intelectual property.

you are welcome to look, read, study, and learn. you are welcome to link/share it. you are welcome to quote or rewrite some of my post, but please don't forget to mention me/link my site.
but you are not allowed and please don't take any of the picture (with or without watermark) from this site without my permission.

Friday, July 17, 2015

Pets : Ketika kucing pup di luar litterbox


Syok juga ketika 2 kali berturut-turut mendapati Trixy pup di sebelah litterboxnya. Waktu itu masih belum melakukan apapun karena masih berpikir kenapa dia melakukan itu. Lalu ketika kali ketiganya dia melakukannya di piring makannya, sudah dapat dipastikan, ini pasti bentuk protes terhadap sesuatu, dan harus ditindak dengan cepat. haha.

Waktu itu kita mikir, apakah litterboxnya kurang gede? apakah pasirnya minta diganti? Ternyata setelah cari info, ternyata memang keduanya!

Jadi, ketika kucingmu pup di luar litterboxnya, atau dia punya kecenderungan untuk memakai litterboxnya di bagian pinggiran kotak lalu lari tanpa menutupinya,
coba deh tanyakan pada dirimu sendiri :
  1. Apakah dia menemukan "kotak litter" baru yang lebih "aduhai" buat dia? Kalo ini yang terjadi dan kamu engga setuju, halangi aksesnya menuju tempat tersebut, atau buat tempat itu sangat tidak menyenangkan untuknya -seperti meletakkan tempat makan atau tempat tidurnya disana- (jangan lupa juga hilangkan jejak pup-nya). Trixy juga sepertinya mempunyai tempat seperti itu di spot sempit diantara tembok dan sumur rumah kami. Sekarang jalan ke spot itu sudah kututupi dengan papan dan pagar kawat. :p
  2. Apakah litteboxnya kurang dalam? minimum 3 inci dalamnya.
  3. Apakah litterbxnya kurang besar? Luas litterbox setidaknya harus 1.5x panjang kucingmu.
  4. Apakah litterboxnya sudah terlalu kotor dan bau? Kucingpun tidak suka harus menahan napas setiap harus ke toilet lho.. Meletakkan litterbox di tempat tertutup dan tidak rajin membersihkannya setiap hari dan mengganti pasirnya setiap seminggu sekali bisa membuat kucingmu ilfil juga ternyata.
  5. Apakah kucingmu lebih suka pasir yang lebih halus?
  6. Apakah kucingmu suka pasir yang tidak beraroma? Ya, karena bahkan akupun suka membeli pasir kucing yang beraroma bedak bayi atau lemon.. hahaha.
  7. Apakah posisi litterboxnya tidak dia sukai? Jika tempat makannya tepat di sebelahnya atau posisi litterboxnya di tempat yang terlalu lembab, coba pindahkan. Atau bereksperimen dimana posisi nyaman dia ingin litterboxnya diletakkan.
  8. Apakah kucingmu sudah terlalu tua? Coba litterbox yang tidak terlalu tinggi pintu masuknya.
  9. Apakah ada hal traumatis yang bikin dia malas memakai lokasi litterbox itu lagi? Suara berisik atau mengagetkan (misal suara mesin cuci di sebelahnya) bisa membuat kucingmu syok dan mengasosiasikan posisi litterboxnya dengan hal yang tidak menyenangkan, sehingga mau engga mau kamu terpaksa memindahkan posisi litterboxnya. Jadi lebih baik letakkan posisi "WC"nya di tempat yang tenang.
Jika rumahmu lebih dari satu lantai atau kucingmu lebih dari satu :
  1. Apakah kamu sudah menyediakan litterbox di setiap lantai (jika rumahmu bertingkat)?
  2. Apakah aksesnya ke litterbox terhalang kucingmu yang lain yang lebih 'senior'? "hei anak baru, kamu nggak boleh pup disini, pergi sana", jadi sediakan litterbox lebih dari satu dan variasikan posisinya.

Mungkin ada titik dimana kamu harus melatih lagi supaya kucingmu mau pup di tempat yang kamu tunjukkan. Jangan lupa memberinya reward jika kamu mendapatinya pup di tempat yang seharusnya dan awasi jika dia berkeliaran di tempat dia pernah melakukan pup "terlarang"nya.

Atau jika hal diatas bukan penyebabnya, bisa jadi kucingmu sedang sakit yang tidak terlihat secara fisik. Cek kondisi pup-nya apakah masih normal dan bawalah kucingmu ke dokter hewan langgananmu.


* * *
Pada akhirnya sekarang aku meletakkan litterboxnya di luar kandang langsung di bawah langit terbuka (yang mengakibatkan aku mau engga mau tidak pernah menguncinya di dalam kandangnya lagi ketika malam), dan mengganti kotaknya menjadi berukuran dua kali lebih besar dari sebelumnya. Juga membersihkan "isi"nya sehari sekali dan menambah pasirnya seminggu sekali. Untungnya tanpa harus sampai mengganti pasir penyerap lembab dan beraroma yang biasa kami beli, si Trixy sudah pup dengan baik dan normal lagi (baca : di litterbox dan menutupinya juga seperti normalnya kucing)
Mungkin di kedepannya ada satu titik aku harus mengganti pasirnya ke yang lebih halus, karena sekarang aku memakai pasir yang seperti bongkahan kerikil untuk kitten, tapi setidaknya untuk sekarang.. problem solved ^ ^


bahan bacaan = [1] [2] [3]

Big Hug!

ajeng-sitoresmi.blogspot.com

Tuesday, July 7, 2015

Pets : Melatih kucing tidak mengeong ketika meminta makan

*ini kucing disuruh ga gerak bentar susah amat -.-;

Kalo kamu salah seorang penggemar kucing lokal alias domestik juga.. pasti sudah familiar dengan karakteristiknya yang cerewet. Aku saja dulu sampai heran ketika main pertama kali ke rumah teman yang memelihara kucing berbulu panjang, dan mendapati bunyi maksimal yang bisa kucing jenis ini hasilkan hanya "eeekk.. eeekk" pelan. Hanya karena sebelumnya aku hanya pernah bertemu kucing lokal, dan tahunya semua kucing pasti bisa mengeong keras dan cerewet.. tenyata tidak semua kucing begitu.. hahaha

Btw, jika kamu adalah owner dari kucing lokal, pastinya ingin dong supaya kucingmu ngga cerewet-cerewet amat, apalagi ketika minta makan. Selain annoying, juga karena berisik!

Untung saja ketika aku browsing tentang memelihara kitten kemarin, aku menemukan artikel [ini]. (artikel yang ditulis dr. Yin ini keren karena dilengkapi oleh video juga, sehingga kita bisa melihat contoh latihannya)

Intinya sebenarnya sama saja jika kita melatih anjing atau hewan lain = jangan memberi reward untuk kebiasaan yang buruk. Dan kita mengkategorikan meong yang terlalu sering dan keras adalah sebuah kebiasaan yang buruk.

Bersikaplah acuh dan menganggap kucingmu tak ada jika dia sedang melakukan kebiasaan yang tidak kamu setujui, tapi langsung beri reward, seperti elusan atau snack jika dia melakukan kebiasaan yang baik seperti duduk diam atau berbaring diam.

Dalam melatih untuk tidak mengeong, kamu bisa melakukannya sembari memberinya makan.

  1. Dengan posisimu yang memegang makanan, biarkan saja ketika dia mengeong. 
  2. Ketika dia mendadak diam, segera beri sesuap makanan.
  3. Lakukan hal ini terus menerus hingga kamu merasa kamu bisa menambah jeda waktu diamnya.
  4. Ketika latihan ini sudah bukan hal yang pertama kali untuknya, kamu bisa menambah jeda diamnya semakin lama sampai kamu memberinya sesuap makanan. 
  5. Lama kelamaan kamu akan semakin jarang mendengarnya mengeong lama, karena dia tahu yang dilakukannya tidak akan membuatnya mendapat apa yang diinginkannya. :)

Konsep ini juga bisa digunakan untuk mencari waktu yang tepat mengeluarkannya dari kandang. Awal-awal dulu, kucing lokalku, Trixy sangat berisik jika dikandang, ditambah dengan dramaqueen-nya yang berusaha menggapai-gapai keluar dan bahkan menekan-nekankan kepalanya ke sela jeruji kandang, seolah kandang itu seperti neraka saja, dan tentunya sambil mengeong tanpa henti.

Solusinya adalah :

  1. Tinggalkan dia dalam posisi itu sampai dia tenang atau diam, baru kamu buka pintunya (jika memang kamu sedang ingin mengeluarkannya), 
  2. Jangan buka pintunya ketika dia sedang mengeong dan merajuk. Supaya dia tahu bahwa merajuk tidak akan membuatnya dibukakan pintu kandang.
  3. Jangan pula berdiri dan duduk di dekatnya ketika menunggunya diam dari merajuk, karena itu bisa diasosiasikan oleh kucingmu sebagai perhatian dan dia tidak akan kunjung berhenti dari merajuk.

Pelatihan ini sudah mulai kupraktekkan ke Trixy, dan syukurlah jika dulu awal-awal dia tahan mengeong lama dan kencang di segala kesempatan. sekarang dia sudah lebih tenang dalam meminta makan, dan bisa tinggal di kandang dalam waktu yang lama tanpa berisik meskipun aku sering lewat depan kandangnya dalam posisi dia sedang bangun. (dia cuma memandangiku saja dengan mata sendunya itu -uhh, aku yang sering jadi engga kuat-). Kalau kelakuannya yang hiperaktif yang bikin sering ketendang-tendang sih aku maklumi karena dia masih kitten yang selalu butuh bergerak dan bermain.

Mengeong juga sudah jarang sekali dilakukan, karena aku selalu menahan piring makannya sejengkal diatas kepalanya (jika aku sedang malas main suap-suapan buat latihan diam) sampai dia lebih tenang.
Sekarang kalo minta makan, dia akan mendekatimu sambil terus "melihatmu penuh arti" sampai kamu mendadak mengerti kalau dia sedang minta makan. Dia hanya akan mengeong pelan dengan suara putus-putus seperti suara eongan kucing persia ketika aku sedang bikin makanan (yang kalo Trixy yang melakukan, kesannya seperti kucing genit karena aku tahu suara aslinya enggak begitu. Haha -jadi ingat ketika tangannya kejepit terus nangis-).

Tapi, pelatihan diam langsung deh buyar dan mulai dari awal ketika aku sangat terlambat memberinya makan (biasanya karena keluar rumah lama). Jika dia terlalu lapar, Trixy sama sekali tidak sabaran untuk keluar kandang, dan bahkan bisa melepas sendiri gerendel pintu kandangnya hanya karena kelaparan (pesulap banget). Jadi, jangan sampai terlambat memberi makan ya.. ^_^


Big Hug,

ajeng-sitoresmi.blogspot.com

Bacaan lain = 
[1], [2], [3], [4]


Monday, July 6, 2015

Book Review : Sehari Mahir Merajut Edisi Lengkap

Buku keempatku lahir!!

Bekerjasama kembali dengan Galangpress, kali ini aku dapat jatah halaman yang lumayan banget supaya buku ini bisa jadi buku guide yang mumpuni (beuh bahasanya). Meskipun proses pembuatan penuh batu kerikil, tak menghalangi terbitnya buku ini.

Kalau kamu masih ingat dengan buku Sehari Mahir Merajut terbitan tahun 2010 yang masih jadi hot sell sampai sekarang, buku ini adalah penggantinya dimana jika di buku lama hanya memuat petunjuk paling dasar dari belajar knitting, disini kamu akan menemukan segala petunjuk yang bisa kamu pakai meskipun kamu sudah knitter intermediate atau bahkan advance. Karena memang itulah tujuannya dibuat buku ini, sebagai pegangan kalau-kalau kamu sebagai knitter butuh mengintip sesuatu teknik..

Buku ini lahir full color dalam artpaper mulus dan dengan sampul buku yang mutunya lebih bagus dari sampul bukuku sebelumnya, tidak gampang lecek!

Dan dalam 2 minggu rilisnya di poyenghobby.com dan Poyeng workshop, buku ini sudah diadopsi ke tangan-tangan knitter tanpa perlu banyak promosi berlebihan. Every knitter will love it, even myself fall in love with it (njuk narsis dan lebay deh)



Sehari Mahir Merajut Edisi Lengkap : Tingkat Pemula Sampai Mahir
Penulis = Ajeng Galih Sitoresmi
Tebal = 104 Halaman + sampul
FULLCOLOR Artpaper 170x240mm
Penerbit = Great! Publisher
Percetakan Galangpress
ISBN 978-602-267-073-5

Dapatkan bukunya [DISINI]


Sunday, June 21, 2015

Pets : Memelihara anak kucing (kitten) di rumah

perkenalkan = Trixy
*warna mata biru ada pada setiap anak kucing,
setelah beranjak dewasa akan berubah menjadi warna mata aslinya
Setelah berkabung lama sejak kematian Beck dan enggan memelihara kucing lagi selama beberapa tahun, akhirnya kami baru saja adopsi kucing di rumah!! Kucing orphan lokal jawa hitam kecil berumur 2 bulan yang kami namai Trixy ini datang ke depan pintu rumah (secara harfiah) dan "memaksa" masuk ke dalam keluarga kecil kami.
Tampaknya dengan adanya kucing baru di rumah (apalagi dengan usia adopsi yang lebih kecil lagi dari Beck dulu) akan membuka kesempatan lebar untuk melanjutkan kembali tulisan bertema "pets" yang sempat berhenti lama setelah kematian Beck dulu.

Yang akan kita bicarakan kali ini adalah bagaimana memelihara anak kucing (kitten) baru di rumah.

Umur berapakah kitten-mu?

dibawah 8 minggu = kitten sebenarnya masih harus bersama induknya, kamu mungkin masih harus membantunya minum susu memakai botol setiap dua jam, dan membantunya pipis atau pup ke litter box. 

8-11 minggu = kitten sudah lebih kuat dan bisa kamu mulai ajarkan untuk makan makanan basah atau makanan kering yang dicampur air. Kitten sudah mulai sangat aktif berlarian dan berlompatan. Awasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jika kamu berusaha mengadopsi kucing liar umur diatas 8 minggu, maka dia akan sangat sulit dijinakkan, jadi adopsilah jika umurnya dibawah 8 minggu (aku pernah mencoba menjinakkan kucing liar remaja, dan gagal total!)

2-4 bulan = kitten sangat aktif dan energinya sangat besar! dia juga butuh makanan lebih banyak 3-4 kali sehari.

4-6 bulan = kitten sudah mulai dewasa, pikirkan untuk mensterilnya sebelum tanda-tanda birahi dimulai. (juga karena mensteril kucing lebih baik, untuk tidak menambah lebih banyak jumlah kucing liar di jalan -karena setiap kucing berhak mendapatkan rumah yang hangat-)

Apa yang harus kamu lakukan terhadap kittenmu =

jangan takut untuk memperkenalkan berbagai macam suara meskipun yang bising sekalipun, pertemukan dengan lebih banyak orang, dan pertemukan juga dengan kucing lainnya, juga melatihnya melakukan beberapa hal (yap, kucing bisa dilatih sama seperti anjing) agar nanti setelah dewasa, kittenmu akan menjadi kucing yang lebih baik dan sehat.

Apa yang harus kamu lakukan sebagai kitten parent =
  1. Siapkan sangkar yang nyaman dan hangat (aku memasukkan kotak sepatu dengan handuk untuk alas sebagai tempat tidurnya, dan memasukkan litterbox di dalam sangkar, dan menutupi sangkar waktu malam karena aku meletakkan kandang di luar rumah)
  2. JANGAN memberi susu sapi karena bisa membuat mencret, beli susu kitten yang bisa mudah didapat di pet shop. Jika kepepet (karena belum punya), beri air hangat.
  3. untuk makanan berikan makanan basah, tapi juga segera perkenalkan dengan makanan kering begitu menurutmu sudah bisa. (beli yang untuk kitten yah, karena kandungannya beda)
  4. antarkan ke litterbox setelah makan dan/atau minum. 
  5. elus sering-sering di semua bagian tubuh (supaya dia biasa dipegang dibagian manapun)
  6. biasakan membersihkannya secara berkala (untuk kitten yang belum bisa mandi air, gunakan handuk lembab lakukan searah rambut, lalu berikan bedak bayi)
  7. berikan mainan (mereka suka bulu-bulu dan yang berbunyi kerincing)
  8. biarkan dia mengeksplorasi berbagai jenis permukaan (karpet, lantai, tanah, dll)
  9. berikan sesuatu untuk dieksplore (seperti kardus, kertas, dll)
  10. perkenalkan ke berbagai suara (aku tinggal di dekat masjid, jadi Trixy sudah biasa dengan suara adzan, petasan, mobil, musik, TV, dan kita yang suka teriak-teriak, :D )
  11. biarkan teman-temanmu datang dan bermain dengan kittenmu
  12. berikan sesuatu untuk tempatnya menggaruk kuku (ini juga PR buatku karena aku belum bikin, dan dia lalu menggaruki sandalku T.T)
  13. jangan biasakan menggaruk atau menggigitmu (jika kakimu digigit, diamkan kakimu jangan bergerak lalu alihkan kittenmu ke mainannya supaya dia tidak menganggap kakimu itu mainan)
  14. ajak ketemu kucing lain (misal ketika ke vet)
  15. ajak jalan-jalan naik kendaraan dan biasakan dengan carrier-nya
  16. jika dia 'nakal', jangan dihukum (seperti diciprati air atau ditiup, atau diteriaki) tapi cukup dicueki saja.
  17. ajarkan trik (seperti tos, tidak mengeong untuk minta makan, makan sambil duduk, dll)
  18. sabar, sabar, dan sabar. (jangan lalu menyerah lalu membuang kittenmu di pinggir jalan yah. Lebih baik tidak usah adopsi dari awal)
Bagi kitten, ibu adalah segalanya, dan sebagai pengganti induk, kamu harus menirukan bagaimana induk kitten selalu memperlakukan anaknya dengan penuh kasih sayang. Elus kitten sering-sering, dari arah depan ke belakang, dan elus bagian muka dengan detil supaya kitten tahu siapa kamu (kamu bisa melakukannya sembari membersihkannya juga). 

Jika kitten berbuat salah jangan diteriaki, cukup diangkat di bagian tengkuk seperti induk kucing dan letakkan di tempat yang kamu inginkan lalu elus dia. (catatan : jangan lakukan untuk kitten usia diatas 10 minggu, karena mereka bisa menganggap ini sebagai hinaan karena 'diperlakukan seperti bayi')

Biasakan kittenmu di dalam kandang atau jika dia tidak boleh masuk ke ruangan tertentu, dan JANGAN menyerah jika dia mengeong-ngeong tanpa henti minta dibukakan pintu. Karena ini termasuk bad behaviour jadi jangan diberi reward (seperti membukakan pintu), jika kamu menyerah dengan eongannya, maka dia akan menganggap jika mengeong berarti mendapatkan apa yang dia mau. Be strong!

Yang harus kamu lakukan setelah mengadopsi kitten =

PENTING! janjian ke vet dalam seminggu setelah kamu mengadopsi kitten, untuk periksa kesehatan dan segera mengobati jika ada masalah (misal cacingan atau kutuan), juga untuk memperkenalkan vet kepada kittenmu. Tanyakan juga kapan dia bisa kamu ajak lagi ke vet untuk pemeriksaan berkala atau untuk vaksinasi. 

referensi = petfinder, jacksongalaxy




Wednesday, March 11, 2015

Jurnal harian : Kalau aku tidak bisa tidur

[sumber]
Kadang kalau sudah diatas jam 12 malam dan aku belum juga ngantuk, tapi aku sudah ingin bisa segera tidur, beberapa hal ini adalah cara yang kulakukan supaya kantuk datang, tanpa melibatkan bangun dari kasur untuk mencari susu hangat : (*sebagian gambar didapat dari google image dengan menyertakan sumber)

1. Ngerajut (Knitting)

[sumber]
Ngerjain hobi memang bisa bikin kita melek terus dan lupa tidur, termasuk juga ngerajut (yang juga adalah hobi utamaku). Tapi sebaliknya, ngerajut juga bisa bikin kamu ngantuk lho.. terutama kalau kamu ngerajut tusukan yang sama terus (seperti Knit) pas ngerjain rajutan besar. Jadi, siapkan satu proyek besar suka-suka bertusuk pengulangan yang membosankan yang akan kamu pegang hanya kalau kamu pengen ngantuk. 

2. Main CrossMe Color


Puzzle game satu ini adalah mainan favoritku di hape (dan juga satu-satunya game yang aku rela bayar buat dapat versi unlimitednya). Dia masang-masangin warna ke tempatnya dengan hanya petunjuk angka, dengan hasil akhir sebuah bentuk lukisan puzzle. Game ini bisa membunuh kebosanan dengan efektif tanpa harus main kejar-kejaran atau cepet-cepetan dan bisa bikin kamu lupa waktu.
Entah kenapa kalau aku mainan ini sambil tiduran di kasur, selalu hanya lolos sampai satu puzzle. Habis itu.. ngantuk!

3. Dengerin Relax Melodies

[sumber]
Aplikasi suara yang satu ini memang diciptakan untuk mengantarkanmu tidur pulas. Lebih efektif daripada tidur sambil dengerin playlist lagu dari headset. Kamu bisa memilih sendiri suara-suara apa yang membuatmu tenang tidur. Aku sendiri menyukai tidur diiringi suara hujan dan jangkrik.. kalau sedang musim kemarau aku akan menghidupkan aplikasi ini jika kangen tidur diiringi suara hujan. Aplikasi ini terutama akan sangat berguna jika kamu sedang travelling dan kangen dengan suasana suara di sekitar kamar tidurmu di rumah. Selain di android phone, juga sudah ada di windows phone juga!

4. Minta dipijetin
[sumber]
Yang ini sih hanya bisa dilakukan jika kamu punya teman sekamar, dan si teman sekamar juga belum tidur duluan dan lagi engga capek sendiri (atau mungkin kamu bisa memanfaatkan kucingmu?). Dipijetin (bukan pijat refleksi lho) selalu efektif bikin kita bisa tidur, dijamin besoknya kamu akan bangun dan lupa kapan kamu ketiduran karena dipijitin. Tapi kemewahan yang satu ini memang jarang bisa didapatkan sih, jadi kalau ada kesempatan, ambil saja. :p


Yang jelas, sebisa mungkin harus bisa tidur dalam keadaan rileks. Soalnya kalau tidak, bisa mendadak kena mimpi ketemu yang 'engga-engga'. >_<

semoga kamu tidur nyenyak tanpa mimpi buruk
[sumber]

ajeng-sitoresmi.blogspot.com

Monday, February 9, 2015

Pets : Cerita tentang si Batman, kucing liar di depan rumahku.

Aku belum memelihara kucing lagi sejak Beck mati, tapi bagaimanapun kalau namanya orang suka kucing, ya ngga bisa tahan kalau ada kucing berkeliaran di sekitar rumah, meskipun itu sebenarnya kucing liar.

Awal ceritanya adalah sewaktu kucing liar betina yang berseliweran di komplek perumahanku melahirkan anak. Kucing liar ini sungguhan liar dalam arti sebenarnya, dan bukan kucing jinak yang kebetulan engga punya rumah. Yang ini sama sekali tidak bisa dipegang!

Mendadak si betina tiga warna ini bersarang di bawah rimbunnya tanaman pandan di halaman rumah yang waktu itu memang sudah sangat besar dan merambat kemana-mana, sampai air hujanpun tidak bisa tembus ke bawahnya (aku baru tahu sewaktu aku memutuskan untuk memotong habis semuanya baru-baru ini, tanahnya kering kerontang). Kubiarkan dong tentu saja. Mengingat mayoritas orang di perumahanku sama sekali tidak suka kucing, lebih baik mereka aman di halaman rumahku kan. Kadang, si induk memindahkan anak-anaknya ke pojokan garasi rumah terutama jika hujan sangat lebat. Dan dari sanalah aku bisa mendapatkan foto ini. :)

*matanya masi biru semua, alias belum bisa melihat
Waktu berlalu, dan si induk sudah pindah dari kebun dan garasi rumah. Ada satu kejadian konyol, ketika mereka pernah bersarang di rumah kosong di depan, dan ketika si induk memutuskan pindah lagi dan ternyata tampaknya waktu itu anak-anaknya sudah terlalu berat untuk digigit. Si induk hanya melompat keluar pagar dan meminta anak-anaknya mengikutinya, tapi ternyata hanya satu yang bisa, karena yang seekor lagi tampaknya sudah lama mati di dalam, dan yang seekor lagi tidak bisa melompat!! Kucing tapi tidak bisa melompat!? Ya tapi itulah kenyataannya, tampaknya dia tipe yang lambat belajar. Eongannya sampai berhari-hari, hingga akhirnya tetangga turun tangan, mengungkit sedikit pintu garasi rumah kosong tersebut supaya si kucing bisa keluar dan tentunya berhenti mengeong.

Tapi tampaknya si kucing yang bodoh ini adalah kucing yang beruntung. Sekarang aku hanya melihat dia dan si betina induknya yang masih berkeliaran di komplek. Entah kemana saudara satunya. Dan si bodoh inilah yang sekarang tampaknya sudah secara tidak resmi menjadi kucing di rumahku. Dia selalu kupanggil batman, jelas karena motifnya. Dan dia tentulah masih menjadi kucing liar yang sama sekali tidak bisa disentuh seberapa lamapun kami yang tinggal di rumah ini berusaha untuk menjinakkannya. 

*sendalku dicakar-cakar T.T
Sekarang dia selalu tidur di kursi teras atau bawah kendaraan. Sudah tidak terlalu heboh jika melihat kita berada di dekatnya, dan tentunya selalu rajin meminta makan 3 kali sehari! Bahkan mengikuti kami di jalan komplek setiap kami pulang ke rumah, tentunya sih jelas cuma untuk meminta makan. Kami membeli makanan kucing khusus untuk memberi makan dia (biar bulunya tetap halus berkilau.. hahaha). Dan kadang dia mau masuk ke rumah, meskipun kalau kami mendekat dia pasti langsung keluar rumah lagi, dan juga langsung hilang nafsu makan jika dia dikurung dalam rumah (ya, kami pernah mencobanya).

Dan inilah enaknya punya peliharaan kucing liar :
1. Tidak perlu menyediakan kotak pup. Tentunya dia cari sendiri.
2. Tidak perlu pilih-pilih makanan. Apa saja mau!
3. Tidak perlu menyediakan dan memastikan kucingmu minum, karena dia sudah punya sumber minum sendiri.
4. Tidak perlu divaksin dan ke dokter, karena toh dia tidak tinggal di rumah dan kamu tidak pernah memegangnya dan berinteraksi langsung dengannya.
5. Tidak perlu mengantarnya grooming, karena ternyata kucing liar yang sehat itu jauh lebih bersih daripada kucing rumah yang sehat. (aku selalu heran kok bisa kupingnya selalu bersih dari noda)
6. Tetap bisa mendapatkan keuntungan melihat muka lucu kucing hampir setiap kamu di rumah.

Kekurangannya punya peliharaan kucing liar :
1. Jangankan mau meluk dan dielus-elus, dipegang saja engga bisa!
2. Meskipun sudah lama sekali 'berteman', kamu akan selalu melihat ragu dan curiga di matanya. Dan hanya terkadang saja dia mau makan di depanmu dengan jarak kurang dari setengah meter.
3. Sesayang apapun kamu ke dia, dia tetap tidak akan jadi peliharaanmu! jadi kalau tiba-tiba kamu ditinggal pergi, ya mesti rela.


Satu-satunya kekhawatiranku adalah jika kami nanti sudah pindah dari perumahan ini, kemana dia akan mencari tempat berteduh dan sedikit kasih sayang.. karena mayoritas penghuni perumahan ini tidak begitu menyukai kucing dan selalu cenderung mengusir. 
Semoga penghuni rumah kontrakan ini setelah kami juga menyukai kucing.


@ajeng_poyeng

Sunday, February 8, 2015

Mini Restoration Ducky : DIY Door Trim baru


Sekarang Ducky punya door trim baru!!

Ceritanya waktu itu kita mudik sebentar ke rumah orang tua. Dan entah bagaimana awal mulanya, tiba-tiba si suami dan ayah mertuanya sudah sibuk menggergaji selembar besar triplek besar. Ternyata mereka sedang membuat door trim buat Ducky!

*udah kayak di bengkel mobil
Jadi awalnya sebenarnya mau masang lagi kabel-kabel untuk radio player, tapi malah merembet ke mengganti door trim lama bawaan sedari beli yang sudah lapuk dan lemas kena air hujan.

Menggergaji, mengamplas, dan mengepas door trim butuh seharian.
Esoknya kami pulang balik ke Jogja dengan hati lebih gembira karena Ducky sudah bisa dipakai memutar CD musik dan door trim baru yang ngga bau lapuk hujan!


Sampai Jogja, PR selanjutnya adalah langsung membeli vynil untuk pelapis si door trim.
Tentulah kami langsung datang ke toko bahan vynil kesayangan dan membeli 3 meter vynil motif ini. (aku ngga mau pakai polos, dan ini adalah motif paling matching dan netral yang bisa kutemukan saat itu. Sebenarnya ngincer motif chevron yang pernah kulihat beberapa tahun lalu, tapi tampaknya beli vynil motif itu seperti beli baju, kalau ngga kamu ambil saat itu juga, kemungkinan besar kamu ngga akan lihat itu lagi pas balik ke toko yang sama. Tapi ya sudah beberapa tahun juga sihhh..)

Ducky adalah VW combi brazilian bay. Artinya dia punya jenis pintu yang kayak lemari. 3 meter itu sudah diperkirakan akan cukup untuk membungkus door trim dua pintu depan dan 2 pintu samping yang kayak lemari itu. Dan alhamdulillah memang cukup! Fyuuh...


Lem yang dipakai menempel cukup pakai lem FOX. Untuk proyek ini, menghabiskan 5 kaleng mini lem FOX dan sisa sedikit. Sedangkan alat yang dibutuhkan cukup gunting besar dan ballpoint saja.

Dan lihat saja.. hasilnya tak kalah bagus dengan minta dibikinkan bengkel lho!


Jadi, kamu hanya butuh sedikit kreativitas, punya dan bisa memakai gergaji kecil dan amplas, tahu tempat membeli vynil yang banyak pilihannya dan bisa memilih warna yang cukup matching, dan punya sedikit waktu dan kesabaran untuk melapiskan si vynil ke triplek. Maka kamu akan mendapat 1 set door trim untuk 4 pintu dengan biaya yang tentunya jauh lebih hemat dan waktu lebih cepat daripada meminta orang lain atau bengkel untuk membuatkannya untukmu. :D


@ajeng_poyeng
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...