film non kartun marvel apapun, aku sudah sedikit mengenal dia di film kartun Ultimate Avengers - the Movie, dan sempat heran karena tak mengenalinya di awal film... tapi ternyata itu hanya sifat kekanak-kanakan Thor di awal yang akhirnya menjadi mature di akhir film.
Dibanding film francise Marvel yang lain, meski lebih baik dari Spiderman, tapi kupikir film ini masih kalah dibanding Iron Man.
Karena kupikir film ini masih kurang gimana gitu di jalan cerita.. dan merasa sedang menonton pilot episode dari TV series... berasa disuguhi makanan pembuka saja! Dan sekedar ada untuk memperkenalkan tokoh Thor kepada masyarakat non pembaca komik Marvel, sebelum dia benar-benar muncul di film yang 'sebenarnya'. (meski kuakui pemilihan karakter Thor-nya sudah oke.. kalo suamiku bilang, kok bisa pria dengan badan sebesar itu, memiliki senyum seramah itu?? -- yang mana kupikir sama dengan penggambaran Thor di kartun Ultimate Avengers the Movie --)
Jadi, mari kita ekspektasikan bahwa kita akan bertemu Thor di film francise Marvel selanjutnya (bersama superhero yang lain). :)
Happy Watching!!
:D
Film Review : Wu Xia
title :
Wu Xia (2011)
english tittle -- Dragon
Sutradara :
Peter Chan
Cast :
Donnie Yen
Takeshi Kaneshiro
Wei Tang
Summary :
Terbunuhnya 2 orang penjahat kejam secara tak sengaja di sebuah kampung kecil oleh seorang laki-laki biasa bernama Liu Jin-Xi (Donnie Yen) yang hidup secara sederhana bersama istrinya Ayu (Wei Tang) dan dua anak laki-lakinya, menarik perhatian seorang detektif kepolisian bernama Xu Bai-Jiu (Takeshi Kaneshiro) untuk menyelidiki masa lalu pria ini, karena dia tak percaya semua hanyalah kebetulan.
Masa lalu dan kepribadian masing-masing terkuak sedikit demi sedikit, satu tindakan mengakibatkan tindakan yang lain, hingga akhirnya sampai pada titik yang fatal dan tak bisa dibalikkan lagi.
Review :
Kejadian yang sama seperti ketika aku dulu menonton Red Clift... aku murni menonton hanya karena tertarik gambar sampulnya! (aku tertarik pada Takeshi Kaneshiro, suamiku penggila Donnie Yen).
Tanpa ekspektasi apapun aku menonton film ini, karena meskipun aku sama sekali tak ragu dengan Takeshi, aku sempat tidak begitu puas dengan film terakhir Donnie Yen yang kutonton (Bodyguards and Assasins), tapi siapa sangka aku jadi terlarut dengan ceritanya? Dan suka!!
Sejak dulu aku memang sudah merasa bahwa Donnie Yen paling cocok main film drama (bukti nyatanya adalah Ip Man), dan pun tak pernah kecewa dengan film pilihan Takeshi Kaneshiro (terutama Red Clift)
Jalan cerita apik tertata, penggambaran cinematografi oke punya, dan talenta pemain yang terkenal mampu menghidupkan karakter tergali sempurna. (lebayyyy)
Film ini worth to watch.
Sekali lagi, kepuasan tak terduga karena tak sengaja memilih film yang ternyata bagus... :D
Happy Watching!!
:D
Let's Go to the Movie : Rise of the Planet of the Apes
Tittle :
Rise of the Planet of the Apes (2011)
Sutradara :
Rupert Wyatt
Pemain utama :
James Franco
Andy Serkis
Freida Pinto
Summary :
Will Rodman (james franco) adalah seorang ilmuan yang berusaha keras mencari obat untuk penyakit Alzheimer. Di lab-nya mereka memakai kera untuk percobaan.
Ketika penelitian menunjukkan arah yang sangat baik, karena suatu insiden, penelitian ditutup dan mereka harus mulai dari awal lagi.
Tapi dalam pembersihan itu Will sempat membawa pulang prototype obat untuk ayahnya dan seekor bayi kera yang akhirnya dia pelihara.
Dan siapa sangka ternyata obat itu berhasil dan ternyata kera yang dia pelihara tumbuh begitu cerdas dan penyayang.
Tapi, memelihara seekor primata yang secerdas manusia di tengah lingkungan manusia perkotaan, makin lama tidaklah makin mudah...
Review :
Oke, aku belum pernah menonton Planet of the Apes versi aslinya.. atau film-film sekuel/prekuel sebelumnya.
Bahkan aku menonton tanpa tahu siapa pemainnya dan murni hanya tertarik oleh trailernya sekilas di televisi (meski dari pengalaman lama trailer bisa saja berbohong). Siapa sangka di dalam bioskop aku akan bertemu James Franco dan Andy Serkis?? Kejutan menyenangkan! :P
Si tampan yang pemilih peran, James Franco (Spiderman, 127 hours) dan Freida Pinto (Slumdog Millionaire) sekali lagi berhasil memilih film yang tepat untuk dimainkannya . Lalu siapa sih yang tak kenal dengan Andy Serkis, si pemeran Gollum? Caesar si apes benar-benar bagus sekali berada di tangannya.
Film ini memiliki jalan cerita sederhana, tapi dengan eksekusi yang apik. Spesial Efek sekali lagi tak perlu lah ditanyakan lagi.
Tak ada salahnya sedikit membayar meskipun hanya untuk melihat kera di layar lebar. :p
Happy Watching!
:D
Thursday, September 8, 2011
Let's Go to the Movie : Kungfu Panda 2
Tittle =
Kungfu Panda 2
Sutradara =
Jennifer Yuh
Cast =
Jack Black
Angelina Jolie
Gary Oldman
Jackie Chan
Summary =
Po si panda sekarang telah menjadi dragon warrior dan sangat senang bisa selalu bersama para kungfu master yang dulu juga adalah idolanya.
Tapi tiba-tiba muncul Lord Shen dengan senjata pemusnah kungfunya, yang membuat dia dan keempat warrior lainnya harus ke kota Gongman untuk mencari tahu dan mengalahkan Lord Shen. Tapi ternyata disana dia juga jadi mengetahui masa lalunya.
Review =
Oke, aku menonton film ini tanpa ekspektasi apapun, mengingat dari pengalaman, begitu sedikit sekuel yang sukses dan lebih banyak yang gagal.
Ditambah, Kungfu Panda pertama, meskipun dengan segala kelebihannya dulu, bukan animasi dengan cerita yang memorable buatku.
Tapi kuakui setelah menontonnya, sekuel ini sukses! Baiklah, dari segi cerita tentu saja tak ada yang baru dan wah, cerita sederhana saja tentang ahli kungfu (atau sebenarnya hanya sosok yang beruntung?) menghadapi tokoh jahat dan perjalanan mengetahui masa lalu seseorang.
Tapi eksekusi film ini bagus! Dengan animasi DreamWorks yang indah dan cantik, script yang apik, pengisi suara yang lucu, Kungfu Panda 2 sukses membuatku terbahak-bahak lagi di dalam studio.
Apalagi bagian ketika para warior bertarung dengan pasukan musuh di dalam sebuah Barongsai.
Dan pemandangan pegunungannya begitu menyenangkan!
Belum lagi format 3D-nya yang bagus.
(yang belum nonton, ayo, jadi pengenlah! haghaghag)
Kungfu Panda 2 adalah hiburan yang asyik!
Dengan ending 'terbuka', tak diragukan lagi, kita bisa menanti Kungfu Panda 3 akan hadir lagi dalam bioskop kita.
Happy Watching!
:D
Kuliner Jogja : nanamia pizzeria
![]() |
| *Nanamia tahun 2007 |
Nanamia yang dulu kudatangi ada di jl Moses Gatotkaca 13-16 Gejayan. Sisi belakang kios-kios handphone dan persewaan CD. dulu pertama datang, tempat ini cuma satu kios kecil yang cozy dengan cat orens dan penerangan dan dekorasi yang hangat, dan tempat nongkrong yang asyik dan pelayan yang ramah. sekarang tentu saja tetap sama... bedanya, sudah meluas jadi 2 kios. ;)
Banyak menu yang ditawarkan Nanamia untuk kamu coba. Tentunya salah satunya adalah pizza ala italia dengan tampilan yang tipis dan krispi (beda dengan pizza ala Amerika yang tebal) dengan pilihan toping yang beragam
Semua menu disini menurutku enak. Jadi kalau kamu ada banyak kesempatan untuk bisa main kesini, coba saja semua menunya. (ngebujukin apa coba ini?)
Nanamia masih menjadi salah satu pilihan jika kamu ingin mencoba pizza ala italia yang tentu saja berbeda dengan pizza ala amerika-nya PizaHut yang tebal, dengan tempat makan yang tak kalah cozy juga.
Sudah ada sejak bertahun lalu dan tetap ramai dan digemari hingga sekarang, membuktikan bahwa rasa tak perlu diragukan lagi.
Sekarang dia bahkan ada buka baru tepat di samping Kedai Kebun Forum (dekat prawirotaman) dengan tempat yang jauh lebih luas dan nyaman!
Happy Eating!
@ajeng_poyeng
Obrolan ngangkring : ngobrolin reality show BBI

Adalah duduk di sebuah tempat makan bersama suami,
dan seperti biasa, obrolan tak tentu arah mulai menemani kami makan.
bermula dari obrolan tentang parpol baru, tiba-tiba berbelok tajam ngobrolin para peserta Big Brother Indonesia (BBI).
Ya, memang, kami termasuk penonton kambuhan Reality Show yang baru tayang 1 musim di Indonesia ini, dan jujur memang lumayan menikmatinya (kalo lagi ga barengan ma jam tayang film box office di TV dan daripada dipaksa nonton sinetron kan?)
Ngobrolin tentang karakter-karakter 3 housemates yang tersisa. Bagaimana salah seorang nggak akan menang jika karakternya tetap bagini, atau tentang si dia yang konsisten dengan karakter yang begitu, bla bla bla.
Lalu tiba-tiba arah pembicaraan sedikit bergeser ke Big Brothernya sendiri, ketika membicarakan tentang pendapat tentang bahwa paranoia salah seorang housemate mungkin saja masuk akal, bahwa mungkin kemenangan sudah diatur sejak jauh hari,
mengingat bahwa bagaimanapun waktu hidup selama 24 jam, dirangkum hanya dalam 1 jam (dipotong iklan lagi) mau seberapa bagian sih yang bisa diperlihatkan dari kepribadian utuh seseorang? Yang hidup 24 jam bareng aja bisa aja ngga kenal (ingat KKN dulu), dan bukan tak mungkin semua jadi terserah editor Big Brother untuk menunjukkan pada penonton, bagian mana dari housemates yang ingin ditunjukkan pada penonton.
Apakah itu bagian kepolosan si A, atau kegarangan si B, atau kecomelan si C.
Bagaimanapun rating (yang membawa penonton dan iklan untuk tetap menempel padanya) tetaplah nyawa acara ini kan?
Memang hasil akhir tetaplah ditentukan penonton.. tapi menurut kami, Big Brother punya previledge lebih, untuk bisa mencoba 'mempertahankan' housemate mana, atau mencoba 'menurunkan' housemate yang lainnya.
ingat agenda setting media, dimana media bisa ikut mempengaruhi pemikiran seseorang lewat berita/acara yang ditunjukkannya pada penonton/pembacanya. bagaimanapun tak semua bagian berita bisa ditunjukkan pada kita, media tetap harus memilih satu sudut/bagiannya saja. Dan bagian mana yang mau ditunjukkannya?
Intinya, marilah kita tidak terlalu serius dalam menanggapi media begitu saja, dan jangan menelan semua informasi media bulat-bulat.
Entah itu hiburan, film, berita, apalagi infotainment!
Dinikmati saja, ambil yang baik dan singkirkan yang buruk.
hahaha.. maafkan kalau pembicaraan ini nggak mengarah kemana-mana dan nyampah. Pembicaraan ngalor-ngidul saja kok. Mungkin lain kali bisa lah dibikin postingan yang sedikit ala makalah dengan sedikit 'kuliah' dan daftar pustaka di bawahnya biar keliatan agak serius (dan mungkin biar keliatan 'berbobot' dan 'intelek'?).. kalo sedang mood :p
Happy day!
Subscribe to:
Posts (Atom)




