intelectual property.

you are welcome to look, read, study, and learn. you are welcome to link/share it. you are welcome to quote or rewrite some of my post, but please don't forget to mention me/link my site.
but you are not allowed and please don't take any of the picture (with or without watermark) from this site without my permission.

Thursday, August 1, 2013

Introduction : Please meet Ducky

Dari dulu aku sudah berpikir akan memiliki sebuah kombi suatu saat nanti. Tapi aku tak pernah menyangka bahwa akan lebih cepat dari perkiraanku dan akan menggunakannya sebagai mobil utama. Karena dalam khayalanku dulu, kombiku nanti akan menjadi semacam klangenan di rumah nanti. Tapi ternyata tampaknya apa yang terjadi berbeda.

Kombi terpikirkan dengan cara yang tiba-tiba dalam suatu keadaan yang penuh emosi. Mobil bak terbuka seken yang kupunyai dulu selalu saja mogok setiap hari dan memakan pembiayaan yang tinggi. Dan ketika aku bertanya dan dua laki-laki di keluargaku menyatakan bahwa memelihara vw kombi malah jauh lebih mudah dan hemat daripada memelihara bak terbuka kami yang dulu, dengan tanpa pikir panjang lagi aku langsung berusaha secepatnya menukarkan mobil itu dengan sebuah kombi. Dan bertemulah kami dengan Ducky. Aku ga tahu sih namanya dia sebelumnya siapa, ini nama yang kuberikan setelah dia jadi anggota keluarga kami. :p

Ini adalah pengalaman pertama kami memelihara sebuah VW kombi. Sebuah mobil yang tidak hanya sekedar tumpangan, karena seperti halnya sebuah hobi, kami tanpa sadar juga sudah membeli komunitas dalam paketnya. Sebagai mobil tua yang sangat populer, VW memiliki forum dan komunitas di penjuru dunia. Dan dari browsing sana-sini lah kami sebagai pemula, belajar untuk memelihara si tua yang manis ini.

Seperti halnya di Poyeng, aku dan suamiku bagi tugas. Baskara memelihara bagian exterior dan mesin (hal yang memang aku sama sekali tidak mengerti), dan aku memelihara bagian kenyamanan interiornya. Sampai sekarang pun baskara masih terus belajar untuk semakin memahami cara kerja Ducky, dan berusaha mencari ilmu dari berbagai sumber. Aku? Juga dengan melihat dari berbagai sumber, belajar untuk merestorasi supaya sedikit demi sedikit Ducky berubah menjadi kendaraan yang nyaman untuk tempat camping. Dengan budget yang seminim mungkin dan bagaimanapun caranya kukerjakan sendiri.

Harapan kami adalah, kami nanti bisa membawa Ducky kemanapun, ke pantai ataupun gunung, dan kita bisa mendadak berhenti semau kami, dan lalu camping di mobil semau kami pula.

Seri Postingan "Mini Restoration Ducky" ini akan menjadi semacam dokumentasiku dalam perubahan yang terjadi di interior Ducky (dan pertumbuhan perlengkapan yang menyertainya), meskipun aku terlupa mengambil foto kondisi asli bagian dalamnya ketika Ducky datang, tapi untungnya perjalananku belum jauh :p


Nama = Ducky
Merk = Volkswagen
Seri = T2 Brazilian bay
Year = 1981
Keterangan = Setir kanan
Warna = Biru langit dengan sedikit variasi putih di bagian list jendela luarnya

nice to meet u :)
* * *

Sunday, July 7, 2013

Cerita tentang sudut untuk menginap itu.

Mungkin semuanya dimulai ketika aku kecil dan masih tinggal dengan nenekku.
Rumah nenekku dulu tepat berada di paling ujung jalan. Kiri, depan, dan belakangnya sudah berupa lahan persawahan yang luas. Rumah nenekku berada di jalur jika kamu ingin naik ke pemandian air panas Bayanan. Sebuah jalur yang cukup ramai.

Dulu kadang kala ada musafir yang tiba-tiba mengetuk pintu untuk memakai ruang depan rumah yang biasanya untuk kursi tamu sebagai tempat bermalam. Memang sih tidak begitu sering, tapi tampaknya apa yang kulihat ketika kecil itu sungguh berkesan.
Sejak itu aku selalu berpikiran jika aku punya tempat sendiri nanti, aku akan selalu membuka pintu dan menyediaan tempat untuk teman yang butuh tempat bermalam.

And really.. What a loong wayy... Sebuah keinginan dari seseorang yang sebenarnya tak mudah memasukkan orang baru ke kehidupan pribadi. Kepercayaan membiarkan seseorang masuk tempat tinggal pribadi adalah sebuah hal yang besar. Tapi aku selalu merasa bisa berbagi itu hal yang menyenangkan. :-)

Dimulai dari kadang teman suami dari luar kota yang menginap di ruang tamu karena kami tak punya kamar extra, hingga sekarang kami benar-benar punya 1 kamar ekstra. (yang menyenangkan menyisihkannya karena benar-benar terpakai) Kadang dipakai asisten poyeng yang butuh tempat bermalam, dan juga jika orang tua mungkin ingin berkunjung dan menginap.


Yap, memang bukan kamar hotel, hanya ada kasur dengan 1 bantal dn 1 guling, tak ada lemari, dan bahkan ada tumpukan benang memenuhi sudut ruangan.. Tak ada fasilitas apapun, tak ada free breakfast, tak ada kamar mandi pribadi, dan tak ada antar jemput dan fasilitas transport, bahkan kadang kami tak bisa ada di rumah untuk menemani, tapi rumah kami akan selalu terbuka untuk teman yang membutuhkan tempat untuk bermalam.


:)

Wednesday, July 3, 2013

my chicken soup : Beck

mengenang Beck (2011-2013)


Aku sudah mengenal Beck mungkin bisa dibilang sejak lahir. Jika mendengar anak kucing mengeong di eternit rumah setelah dilahirkan bisa dihitung.

Secara resmi, Beck menjadi anggota keluarga kami tepat pada hari raya Idul Adha tahun 2011. Kucing ini secara khusus dipilih sendiri oleh suamiku diantara saudaranya yang lain yang berwarna hitam putih.

Banyak insiden lucu yang menemani masa-masa awal Beck tinggal bersama kami. Seperti ketika induknya mendadak menjemputnya pulang, karena Beck mengeong terus dari dalam ruang dan menggaruki pintu ketika kami sedang pergi. Atau ketika meskipun sedang mencret berat, dia tetap bersemangat dan berlari-lari di dalam rumah sambil menyebarkan mencretnya (jorok? yeah!).

Yang sangat kusukai dari Beck kecil adalah kecepatannya menerima pelajaran. Potty training langsung dikuasainya dalam sekejap. Dan ketika kami terpaksa mengurungnya di garasi ketika dia sakit diare, dia tampak mengerti dan kemudian mencari sendiri tempat untuknya tidur di malam hari selama seminggu "karantina".

* * *
Beck kucing yang ramah. Banyak kucing jantan di komplek rumah kami, dan mereka cenderung berkelahi memperebutkan wilayah. Tapi tampaknya Beck tak pernah jadi kucing jantan yang dianggap saingan. Malah dia selalu berhasil bermain bersama jantan lain di sekitar rumah. Kau tak akan bisa menolak matanya yang lucu itu!

Ketika kami pindah rumah, Beck sempat hilang selama seminggu sebelum akhirnya berkumpul lagi. Dan ternyata dia selama seminggu itu memakai daya pikatnya supaya dia bisa ikut nebeng di rumah seseorang dengan cara mendekati kucing persia jantannya, yang tampaknya tak keberatan ditempeli Beck, dan bahkan melindunginya dari kucing liar yang sering menyambangi wilayah tersebut!

Satu-satunya hal yang menyusahkan dari Beck adalah makan dan minum. Menyuruhnya minum sangat amat sulit, sampai-sampai dehidrasi selalu menjadi diagnosa pertama setiap kami pergi ke vet. Makan pun sama saja. Pemilih setengah mati. Sampai-sampai ketika kami menjemputnya pulang setelah dia hilang, hal pertama yang dimintanya adalah : makan! Pun pernah kami bawa ke dokter hewan karena tak mau makan tiga hari, dan ujung-ujungnya hanya karena dia bosan dengan rasa makanan yang ada di rumah. omigod!!

Beck adalah anggota keluarga kami. Dia menemani kami disaat apapun. Membuat kami jadi melakukan dan belajar sesuatu yang baru tentang memelihara hewan peliharaan secara serius. Bahkan secara perbandingan, Beck lebih sering ke dokter daripada kami karena kami terlalu berjaga-jaga! Beck sering kali menjadi alasan kami untuk segera pulang ke rumah, dan bahkan mengkhawatirkan dan merindukannya setiap kali kami harus tak dirumah lebih dari dua hari.

Dia selalu menyambut kami ketika kami pulang ke rumah, jika tidak terlalu malam, kami pasti akan selalu menemukannya duduk di depan pintu ketika kami membukanya, dan jika kami pulang malam dan sudah jam Beck untuk "patroli" kompleks, dia pasti akan selalu menyempatkan diri mengikuti kendaraan kami pulang, "bercengkrama" sebentar dengan kami sebelum kembali pergi keluar rumah lewat pintu samping yang memang selalu terbuka untuknya.

* * *
Beck adalah kucing yang selalu ceria dan lincah, bahkan ketika dia sakit. Jika napsu makan sering jadi kekhawatiran untuk hewan yang sakit, Beck tidak pernah mengalaminya. Tapi kali ini dia kena penyakit serius yang jarang : Stroke kucing. Aku tahu benar ini adalah siksaan besar untuknya karena dia tak pernah bisa diam dan selalu cerewet. Tapi sekarang, untuk makan saja perlu dibantu, dan harus melakukan segala hajat dan tidur di kandang. Sesuatu yang sangat dibenci Beck.

Aku tahu dia adalah seekor kucing bersemangat besar. Dan aku akan berjuang bersamanya sepanjang yang dia mau. Tapi tampaknya aku harus mengerti bahwa waktunya sudah tiba, ketika fisiknya semakin lemah dan kurus. Akhirnya setelah 3 bulan sejak stroke nya yang pertama, Beck mengalami infeksi dalam yang membuatnya tak akan bisa bertahan diluar keinginannya untuk tetap bersama kami. Akhirnya suatu malam, kami menemaninya menyudahi perjuangannya..
You'd be always be my first real pet.. no others will take that from you 



Book Review : Kreasi Rajut Topi 100% Knitting

Dibilang review buku juga sebenarnya ini buku buatanku sendiri..  φ( ̄ー ̄ )ノ
Bukuku yang ketiga!! Yayy!!! \(@ ̄∇ ̄@)/

Kali ini bekerja sama dengan penerbit Indonesia Tera, aku merasa lebih puas dengan buku ini...
Berbeda dengan 2 buku sebelumnya, selain menulis naskah isi (ya iyalah, nulis buku ngapain lagi?), aku juga dilibatkan dalam proses pengambilan foto dan layoutingnya! Aku jadi merasa ikut meninggalkan jejak dalam keseluruhan bentuk fisik buku ini.. My little child... (*lebay)

Di pengambilan foto, tentunya bukan aku terus ikut ngambil foto (dan thank God ga harus pake foto dokumentasi punya Poyeng lagi), tapi dikasi fotografer lengkap dengan modelnya, aku bisa ikut kasi suara juga tentang jenis pencahayaan yang diinginkan, dan sudut karya mana yang ingin diperlihatkan..(kalo masalah teknis mah serahkan ke ahlinya saja (^_−)☆ ) Ikut nongkrong seharian sepanjang proses pengambilan foto dan juga ngeliat fotonya sudah cukup "dapet" atau belum.. dan juga retake ulang untuk petunjuk knitting bukunya (akhirnya aku bisa pake tanganku sendiri untuk petunjuk tusukan knitting dan membiarkan orang lain yang memfoto)

Di layout, bukan pula berarti aku yang ngutek2 komputer, tapi aku bisa ikut kasi suara tentang warna yang sebaiknya dipakai, bentuk geometri yang sebaiknya banyak dipakai, dan konsep yang tetap dipegang..

Hingga akhirnya melahirkan "si cantik" ini!!
*ooh.... i lop yuuuu  (´ω`★)

Temen crafter Nurcha, juga sudah berbaik hati menulis resensi tentang buku ini dengan sangat manis, bisa kamu lihat [disini]

* * *
Untuk mendapatkan buku ini, kamu bisa ke Gramedia terdekat, [poyenghobby.com], atau ke offline atau online store manapun yang kamu tahu.


Kreasi Rajut Topi : 100% Knitting

Penerbit Indonesia Tera
ISBN 9797751945
Penulis Ajeng G Sitoresmi
64 halaman, full color
harga resmi 39.000

* * *
btw, ada sedikit ralat di buku ini (yang untungnya ga begitu krusial) =
  • Catatan penulis di halaman 36 dan 55 terbalik letaknya, jadi catatan di hal 36 sebenarnya untuk topi di halaman 55, begitu juga sebaliknya
  • Jangan hiraukan tulisan "memutar 90 derajat ke kiri" di bawah foto di hal 3, karena sebenarnya itu untuk kebutuhan editing pra terbit



Have a nice day!! (●´∀`)ノ♡
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...