intelectual property.

you are welcome to look, read, study, and learn. you are welcome to link/share it. you are welcome to quote or rewrite some of my post, but please don't forget to mention me/link my site.
but you are not allowed and please don't take any of the picture (with or without watermark) from this site without my permission.

Monday, December 31, 2012

Tips Mencari Rumah Kontrakan

Mengontrak rumah adalah salah satu cara bertahan hidup yang memerlukan seni dalam mengerjakannya. Ya harus mau tak mau belajar jika kita memang belum mampu punya rumah sendiri (yang mana aku yakin, beli/bikin rumah -apalagi dengan dana cekak- butuh seni yang tak kalah lihainya).

Setelah hidup berdua dengan partnerku sekarang, selama kurun waktu hampir 5 tahun kami sudah beberapa kali pindah kontrakan, dan sekarang menempati rumah ketiga (ya ya, kami memang orang yang sangat pemilih dalam hal menempati rumah). Dan kayaknya asyik juga jika bisa membagi beberapa pengalaman dalam proses pencariannya.


Sedikit berbagi pengalaman, aku kurang lebih selalu mendapatkan rumah dengan kondisi yang kuinginkan. Rumah dengan penerangan dan sirkulasi udara yang baik di lingkungan yang aman. Dengan garasi atau halaman sebagai ruang ekstra. Dengan approval kenyamanan dari teman yang main. Lalu apa yang membuat kami jadi kutu loncat?

Rumah pertama, yang merupakan satu rumah 2 lantai yang dibuat memiliki akses terpisah (aku tinggal di lantai dua, dan pemilik di lantai satu), memiliki pemilik yang terlalu ikut campur dalam hal mengurus rumah yang kami tinggali. Setiap kali kami pergi keluar kota setidaknya lebih dari 2 hari, tiba-tiba entah pagar di cat ulang.. tanaman dirapikan.. semua sampah disapu..
Hmm, bukannya enak?
Coba saja dulu, dan kau akan merasa seperti diperlakukan sebagai remaja tanggung yang membersihkan halaman saja tidak bisa?? Mau? Dan diluar bahwa hal ini sudah kuhitung melanggar batas properti. I pay for it u know.
Listrik dan air yang masih jadi satu akan membuat kamu merasa kamu selalu membayar lebih banyak daripada yang sebenarnya kamu pakai. Ditambah sering mendapat wejangan untuk tidak buang-buang air, atau parkir dengan benar (karena sharing garasi juga).
Serasa bukan ngontrak, tapi tak lebihnya seperti nge-kos biasa dengan harga lebih mahal. Maka 1 tahun saja, kami hengkang.

Rumah kedua, di daerah perkampungan. Pemilik yang juga tinggal hanya di sebelah rumah, bertolak belakang dengan rumah pertama, sangat baik dan tidak pernah mencampuri urusan kami sama sekali. Tapi karena mungkin kesalahan di pembangunan pondasi yang tidak baik, dinding sangat lembab dan seperti merembes. Hal ini sangat merugikan karena aku menyimpan knitting needle bambu di rumah, dan mereka semua jamuran!! (hikz), dan kamu harus ekstra pikir ulang jika ingin menaruh barang atau furnitur mepet tembok.
Sebenarnya hal ini masih bisa ditolerir kalau saja tetangga persis sebelah rumah (yang adalah kakak pemilik rumah), tidak selalu merasa juga punya hak untuk keluar masuk halaman rumah yang kami pakai. Semena-mena memakai teras untuk kepentingan pribadi tanpa ijin dulu, memakai air, atau di satu titik mengakui hak milik barang yang kutaruh di lantai teras, (meskipun itu hanya bel sapi yang belum sempat kusimpan ke dalam rumah, yang mana kebetulan pemberian mertuaku -pencurian??-).
Tidak menghormati batas properti adalah sekali lagi titik matiku untuk memilih respek atau tidak dengan seseorang. Maka dengan berat hati, setelah 3 tahun, aku tak tahan lagi.

Rumah ketiga (yang sekarang masih kutinggali) pemiliknya tidak tinggal di Jogja dan kami melakukan segala proses pra tinggal melalui teman pemilik yang juga tinggal di dekat rumah, berada di perumahan kecil dengan tetangga yang mengurusi urusan masing-masing (thank God!), kecuali ketika tiba iuran sampah dan satpam saja setiap bulan berkumpul.
Tapi, kelemahan hidup diantara banyak keluarga muda (dari observasi) adalah mereka entah kenapa seolah tidak peduli dengan balita-balita mereka berkeliaran di jalan perumahan sesiangan tanpa pengawasan! (Sebagian mungkin karena mereka merasa jalan itu masih seperti halaman rumah atau sebagian karena di ujung jalan ada satpam menjaga perumahan mereka -padahal selalu ada jam kosong dimana tidak ada satpam berjaga!-). What a shame, karena anak-anak itu jadi kekurangan pendidikan dini. Ada yang suka menyongsong motor atau mobil yang lewat (sampai satu titik aku berpikir, mungkin ortunya sebenarnya bosan dengan anak tersebut, dan cari cara paling mudah menyingkirkannya? Seperti menunggu si anak diculik atau kecelakaan mungkin? Hush!!), dan 2 balita di rumah seberangku berubah jadi biang onar kecil yang tidak pernah tahu batas antara boleh atau tidak ataupun aman atau tidak. Seperti melempar sesuatu ke jendela atau garasi seseorang, mencabuti bunga di halaman seseorang, menyebar "rintangan" di tengah jalan, tidak mengembalikan barang teman yang dipinjam, atau mencegat motor tukang sayur. Dan selalu dilakukan tidak di depan orang tua mereka! Yang paling geli adalah moto mereka yang pasti selalu kudengar setidaknya sekali setiap hari, yaitu : "kabuuur, kabuuur". hahaha. (My children will not like them! I'll promise make sure of that!)
Tapi beda dengan dua rumah sebelumnya, yang paling mengganggu ternyata bukan tetangga (dua anak itu sudah takut padaku hanya karena aku pernah menegur mereka untuk tidak mencabuti bunga di halamanku di depan ayah dan ibu mereka. LOL). Tapi karena tampaknya pihak tempat aku melakukan perjanjian kontrak tidak mengatakan kondisi sebenarnya dari lingkungan rumah. Setelah tinggal disana, aku mendapati bahwa air sumur sama sekali jauh dari jernih, dan di satu titik kemarau kami harus mengebornya lebih dalam agar mau mengalir. Dan terakhir, ternyata lingkungan ini pernah memiliki sejarah kebanjiran! (yang tampaknya masih jadi ancaman potensial hingga detik ini). Ketika daerah belakang rumah banjir hingga sepinggang, meski rumah kontrakan tidak kena dampak, tapi kami akan mendengar suara air tanah merembes bergemuruh mengalir mengisi sumur (apakah mungkin akan banjir dari sumur??), dan air sumur akan jadi lebih keruh lagi daripada sebelumnya. Hmm.. tampaknya kami akan tinggal 1 tahun saja disini.
Ck ck ck...


Jadi, apa yang harus kamu pikir dan lakukan ketika mencari rumah kontrakan?

Pertama, tentukan di daerah mana kamu ingin tinggal. Bukan membicarakan sebuah tempat yang spesifik, tp lebih baik jika kamu memilih kelurahan yang mau kamu tinggali supaya bisa mendapatkan kesempatan lebih besar. Lebih baik memiliki pilihan daerah lebih dari satu untuk jaga-jaga. Lalu pilih juga di lingkungan seperti apa yang kamu mau. Apakah di kampung atau perumahan.
Pemilihan ini akan menentukan budget yang harus kamu siapkan. Dalam perkembangannya, budget dan tempat akan saling mempengaruhi satu sama lain, tergantung mana dulu yang diprioritaskan.

Kedua, jarak antara waktu pencarian dan bulan kamu harus pindah akan menentukan hasil yang kamu dapat. Semakin awal kamu mulai mencari, semakin besar kesempatan kamu mendapatkan rumah kontrakan yang paling mendekati yang kamu inginkan (coz bicara dari pengalaman : gimanapun "perfect"nya, semua rumah kontrakan pasti memiliki "flaw" yang cepat atau lambat akan kamu temukan selama tinggal -what a shame-). Waktu yang biasa kuambil adalah 2 bulan sebelum batas waktu pindah.
Jangan sungkan berpanas ria keluar masuk gang. Dan jangan sungkan bertanya pada penduduk lokal yang kamu temui di jalan di daerah yang kamu incar, karena banyak rumah kontrakan berpotensi yang tidak ditulisi "Dikontrakkan" di depan pagar, menunggu untuk ditinggali, dan hanya orang sekitar yang tahu itu sedang mencari penghuni.

Ketiga, tentukan batas minimal kondisi rumah/lingkungan yang kamu inginkan. Hal yang paling kupikirkan adalah dari segi kesehatan. Sirkulasi udara dan kelembaban adalah hal krusial selain tentunya masalah keamanan. Pembagian dan berapa jumlah ruang yang kau butuhkan juga akan mempengaruhi pilihanmu.
Dan jangan lupa cek kondisi air (sumur dan bocor -atau bahkan banjir?-) juga bagaimana tetangga sebelahmu. Karena percaya atau tidak, salah satu dari hal ini akan membuatmu memutuskan akan memperpanjang kontrak atau hengkang dari rumah kontrakan yang kamu tinggali sekarang, meski senyaman apapun kondisi rumah kontrakanmu diluar masalah air dan tetangga. Dan sayangnya kemungkinan besar tidak akan kamu ketahui kondisi sebenarnya sebelum kamu tinggal di rumah tersebut. (dan aku belum menemukan metode untuk deteksi dini. Mungkin ada yang tahu dan bisa bantu??)


So what the best?? Tinggal di rumah sendiri saja lah kalau bisa. Hahaha.


Hope these tips can help and make some difference.

Happy Hunting!!

Friday, December 14, 2012

Sedikit celoteh tentang film Life of Pi


Note : ini hanyalah celotehan saya saja mengenai pengalaman menonton film, jadi mohon jangan kecewa kalo kamu mungkin ga menemukan sinopsis dari filmnya sendiri.

Movie : Life of Pi (2012)
Sutradara : Ang Lee
Fox 2000 Pictures





Aku sudah lama tidak membeli buku diluar buku merajut. Cukup lama untuk jadi satu orang yang tak pernah mendengar tentang "Life of Pi" sebelum aku menonton filmnya tadi.

Dan okay... Satu faktor yang bikin aku mati-matian menyempatkan nonton di kesibukan harian yang aduhai, adalah karena Colin Morgan menyebutkan "Life of Pi" sebagai salah satu buku favoritnya. Make me wonder.. What the beauty about it?
Tentu saja ditambah dengan rating imdb yang diatas 8 meskipun aktor utamanya bukan bintang terkenal, dan sutradara dengan portfolio yang tak perlu diragukan. (kalo enggak sih mungkin aku langsung pilih skip ke bukunya langsung saja kan?)

Aku selalu percaya buku asli akan selalu lebih bagus daripada film adaptasinya (satu-satunya anomali adalah "How to Train your Dragon" yang justru terbalik), oleh karenanya film ini akan menentukan semua apakah akhirnya aku akan mau mengorbankan jatah bukuku bulan ini bukan untuk beli buku tajut tapi untuk novel ini.
And fortunately, it's worth! (buku rajut.. Tunggu bulan depan lagi ya.. Hikz)

...
Ok.. Aku akan bahas sedikit tentang pengalamanku selama nonton..
Sisihkan tentang memakai otak terlalu banyak untuk berfikir dan mengikuti isi film melalui dialog, karena seperti membuka lembaran graphic novel full color dengan imajinasi dan pewarnaan yang cantik. Dialog adalah narasi pendukung, dan visualmu yang akan menuntunmu menikmati isi film ini.
Indah dari detik pertama! (dengan real 3D tentunya, meskipun aku sebenarnya lebih suka nonton film tanpa harus pakai kacamata hitam di ruangan yang sudah gelap). Imajinasi visual film ini "liar". Membuatku ingin membandingkannya dengan yang di buku yang apakah akan lebih liar.
Karena nonton film ini, aku jadi sungguhan percaya National Geographic bilang bahwa manusia baru melakukan eksplorasi 5% dari keseluruhan samudra.

(warning : this sentence below maybe contain spoiler)
Seperti Dora the Explorer bilang, bagian mana yang kau sukai?
Untukku pribadi, most shocking moment adalah ketika aku seketika langsung menyadari bentuk asli dari pulau mengambang itu ketika disorot dari jauh.
Dunia penuh dengan keajaiban. Tak ada yang tak mungkin (apalagi jika itu berhubungan dengan alam) meskipun itu mungkin begitu berlawanan dengan akal sehatmu.
...

Happy watching!
;)

Wednesday, October 24, 2012

Apakah aku sudah cukup baik?


Dulu ketika aku lebih muda dan lugu, aku selalu bangga dengan kelugasanku, tak merasa sungkan mengatakan apa yang sedang kupikirkan. Karena aku percaya itu yang terbaik. Dan akupun tak begitu peduli dengan semua resikonya.

Tapi itu dulu. Ketika aku hanya hidup untukku sendiri. Ketika aku masih orang bebal yang tak mengerti perasaan orang lain, bahkan orang yang kuanggap penting. Ketika yang ada di hidupku hanya aku dan khayalanku sendiri. Dan permasalahan dalam hidupku hanyalah kegalauan khas pubertas remaja.

Tapi sekarang semua sudah berbeda. Waktu terbukti memang berperan sungguh dalam pendewasaan diri. Dan tampaknya fungsi manusia sebagai makhluk sosial lebih berperan dalam kehidupan sehari-hariku.
Dari mengenal dan berhubungan dengan lebih banyak orang, aku yang sekarang sudah lebih bisa menjaga perasaan orang lain lewat perkataan dan perbuatan.

Aku adalah tipe orang yang memperlakukan orang lain dengan cara seperti aku ingin diperlakukan oleh orang lain. Juga seringkali mempertimbangkan suatu kemungkinan berdasarkan apakah aku bisa melakukannya atau tidak jika berada di situasi yang sama.

Itulah mengapa aku jadi senewen setengah mati jika bertemu orang yang menuntut banyak darimu, tapi dirinya sendiri tak mampu/mau memenuhi bagian kewajiban setelah tuntutannya dipenuhi. Atau yah.. Sekedar melaksanakan apa yang sudah dikatakannya.
Atau jika ada orang yang menyalahkanmu atau merepotkanmu untuk kesalahannya atau kemalasannya sendiri.

Dan yang lebih menyebalkan sebenarnya adalah:
Apa yang kau tulis/ucapkan untuk mereka jadi berbeda dengan apa yang sebenarnya ada di pikiranmu.

Aku bagai mengkhianati diriku sendiri dengan tidak lugas. Dan hal ini sungguh menggerogoti mentalku karena aku merasa mengalami kemunduran dalam hidup! Karena menyimpan sendiri kritik yang sebenarnya penting untuk pendewasaan seseorang hanya karena sangat ingin menjaga perasaan mereka. Dan berakhir dengan diam-diam aku jadi tidak bisa mempercayai mereka dan enggan memperdalam hubungan. Ini bukan suatu hal yang menyenangkan buatku.

Please, jangan hanya meminta orang lain berada di sepatumu. Cobalah sepatu orang lain juga.
Please, perlakukanlah orang lain seperti kau ingin diperlakukan.

Apakah adil jika kamu ingin diperlakukan dengan baik tapi memperlakukan orang lain dengan buruk?

Dalam menjalin hubungan dengan orang baru yg belum kau kenal/tahu, berbicaralah dengan sopan dan penuhi janji yang sudah kau ucapkan. Jangan memberi harapan palsu atau basa-basi. Jangan merepotkan orang lain untuk hal yang bisa kau lakukan sendiri, dan jangan melakukan sesuatu dengan niat jahat sebagai dasarnya. Sebagai gantinya, yakin pasti kau akan dihormati dan tak disepelekan.

Aku tahu kok, ini instropeksi untukku sendiri juga. ^ ^

Mungkin ada baiknya sekali-kali kita bertanya pada orang disekitar kita, bagaimana sebenarnya kelakuan dan sifat kita menurut pandangan mereka. Apakah kita sungguh sudah menjadi orang yang baik seperti perkiraan kita? Apakah benar semua orang yang berhubungan dengan kita merasa beruntung dan senang berhubungan dengan kita?


Monday, October 15, 2012

Keluarlah dari tempurungmu, Beredarlah ;)


Beberapa lama yang lalu aku sempat mengalami kebosanan.. Bingung karena tampaknya hidup sudah mentok. Dengan rutinitas yang sama. Tak ada tempat untuk berkembang.
Tapi apakah benar begitu?

Tampaknya itu hanyalah kebodohanku semata. Melihat dunia dalam kacamata kuda. Kesalahan bodoh yang tanpa sadar selalu saja terulang.

Karena jika mau sedikiit saja melangkahkan kaki keluar, membuka sedikit kacamata kudamu (aku ga yakin berani bilang melepaskannya), kau akan menemukan kembali jantungmu berdetak lebih cepat dan napasmu memburu karena bersemangat.

Keluar dari tempurungmu sedikit saja dan kau bisa melihat banyak sekali orang hebat di luar sana.
Ya, memang untukku mendongak ke atas selalu dapat mengembalikan semangatku dan menghidupkan kembali mimpi-mimpiku (bersamaan dengan membuat sedikit jadi depresi karena teingat kembali bahwa dirimu itu masih bukan siapa-siapa. LOL)

Tapi manusia hanyalah setitik debu di jagat raya, hidup di bumi hanyalah sebentar saja, akan sangat tersia-sia jika kamu tak berani keluar dari zona nyamanmu, jika kamu tidak melangkah keluar melihat dunia yang mungkin asing bagimu, jika kamu tak mengambil semua kesempatan yang mnurutmu bagus untukmu-seaneh apapun itu kedengarannya, atau meskipun itu akan membuatmu repot dan tidak nyaman.
Aku masih bukan apa-apa dibandingkan orang-orang hebat diluar sana.


Additional note :
Tapi bagaimanapun hidup adalah mengenai memilih antara A dan B, jadi tetap tentukan prioritas jika suatu kesempatan itu datang bersamaan waktunya dengan kewajiban lain yang sudah kamu sepakati lebih dulu. Semua orang lebih menghargai orang yang menepati janji dan mampu mengatur waktu. ;)


Have a nice day! Have a nice life!

Saturday, September 8, 2012

Aplikasi smartphone : edit foto


     Ini adalah apa yang kulakukan jika sedang bosan dan tak ada kerjaan atau memang harus mengupdate sesuatu di facebook atau web. Mencoba performa kamera 5 MP smartphone dengan os gingerbread di tangan, setelah itu memakai aplikasi gratisan untuk mengedit foto yang bisa menggantikan fungsi dasar photoshop di PC.

     Beberapa aplikasi edit foto yang akhirnya sampai sekarang masih kusimpan di androidku setelah menyeleksi dari beberapa yang lain adalah :

"photo editor" (logonya ikon kamera analog dan gunting berlatar belakang warna biru).
Aplikasi ini memberikan fungsi dasar krusial dari edit foto seperti resize,crop,add image/tulisan sebagai watermark, dan koreksi warna. Dan kelebihannya dia bisa menyimpan dengan ukuran asli fotonya.

"picsPlay" (logonya shutter setengah terbuka berwarna pelangi dengan tulisan p ditengahnya).
Meskipun ada batas ukuran dimensi upload, tapi aplikasi ini membiarkanmu memberi efek foto yang cukup manis seperti vintage dan blur, juga bisa menambahkan hiasan foto semacam stamp. Kadang aku memakainya setelah menggunakan photo editor atau picsArt.

"picsArt" (logonya toy camera warna biru dengan tulisan p ditengah).
Aplikasi ini memberikan fungsi dasar seperti photo editor ditambah kamu bisa menambahkan frame, clipart, dan sticker. Meskipun tampaknya tidak bisa menyimpan dalam ukuran aslinya seperti photo editor. Kadang-kadang saja kupakai.

     Setelah semua foto siap diupload, ada satu aplikasi upload foto ke facebook yang bahkan memberimu akses mudah untuk upload ke album apa saja di facebookmu tak hanya di profilemu tapi juga di page-mu bernama "speedy uploader". Dia otomatis akan meresize foto yang kamu upload tanpa membuatnya jadi buram atau kecil.
     Atau cukup berbagi gambar saja dengan teman-teman whatzapp atau pinterestmu :-)


Semua bisa didapatkan gratis via google play. :D

Thursday, July 12, 2012

Let's Go to The Movie : Amazing Spider-Man

Aku sedang tidak ada mood untuk menulis sekarang ini,,

terperangkap dalam jaring film serial di TV satelit yang membuatku mampu berada di rumah seharian, dan tidak pernah sempat bercerita tentang asyiknya menjelajah Bandung yang baru pertama kau injak dengan hanya berpegang pada Google Maps di smartphonemu yang baru dibeli beberapa bulan terakhir. (yang membuatku sama sekali tidak menyesal telah melepas segepok uang untuk membeli handphone yang harganya berkali lipat dari handphone china yang bisa untuk nonton TV itu).

Kemarin senin, akhirnya berhasil mengangkat pantat untuk menonton film yang dari minggu kemarin tak jadi juga ditonton karena kehabisan tiket meskipun sudah bangun pagi-pagi untuk membelinya di M-Tix.

Amazing Spider-Man (2012)

director = Marc Webb
cast = Andrew Garfield, Emma Stone

Sumary = Peter Parker, absolutely geek di sekolahnya suatu hari menemukan koper ayahnya yang akhirnya membawanya ke pertemuannya dengan dr.Connor, mantan rekan kerja ayahnya di Oscorp. Keingintahuannya yang terlalu tinggi membawanya masuk ke sebuah ruang ber akses terbatas dan melihat instalasi jaring laba-laba. Namun satu gerakan membuat hidupnya berubah dan kelak akan mengantarkan menuju takdirnya sebagai Spider-Man yang kita kenal.

Review = Aku jujur bukan pembaca komiknya, tapi aku sempat menonton kartunnya di TV, dan sedikit banyak punya bayangan karakter Spider-Man di kepalaku yang sudah terpatri sejak kecil.
Spider-Man adalah tokoh superhero Marvel yang paling kusukai, karena dia yang notabene masih manusia biasa dengan segala keterbatasan fisiknya, selera humornya ketika dia sedang beraksi, dan kepandaian intelegensinya yang membuatnya mampu membuat perlengkapan superhero yang dia butuhkan.. (dan dia lebih muda dari Batman, dan tidak sekaya Iron-Man).

Itulah mengapa aku lumayan kecewa dengan 3 Film Spider-Man sebelumnya (diperankan Tobey), selera humor yang kurang, karakter Peter yang terlalu tampak bodoh dan labil ala ababil, dan terutama adalah jaring laba-laba yang keluar sendiri dari tangan Peter. -.-;
Meskipun di bagian lain, Film yang dulu (terutama film pertama) mengikuti cerita asli kemunculan Spider-Man, dimana dia adalah murid yang selalu jadi bahan tertawaan di Sekolah, mendapatkan gigitan laba-laba di acara fair di museum, dan sempat menjadi egois dan ikut wrestling untuk mendapat uang di awal masa perubahannya.

Sudah sewajarnya jika sebuah film menyingkat semua bagian panjang di komik/buku yang diambilnya.. dan disini pun semua awal berbeda sama sekali dengan film sebelumnya atau cerita aslinya.. Tapi keberadaan Gwen Stacy alih-alih memakai karakter Mary Jane adalah sesuatu yang smart, mengingat di cerita aslinya disebut-sebut bahwa Gwen Stacy lah karakter cinta terpenting dalam kehidupan Peter Parker/ Spider-Man.
(selain aku terlanjur menganggap karakter Mary Jane adalah seorang yang useless dan menggangu saja - thanks to 3 film Spider-Man sebelumnya yang membuatku mengambil kesimpulan seperti ini, aku memang tak sempat mengenal Mary Jane yang sebenarnya seperti apa)


Aku menikmati menonton film ini dengan asyik.. semua bagian.. semua cerita.. semua detil. Bayanganku yang samar mengenai segala karakter Spider-Man yang kukenal di masa kecilku kembali dengan sempurna, Peter tampil sebagai karakter yang smart, pendiam, dan kikuk, tapi juga seorang yang meskipun mendapatkan masalah dan labil, akhirnya mampu mengatasi masalahnya dengan kepala dingin dan tenang. Di bagian klimaks aku sedikit mendapati rangkaian adegannya mirip dengan plot di film Iron-Man pertama, dimana Tony menyuruh Pepper sekretarisnya menuju gedungnya, sementara musuh juga ternyata sedang menuju kesana. Kecuali pada akhirnya ternyata ayah Gwen yang akhirnya bersama Spider-Man hingga akhir (maap kalo sedikit spoiler). Dan pasangan menontonku sedikit kecewa kenapa Spider-Man tidak dibuat berguling-guling di tanah lebih lama.. (yang menurutku sih karena durasi :p)

Segala kelebihan dan kelemahan film ini pastilah ada, dan aku yakin bagian yang kau sukai dan tidak kau sukai pasti berbeda denganku.. Tapi bagaimanapun aku adalah seorang penggemar yang awam.. aku mengenal Spider-Man setelah dia sudah beraksi sebagai seorang superhero dengan segala sifat bawaannya, dan memang melewatkan cerita awal-awal kemunculannya (meski aku tak menyesalinya), dan itulah mengapa aku jadi sangat menyukai film Amazing Spider-Man ini.


Well Done! I want to watch it once more!!! (or maybe just much and much more) :D


* oya, tambahan informasi = kau tak akan kecewa menontonnya secara 3D.

Thursday, June 21, 2012

Film Marathon : Madagascar 3, Snow White and Huntsman, Prometheus


Aku tertarik lagi untuk menyambangi bioskop setelah mendapat kabar bahwa beberapa film yang sudah diperbincangkan di awal tahun akhirnya rilis bulan ini.

Madagascar 3, Snow White and Huntsman, Prometheus.

Mari kita sentil sedikit satu-persatu.

Madagascar 3 : Eruope Most Wanted (2012)
poster dari moviecarpet.com
director = Eric Darnell, Tom mcGrath

cast = Ben Stiller, Chris Rock, David Schwimmer, jada Smith, Sacha Baron Cohen, etc.

cerita bermula dari Alex dan gang yang sudah sangat ingin pulang ke New York tapi belum juga dijemput oleh para pinguin yang sedang mengumpulkan modal. Tak sabar, mereka lalu memutuskan untuk menyusul para pinguin. Tapi hal ini malah membuat semua pelarian ini ketahuan keberadaannya di tengah kota dan dikejar-kejar oleh penangkap hewan super yang sangat gigih, Chantel DuBois.

Pesawat buatan tangan mereka hancur dan membuat mereka terpaksa menggunakan semua uang mereka untuk membeli sirkus hewan agar bisa kembali ke New York melalui pertunjukan dengan tetap dikejar-kejar DuBois. Sayangnya para hewan-hewan sirkus ini sedang berada di ujung kehancuran sirkus...

* * *
Tanpa ekspektasi apapun, aku dapat 100% menikmati film ini dengan baik. Tertawa di setiap kekonyolannya sampai detik terakhir. (tak usah mengkhawatirkan jika misalkan suara tangis bayi, atau bisik-bisik keras akan mengganggu nontonmu, karena semuanya -termasuk kamu- tidak akan bisa menahan diri ikut andil membuat berisik bioskop sepanjang waktu)
Beberapa adegan memang terlalu diluar nalar, tapi hey, siapa peduli. memang begitulah jenis animasi ini.
Mencari hiburan? Film ini boleh ditonton! Dan sisi positifnya, kamu bisa mengajak keluargamu semuanya tanpa harus mengkhawatirkan batas umur!

Snow White and the Huntsman (2012)

poster dari fanpop.com
director = Rupert Sanders
cast = Charlise theron, Chris Hemsworth, Kristen Steward

Snow White kecil kehilangan ibunya yang meninggal, dan ayahnya jatuh cinta terhadap seorang wanita yang beralih membunuhnya dan menguasai kerajaan.
Sampai dewasa Snow White dikurung di menara dan menyaksikan banyak gadis muda yang diserap kemudaannya oleh sang ratu.
Tapi hari ketika cermin ajaib mengatakan bahwa Snow White lebih cantik dari ratu  dan hanya jantung Snow White yang bisa membuat ratu muda selamanya pun datang juga.
Tapi sepasang peri dalam wujud burung datang membantu pelarian Snow White hari itu. Dan dia melarikan diri hingga ke hutan dimana kekuatan ratu tak bisa meraihnya.

Maka dikirimlah seorang pemburu untuk Snow White...

* * *
Karena aku benar-benar awam dengan semua hal di film ini (kecuali cerita dasar Snow White yang kutahu), kusempatkan sebentar melihat imdb dan review mereka yang menonton. Dan karena kulihat di banyak review penonton itu yang menjadi masalah hanyalah akting Kristen Steward saja, kupikir aku bisa mengatasinya. (Aku sama sekali tak bisa menemukan referensi tentang sang sutradara, karena ini adalah film pertamanya)

Awal-awal film terlihat menjanjikan, tapi semuanya tidak berujung manis sampai akhir.

Aku melihat sekelebat LOTR disana dan disini, tapi dengan rasa yang sangat jauhh berbeda.
Aku sama sekali tidak bisa menghayati ceritanya, karena memang tidak bisa merasakan apapun di dalamnya, dan tak bisa berhenti terganggu oleh hal-hal kecil lainnya yang selalu merusak konsentrasi.
Aku tak bisa berhenti menyesali, bahwa Kristen Steward secara fisik sama sekali kuanggap tidak cocok menjadi Snow White. Kurang cantik, kurang berkharisma putri, pokoknya kurang! Dan itu menghalangi penilaianku untuk melihat bagaimana performa aktingnya, karena mungkin harusnya lolos casting foto saja tidak?

Apakah ini karena dia sutradara baru? Tapi sungguh terlalu banyak bloopers yang kamu tak perlu susah payah bermata elang untuk melihatnya.. bertebaran di sana-sini sampai akhir film!! Membuat aku semakin tak bisa masuk ke dalam cerita karena aku jadi hanya merasa sedang menonton sebuah syuting film biasa dan bukan seperti menyaksikan sebuah kisah. (kuharap kau tahu maksudku)
- blooper paling konyol : perhatikan jumlah kurcaci di akhir film -

di luar masalah teknis, Sang sutradara sungguh menyia-nyiakan potensi bagus para pemain yang harusnya bisa digali hingga maksimal. Dengan jajaran pemain seperti ini, seharusnya bukan film dengan kualitas seperti ini yang dihasilkan. Sutradara harusnya bisa menggali kualitas maksimum para pemainnya, dan bukan membuat mereka harus "bekerja" sendiri untuk membuat film ini lebih bagus. (Menurutmu apakah akan berbeda hasilnya jika film ini dipegang oleh sutradara yang berbeda? misal James Cameron? Atau Peter jackson??)

Dari segi cerita sendiri juga kehilangan detil disana sini. Banyak kejanggalan pada naskah. Misal, jika memang kekuatan ratu tak bisa sampai ke hutan, kenapa dia masih bisa menyembuhkan adiknya disana? kenapa dia bisa meracuni Snow White disana?
Dan sepertiga terakhir diisi adegan perang yang membosankan, yang membuatku mengantuk! (aku tidak suka film perang, sehingga membuat penilaian adegan perang yang baik menurutku menjadi sangat tinggi)
Setengah film berjalan aku sudah bosan dan bertanya-tanya kapan film selesai, seperti seorang anak dalam perjalanan yang selalu bertanya pada orang tuanya kapan akan sampai.

Sisi positif dari film ini adalah akting Charlise Theron yang sangat memukau dan juga CGI yang tanpa cela (yang mayoritas dibuat untuk tokoh ratu yeng semakin membuat Charlise Theron lebih bersinar lagi). membuatku berpikir, apa mungkin mayoritas budget dipakai untuk fee pemain utama, CGI, dan promosi, sehingga yang lainnya jadi agak terlupakan?
Universal melakukan gambling disini.
Dan kudengar akan ada lanjutan film ini. Aku tak yakin akan menontonnya.. The fairy tale is really over.

Prometheus (2012)

poster dari blog.moviefone.com
director = Ridley Scott
cast = Noomi Rapace, Michael Fassbender, Charlise Theron

Sekelompok ilmuan dan sebuah perwakilan dari penyandang dananya pergi dengan kapal yang disebut Great Prometheus menuju sebuah bulan dari suatu planet yang sangat jauh, yang dianggap memiliki kehidupan dan adalah "pencipta" manusia secara tak langsung.

Setelah mendarat, mereka menemukan kubah besar dengan banyak lorong yang menyimpan rahasia.

Permasalahan dimulai ketika tampaknya keberadaan mereka memicu bangunnya semacam virus yang mampu mengambil bentuk dan diketahui kemudian hidup secara parasit.
Namun semuanya belum apa-apa, karena dibalik itu masih ada rahasia yang belum terungkap, tak hanya dari kubah di tempat asing tersebut, tapi juga di kapal prometheus mereka sendiri..

* * *
Secara umum aku dapat menikmati film ini. Ceritanya runtut dan nyaman diikuti, dan aku bisa masuk ke dalam ceritanya. intensitasnya pun bagus dengan detil yang baik.
Semua pemain mampu didorong untuk menampilkan performa maksimal mereka masing-masing.
Jadi tampaknya semuanya baik-baik saja disini.

Bagian yang mungkin bisa dibicarakan mungkin malah di segi konsep naskah umum (bukan detil kecil).


Meskipun aku mengerti bahwa mungkin dasar cerita ini adalah mengenai ekspedisi perdana, dan karenanya nampaknya bukan masalah cerita hanya berpusat di satu tempat saja, aku sebenarnya banyak berharap bahwa film ini tidak melulu berpusat di satu kubah itu saja. Di sebuah titik kecil dalam sebuah tempat yang sangat luas. Aku merasa jiwa petualangku jadi agak tertahan.

Yang kedua adalah begitu besarnya kemiripan antara hasil akhir virus ini dengan tokoh di film Alien, yang membuatku jadi berpikir, apa dua film ini sebenarnya berhubungan?? Dan ini sungguh merusak khayalan antar dimensiku.. huhuhu. (aku selalu merasa bahwa setiap film adalah sebuah dunia di dimensi yang berbeda)..
Secuil Fakta - ternyata awalnya film ini memang diciptakan sebagai prekuel film Alien, tapi kelanjutannya dijadikan film yang terpisah.

Wednesday, May 23, 2012

Let's go to the Movie : Dark Shadows

Akhir-akhir ini aku suka melakukan Film marathon setiap kali sempat pergi ke bioskop.
Menonton langsung 2-3 film sekaligus dalam 1 hari.

Dan karena aku lupa dengan 2 film yang terakhir kutonton sebelum kemarin, dan juga karena The Avengers (salah satu film yang kutonton kemarin) pastilah sudah banyak sekali yang membahasnya, maka aku akan sedikit membicarakan film kedua yang kutonton di film marathon kemarin, yaitu Dark Shadows.

Dark Shadows (2012)
*ya, memang poster yang jadul

Sutradara = Tim Burton
Cast = Johnny Depp, Eva Green, Michelle Pfeiffer, Helena B Carter, Chloe Moretz

Summary =
Adalah Barnabas Collins dan keluarganya, salah satu keluarga yang dahulu pertama melakukan migrasi ke Amerika dari Inggris. Membangun sebuah usaha perikanan dan sebuah kastil megah dan menjadi warga yang paling dihormati di kotanya.
Tapi salah seorang pelayan mereka, si Angelique memiliki cinta yang bertepuk sebelah tangan dengan Barnabas. Dia lalu mempelajari sihir, membuat hidup Barnabas jadi menderita dan sebatang kara, hingga terakhir mengutuknya jadi vampir dan membuat masyarakat menguburnya hingga ratusan tahun lamanya.
Cerita berlanjut ke tahun 90-an, dan sebuah penggalian tak sengaja membebaskan Barnabas dan mengembalikannya ke keluarganya, sehingga ia bisa menuntut pembalasan kepada Angelique, yang sekarang menjadi penguasa kota.

Review =
Aku sempat melihat ratingnya di internet sebelum pergi menonton film ini.. Tapi sebenarnya sungguh, aku sama sekali tidak peduli dengan rating yang diberikan orang-orang untuk film ini, sejak aku memang sepenuhnya adalah penggemar semua film-film Tim Burton, seaneh apapun bentuknya, serendah apapun ratingnya. (Ya, aku menonton film ini bukan karena Depp tapi karena Burton. Secara semua juga tahu bahwa Burton-Depp-Carter hampir tidak bisa dipisahkan).

Semua juga tahu bahwa film Tim Burton tidak diciptakan untuk semua orang. Hanya orang-orang "tertentu" dengan "keanehan" dan "selera humor" tertentu yang akan menyukai film Tim Burton. Dan memang terbukti, meskipun semua rating di internet itu hanya memberikan sedikit bintang untuk film ini, toh aku jauh lebih puas dan terhibur ketika dan setelah menonton film ini, daripada ketika menonton The Avengers yang baru saja selesai kutonton 15 menit sebelumnya. (semua juga tahu bahwa The Avengers mendapatkan rating tinggi di internet).

Film ini sungguh mengembalikan kepuasanku akan bagaimana sosok vampir seharusnya (yah.. kurang lebih lah), dan sosok penyihir yang sangat menarik. Dan baru kuakui disini, si gadis Bond, Eva Green adalah seorang aktris yang mampu berakting dengan sangat baik. Terutama gerak tubuhnya. (sebelumnya aku selalu merasa dia lebih menggunakan keindahan fisiknya daripada bermain watak)

Memang kuakui (seperti ditulis di beberapa review penonton) ini bukan film Burton yang terbaik. Dari segi cerita, bukan hal yang baru dan mungkin agak menimbulkan perasaan gimanaaa gitu, tapi lebih baik perhatian dialihkan pada obrolan-obrolan dan tingkah-tingkah tokohnya saja, yang jauh lebih menarik dan kuat daripada plot ceritanya. Dan aku sangat senang bisa bertemu lagi dengan Chloe Moretz, si gadis yang sudah mencuri hatiku sejak pertama kali menemukannya di Kick Ass.

Jadi, apakah kau sudah melihatnya? apakah kau berencana melihatnya? atau kau malah batal melihatnya?
Bagi pikiranmu juga! ;)


* * * end of review * * *

Sunday, May 20, 2012

Cat Lost : Beck


nama = Beck
ciri-ciri = kucing lokal berhidung mancung warna belang hitam putih dengan bagian perut putih bersih, berekor panjang, mata kuning agak kehijauan.
berat terakhir = 2 kg-an
umur = sekitar 8 bulan
aksesoris = kalung abu-abu dengan kerincing kuning.
terakhir terlihat di = perumahan pesona sendangadi, Mlati, Sleman.

Yeah, sudah hampir seminggu sejak kucingku Beck tidak balik ke rumah.


Rasanya masing terbayang-bayang mata bulatnya ketika melihatmu dengan begitu polosnya... dan bagaimana dia langsung datang ketika kamu panggil, atau ketika dia mengikutimu kemanaaapun kamu jalan di dalam rumah.

Aku bukan tipe yang mudah mengganti kucing.. Dan memang aku lebih suka dengan kucing lokal.


Awal-awal aku sering menghayal, seandainya malam itu aku mengejar Beck yang main keluar dan menyuruhnya masuk rumah lagi... Seandainya aku tidak menyerah dengan rasa kantuk... Seandainya "pintu" kucing tak kututup dua hari terakhir (yang mungkin membuat Beck ingin sekali keluar begitu dia bisa)


Kuharap perginya hanya karena mengejar betina..
Kuharap ada seseorang di luar sana yang merawat Beck sama seperti kami merawatnya. memberinya makan yang baik, dan memandikannya 2 minggu sekali, juga memberinya obat ketika dia sakit, dan mengajaknya bermain setiap hari.
Kuharap (seperti beberapa kasus yang kubaca di internet), aku akan mendapati lagi Beck pulang ke rumah ini.
..
...
dan hari ini satu-satunya piaraanku yang tersisa - ikan mas di dalam akuarium kecil - tak sengaja kubunuh semalam. *sigh

Benar-benar berdua lagi dengan suami.. 

Posting Update :
aku ga nyangka menyebarkan selebaran benar2 berhasil!
sekitar seminggu sejak hilang, akhirnya sebuah telepon berhasil mengembalikan Beck ke rumah.. dan ternyata selama ini dia kesasar di perumahan sebelah dan menginap di sebuah rumah yang memiliki seekor kucing persia jantan.. (dan selama seminggu itu juga dituduh sebagai betina).
Ahh.. leganyaaa

Tuesday, May 8, 2012

Memelihara Bayi Kelelawar

Adalah sebuah pengalaman, memiliki kesempatan untuk memelihara seekor bayi kelelawar, meskipun hanya sebentar.

Cerita bermula ketika suatu siang yang mendung, aku menemukan bayi kelelawar kecil ini, "terbengkalai" di salah satu ruangan di dalam rumah kontrakanku yang baru yang saat itu masih kosong. Lalu dipungutlah bayi kelelawar yang hanya sebesar ibu jari ini nempol di jempol suamiku.

Sangat kebetulan, bahwa hari sebelumnya aku baru saja menonton sebuah acara tentang orang-orang yang memiliki hewan piaraan yang tak biasa, membuatku berpikir, tak ada salahnya mengadopsi bayi kelelawar ini. Apalagi dia protes besar ketika hendak dilepaskan dari tangan suamiku. Aku ga tegaaa...

Akhirnya seharian itu si bayi kelelawar hanya nemplok saja di baju suamiku macam bros. Saat itu aku masih mencari-cari info tentang memelihara bayi keleawar.. dan teramat sangat susah ditemukan! Terlebih lagi dalam bahasa Indonesia. Informasi yang didapat selalu saja salah. Bahwa si bayi kelelawar harus dikasi makan buah (yang mana sangat tidak mungkin untuk bayi sekecil itu. Apalagi kelelawar sebenarnya ada juga yang pemakan serangga selain memang ada yang pemakan buah).

* sempat difoto - tampaknya sih jenis pemakan serangga
Informasi lebih terang didapatkan ketika aku mengganti keywordnya ke bahasa Inggris. Beberapa informasi ditemukan tentang cara memelihara bayi kelelawar, meskipun sebenarnya sangat tidak disarankan dan kamu diminta untuk segera mencari semacam badan rehabilitasi kelelawar terdekat. (oh, dan saya sama sekali tidak menemukannya di Yogyakarta!). Ataupun jika tidak memungkinkan, segala daya upaya untuk mempertemukan dengan induknya harus selalu dilakukan. Tapi setidaknya informasi yang kukumpulkan dari browsing-browsing ini membuatku berhasil mempertahankan hidup si bayi kelelawar yang kutemukan ini selama 3 hari, sebelum aku akhirnya berhasil mengembalikannya ke induk aslinya.

Bagaimana jika kamu menemukan bayi kelelawar?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...