intelectual property.

you are welcome to look, read, study, and learn. you are welcome to link/share it. you are welcome to quote or rewrite some of my post, but please don't forget to mention me/link my site.
but you are not allowed and please don't take any of the picture (with or without watermark) from this site without my permission.

Tuesday, January 15, 2013

Pets : Kejang-kejang pada kucing

Waktu itu ketika aku sudah pasrah terhadap nasib apapun yang akan diterima kucingku yang sedang sakit parah, dia sempat mengalami apa yang disebut kejang-kejang pada kucing selama beberapa hari, dan dalam 2 hari diantaranya dia kejang hampir selama 24 jam. Benar-benar bikin sedih dan panik kalau kamu tak tahu apa yang sedang kamu hadapi.

Kejang-kejang pada kucing terjadi ketika terjadi aktivitas elektrik yang tak normal di otak.
Bisa saja terjadi hanya sekali, beberapa kali, atau secara berkala.

Perhatikan!
Kejang bisa dimulai dari kucing tiba-tiba terbaring, kaku, lalu mulai kejang (pergerakan otot yang tak disadari yang tamapk seperti kucing menegakkan tubuhnya, mengayuh kakinya, mengangkat rahangnya, dan sejenis itu). Kucingmu bisa saja lalu pipis atau pup selama kejang. Umumnya kejang terjadi 1-2 menit saja.

Kadang kucing menunjukkan ciri sebelum kejang, seperti mondar-mandir, berkeliling, mengeong keras, atau muntah. Setelah kejang, kucingmu akan bingung, bisa lumpuh sejenak di satu atau lebih kaki, tampak buta, muntah, atau menunjukkan perubahan perilaku. Biasanya hanya sementara, meski butuh beberapa hari sebelum jadi 'normal' lagi.

Penyebab.
Kejang pada kucing terjadi karena ada yang salah di otaknya, dan kadang tak menunjukkan ciri-ciri lain. Kadang kejang terjadi secara spontan, yang mengarah ke epilepsi.

Perawatan langsung.
Jangan biarkan kucingmu melukai dirinya sendiri tanpa dia tahu. Jadi : tetap tenang, ingat bahwa kucingmu sedang tak sadar akan yang terjadi jadi hati-hati jangan sampai tercakar atau tergigit, pindahkan ke tempat yang aman untuknya, hati-hati karena ketika kejang selesai kucingmu bisa bingung dan tak mengenalimu sehingga bisa menyerangmu atau kabur, jika kejang tak juga berhenti bawa ke veterinarian (dokter hewan) sesegera mungkin untuk pengobatan.

Pengobatan
Obat yang biasa diberi vet adalah diazepam atau mungkin phenobarbital yang bisa menghentikan kejang.

Penyebab lain.
Hypoglycemia, sakit ginjal, sakit hati, meningitis, tumor, dan macam-macam infeksi bisa menyebabkan kejang.

Pencegahan.
Sayangnya tak ada yang bisa mencegah kejang. Yang bisa kita lakukan adalah mencegahnya melukai dirinya lebih jauh ketika kejang terjadi.

*biarkan hanya mimpi baik yang lewat di pintumu

Semoga kucingmu selalu baik-baik saja. . .

sumber :[1]

NOTE: Buat siapapun yang membaca artikel ini dan melihat gejalanya dalam kucing kesayangan kamu, jangan meninggalkan komen pertanyaan apa yang harus dilakukan ya, tapi langsung bawa kucing kesayanganmu ke dokter hewan langganan kamu. Beliaulah yang akan bisa menjawab pertanyaanmu itu. ^ ^ (tanyalah ke teman2 kamu jika belum punya dokter hewan langganan)

Monday, January 14, 2013

Jurnal kecil : Ajeng menulis buku knitting


Aku tersandung menjadi penulis murni ga sengaja. Dalam pikiran terliarku sekalipun tak pernah terlintas sebelumnya aku bakal membuat buku.

Coz, aku bukan tipe yang suka nulis panjang. Jelek dalam menyusun cerita. Dan singkat padat jelas selalu jadi andalan setiap menjawab soal ujian (aku sering heran, ada saja yang sampai minta kertas tambahan karena kurang, aku berusaha ngisi separuh aja ngos-ngosan). Semua plot cerita yang pernah iseng kutulis untuk (seandainya jikalau kali saja bakal menjadi) manga, tak ada yang selesai sampai tamat (ya, ya, aku memang sedikit bisa menggambar, dan dulu aku pernah berpikir serius membuat manga).
Dan aku (sampai sekarang) selalu ngiri dengan teman-temanku yang selalu bisa bercerita dengan sangat menarik melalui tulisan (yang beberapa diantara mereka memang menjadi wartawan dan novelis).

Tapi ternyata yang kutulis sama sekali bukan novel, aku malah membuat buku rajut, yang thank God, isinya separuhnya gambar, dan cara penulisannya tanpa basa-basi, tepat seperti yang (hanya) bisa kulakukan.

Setelah di buku perdana yang rada ga ngerti akan berakhir seperti apa, aku menukar uang demi portofolio dan nama (yang ternyata berakhir sama sekali tidak buruk), aku insyaallah menempatkan diri di jalur yang benar di buku-buku selanjutnya. Yup.. sama seperti menjadi penulis tanpa sengaja, aku tiba-tiba memutuskan menseriusinya juga tanpa direncana. Aku mulai tahu apa yang kubutuhkan, dan pun berusaha memenuhinya, meskipun tak bakal bisa 100% mengingat kuasa tertinggi bentuk buku seperti apa jelaslah bukan di aku, karena aku hanya penulis saja.

Suatu saat aku berharap bisa membuat buku knitting (atau apapun) yang benar-benar sesuai bayanganku.


Yup, januari 2013 ini aku sedang menanti buku keduaku selesai dicetak, dan sedang dikejar deadline menyelesaikan buku ketiga. Dan benar sekali, semuanya tentang knitting.

Dan karena aku ngga ngerti cara memasukkan foto dalam jumlah banyak menjadi sebuah galery foto dalam posting blogspot, aku menguplod foto-foto isi buku kedua dan ketiga di facebookku.

[album foto isi buku kedua]
[album foto isi buku ketiga]


Have a nice day!!

Tuesday, January 8, 2013

Mengenali Ciri Kucingmu Berpamitan (Sekarat)


Kematian dan perpisahan adalah sesuatu yang tak terhindarkan dalam memelihara hewan peliharaan. Tak ada yang bisa memprediksi kapan waktunya. Dan mungkin akan jadi berkah jika kita sedikitnya tahu kapan saat itu datang, dan mempersiapkan hati untuk kedatangannya (tabahlah).

Perubahan Karakter.
Jika kucingmu biasa mudah dipegang, bisa saja dia berubah jadi pemarah dan tak mau dipegang karena kesakitan atau memang menjadi tidak mau. Kasus lain, bisa saja jika kucingmu umumnya mandiri dan sering keluar, sekarang jadi selalu mencari perhatian dan ditemani olehmu

Bersembunyi.
Kucing tahu dia akan mati. Kucing yang sakit akan mulai mencari tempat yang dianggapnya nyaman, kadang bisa jauh dari pemiliknya jika kucingmu biasa keluar rumah. Kucing akan mencari tempat yang tak panas, teduh atau gelap. Bisa di bawah kendaraan, dibawah tanaman, di eternit, di bawah kasur, atau di ruang tempat menyimpan barang.

Perubahan perilaku makan.
Kucing yang sekarat/sakit tidak mau makan dan minum, bahkan ketika kau beri makanan favoritnya. Jika kau mendapati kucingmu menolak makan 2-3 jadwal makan secara berurutan, cobalah bawa ke dokter untuk diperiksa.

Perubahan penampilan.
Kucingmu bisa berubah jadi tampak kusut karena tak punya energi untuk grooming sendiri.
Jika mendekati kematian, matanya bisa tampak buta, yang artinya dia sedang mengalami kejang-kejang.

Kejang-kejang.
Ciri kucing sekarat adalah kejang-kejang. (sungguh menyedihkan untuk disaksikan)
Jadikan alasan yang kuat untuk mulai mempersiapkan tempat yang aman dan nyaman untuknya, karena kejang bisa membuat kucingmu tampak seperti kaku dan tidak nyaman, dan bisa melukai dirinya sendiri tanpa sadar. kejang bisa terjadi beberapa jam sebelum kematian.

Pola nafas.
Kucing bisa saja bernapas secara keras atau berbunyi. Bisa saja membuka mulut dan mengeluarkan lidah.


Mempersiapkan kematian kucingmu.
Kucing kerap "pergi" tanpa ada yang tahu. Bisa mengetahuinya lebih awal, bisa mempersiapkan pemillik untuk mengucapkan selamat tinggal.

Ada yang memilih euthanasia karena kucingnya sangat sakit. Tapi, seringkali mempersiapkan tempat yang nyaman dan aman di rumah adalah hal terbaik untuknya. Meletakknya di kandang dengan alas yang lembut dll. atau di ruangan yang tenang jika kamu tidak punya kandang.

Mengucapkan selamat tinggal tak pernah menjadi hal yang mudah kepada sahabat kucing yang sudah menemani dan menjadi anggota keluarga kita. Tapi bisa melakukannya adalah sesuatu yang patut disyukuri. Jika kita mengetahuinya lebih awal, kita bisa membuatnya nyaman dengan menemaninya dan mengatakan betapa kita menyayanginya, mengelusnya dengan lembut, dan ada disana ketika saat itu tiba.

sumber : [1]

Tuesday, January 1, 2013

Pets : Stroke pada Kucing

Yap, aku punya kucing dan hanya seekor, jantan, dan kunamai Beck. Ini adalah kali pertama aku memutuskan untuk memelihara kucing dengan cara serius.
Dan bukan kucing yang cantik dan mahal, Beck hanya kucing mixed breed biasa yang dapatnya pun gratisan. Tak kusangka akan jadi pengalaman berwarna dalam memelihara hewan piaraan.


Tak bedanya dengan memelihara kucing persia atau semacamnya, Beck secara rutin grooming, sudah vaksin, pun dibawa ke veterinarian ketika dia sakit. Sekarang aku akan coba menceritakan salah satu penyakit yang pernah diderita Beck. Feline Stroke, secara singkat tentunya. Yup, kucingpun bisa kena stroke seperti manusia!

Feline Stroke atau stroke pada kucing, tak ubahnya seperti stroke pada manusia. Ketika suplay darah ke otak menjadi tidak lancar, dan akhirnya menyebabkan terganggunya fungsi motorik pada kucing.

*Ciri-ciri
Mungkin kamu akan mendapati kucingmu jadi hilang keseimbangan, kepala miring ke satu sisi, sulit jalan, bingung, disorientasi, kesulitan penglihatan, wajah jadi kaku, kebutaan sementara, hilang napsu makan, berat badan turun, atau berubah kebiasaan.

*Penyebab
Penyebab stroke bisa karena trauma kepala, racun, sakit penyakit tertentu, atau reaksi obat yang menyebabkan parasit untuk penyakit tertentu bermigrasi. Dua jenis stoke kucing adalah Ischemia, dimana suplay darah dan oksigen kurang ke otak. Yang kedua adalah hemorrhagic, stroke yang disebabkan pendarahan di otak. Jenis yang pertama lebih umum ditemui.

Untuk mengetahui secara pasti dan tepat penyebab stroke kucingmu, tidak bisa melalui tes darah, urin, atau X-ray. Yang paling baik adalah melalui CT-scan atau MRI. Mengetahui sebab pasti stroke bisa mencegah kembalinya stroke dengan lebih maksimal.

*Pencegahan
Semua jenis kucing bisa kena stroke, meski tampaknya kucing yang dilepas keluar rumah adalah yang paling berpotensi kena, karena mereka bisa saja terpapar racun tikus atau kena bakteri. Jadi cara mencegah kucingmu kena stroke, adalah dengan mengurungnya di rumah saja.

*Perawatan
cara perawatan kucing yang stroke adalah dengan mengembalikan kadar air yang hilang dalam tubuh kucing. Menjaganya tetap makan. Menjaga kucing tetap hangat dan kering dan melapisi tempat tidurnya dengan sesuatu yang menyerap dan diganti secara berkala. Kucing juga perlu dibalik arah tidurnya secara berkala untuk menghindari pegal dan kesemutan, dan mencegah lembab karena kena urin sendiri. Jangan lupa "dijemur" 15 menit setiap pagi sebelum jam 9, dan melakukan fisioterapi setiap pagi untuk menggerakkan otot-ototnya yang kaku.

*Harapan
Semakin segera penanganannya, semakin besar kesempatan sembuh totalnya. Menunjukkan kemajuan dalam 2 minggu pertama memberi kesempatan sembuh yang sangat baik. Kucing bisa sembuh dari stroke dengan kesempatan lebih baik dari manusia dan bisa hidup panjang dan normal selepas stroke. Proses penyembuhan bisa mingguan atau bulanan, dan membutuhkan terapi fisik yang agresif dan kesabaran ekstra.
Yang tentunya tak masalah, karena kita semua sayang kucing kita masing-masing kan?.

Dan tepatnya itu juga yang sekarang sedang kulakukan untuk Beck, supaya dia bisa segera mandiri lagi (Wish me luck).

Semoga kucingmu selalu baik-baik saja. :)

Sumber =
petwave.com/Cats/Health/Brain-Spinal-Nerve/Strokes.aspx
[2]
[3]

update= kucingku sekarang sudah lama 'pergi' bukan karena stroke, tp karena infeksi. (sampe sekarang aku selalu mau nangis kalo nyeritain masa-masa perjuangan dia masih berusaha bertahan meski tahu dia mau pergi T_T)


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...