intelectual property.

you are welcome to look, read, study, and learn. you are welcome to link/share it. you are welcome to quote or rewrite some of my post, but please don't forget to mention me/link my site.
but you are not allowed and please don't take any of the picture (with or without watermark) from this site without my permission.

Tuesday, September 17, 2013

Gatotkaca dan Superman 'terbang' di Mataram City

Hari minggu adalah hari untuk keluarga, setelah kemarin aku membuat orang mengikuti kegiatanku, tidak ada salahnya jika hari ini aku yang mengikuti kegiatan orang lain.

Baskara mengajakku ke acara Gatotkaca Mabur ing Mataram City, salah satu acara yang diselenggarakan oleh tempat pembangunan apartemen Mataram City, Sleman, Yogyakarta, 15 September 2013. 

Kenapa Baskara mengajak ke acara ini, tak lain karena Mapagama terlibat langsung dengan acaranya, baik dibalik layarnya dan juga performernya.. Jadi seperti yang sudah diketahui eratnya hubungan di dalam dunia per mapala-an berapapun angkatanmu, rasanya untuk Baskara ini seperti main ke tempat teman. :)

Gedung mataram city
si Gatotkaca 'terbang' dari puncak gedung yang tingginya 60 meter
sampai di bawah bertarung
dan setelah pertunjukan selesai, si gatotkaca 'dikunjungi' superman
yang juga 'terbang' dari puncak gedung
Acaranya sendiri biasa saja, kurang asyik dalam eksekusinya, dan terkesan minim budget... Tapi pergi kemanapun asal dengan Baskara mah ayuk aja... (ehem..ehem..)


Happy Sunday!!

:D

Monday, September 16, 2013

Workshop Knitting sekaligus Promo Buku dan Piknik

Kemarin tgl 14 September 2013 aku 'menculik' Irin dan Baskara untuk ikut jadwalku untuk workshop knitting sekaligus promo buku Kreasi Rajut Topi : 100% Knitting yang dijadwalkan penerbitku ke Solo.

Dijemput editor jam 8 pagi, kami berkendara dalam mobil selama 2 jam dari Jogja untuk ke Taman Balekambang Solo. Sebuah taman yang bikin aku jadi rada ngiri sama Solo karena Jogja ga punya city park macam gini.. Sampai di TKP sudah banyak yang menunggu dan workhop berjalan dengan manis dan lancar bareng komunitas Klepon disana. :)







* * *
Selesai workshop, setelah ambil napas sebentar, kami langsung meluncur ke Gramedia Surakarta (yang letaknya jadi satu dengan Bentara Budaya), lalu acara ngobrolin buku plus sedikit workshop berlangsunglah..



Tapi namanya ke Gramedia, ngga mungkin ngga mampir ke pojokan diskonnya.. alhasil jadi membawa pulang sepeluk buku anak-anak bagus yang diobral hanya dengan harga 5000an!! - ah.. koleksi buku anak di Poyeng jadi nambah deh. :) -

Pulang sampai Jogja sekitar habis Isya, habis makan malam langsung tepar sampai pagi..
...
Tenggorokan kering juga ngomong seharian kemarin..



Have a nice day!!

:D

Wednesday, September 11, 2013

Festival Museum 2013 di PKKH UGM

Tanggal 8-12 September 2013, Festival museum yang diselenggarakan secara tahunan, diselenggarakan di PKKH (dulu purna budaya) UGM. Disemarakkan oleh 40 museum seluruh Indonesia, event ini jadi kesempatan yang bagus untuk bisa mengunjungi banyak museum dalam satu kali jalan!!

Penyambut di Festival Museum 2013
bahan-bahan pembuat warna batik dari Museum Batik
Karakter berukuran manusia Garuda, dari Museum Garuda
Wayang tokoh nasional masih dari Museum Garuda
sabak, alat tulis jaman dulu
Keris berukir
cap pos dari Museum Pos Indonesia
Al-Qur'an terkecil, dari koleksi Museum Istiqlal
dapat souvenir gantungan kunci Borobudur :)
kalo yang ini hasil 'jajan' di booth crafter di pelataran Festival :p

Jika tidak ada pemandu, jangan lupa bahwa pameran ini diselenggarakan dalam 2 ruangan. satu ruangan aula yang belok kiri dari pintu masuk, satunya lagi gedung 2 lantai yang belok kanan setelah pintu masuk. Mayoritas museum yang posisi aslinya tidak di Jogja ada di gedung 2 lantai ini. :)

Ayo jalan-jalan!!

:D

Thursday, September 5, 2013

Me featured on local newspaper media

Di blog Poyeng, setiap kali Poyeng diliput aku selalu menyempatkan diri untuk mendokumentasikannya dalam sebuah postingan.. Tapi memang sih jika yang dibicarakan hanya aku-nya saja, artikel itu akan kusimpan saja di map.

Tapi, sepertinya lebih baik mendokumentasikannya juga disini, supaya aku tidak lupa, dan juga jaga-jaga kalau aku lupa dimana aku menaruh map berisi artikel-artikel itu.. (dasar pelupa)

Satu artikel (yang paling pertama kudapat) sudah terlanjur ikut kudokumentasikan ke blog Poyeng, jadi disini aku mendokumentasikan sisanya saja..

*Minggu Pagi, 1 Oktober 2011
*harian jogja 6 maret 2013
(ketika sedang menulis ini, aku tak bisa berhenti berpikir bahwa ini adalah sungguh contoh narsis tak ketulungan...*helpppp )


Have a nice day!!

:D

Wednesday, August 28, 2013

Akhirnya daftar Bloglovin juga

Akhirnya ikutan juga bikin akun bloglovin.

Lebih karena kebutuhan sih... Gara-gara kemarin blogwalking dan menemukan beberapa blog menarik yang karena formatnya wordpress tidak bisa di follow pakai cara yang biasa kupakai jika aku follow blogspot.
Sementara aku lumayan terganggu jika terus mendapatkan email berisi update blog yang masuk inbox gara-gara follow via email di blog wordpress..

Dan kutemukan jika mau follow via bloglovin, berarti harus bikin akun dulu..
Ya sudah, akhirnya aku bikin akun, sekalian claim blog-blogku supaya aku bisa menambahkan button di sidebar blog-blogku. :)

Follow my blog with Bloglovin


Selain memang merawat 2 blog craft ku yang lain, blog ini sebenarnya sudah lama terbengkalai karena isu aku yang terlalu bingung mau mengisinya dengan postingan apa. Sementara aku mendapati bahwa merawat blog dengan isi yang beragam dan lebih berbau personal macam ini justru lebih sulit daripada merawat blog yang khusus dengan tema tertentu dan tidak melibatkan sisi personal terlalu dalam. (Aku salut dengan semua personal blogger diluar sana!!)

Mau diisi hal-hal sehari-hari aku malah bingung sendiri karena kegiatanku lumayan monoton, tidak pernah keluar rumah dan traveling.. Mau diisi fashion, bajuku itu-itu saja.. Mau diisi cerita sehari-hari, yang ada pasti bakalan aneh dan membosankan karena selain cara nulisku yang kaku dan ga asyik memang ga ada yang bisa diceritakan (yeah, i am a couch potato!)... Mau diisi resensi buku dan film, entahlah apa aku bisa... hahaha.. 

Tapi aku akan berusaha buat mengisi blog ini secara regular, dan semoga dengan isi yang cukup bermanfaat..  Dan semoga kalian bisa bertahan bersamaku merawat blog ini. Hehehe...


Have a nice day!!

:D

Friday, August 23, 2013

Giveaway : Voucher buat daftar kelas di Canon school

Setelah selama ini bermain dengan kamera smartphone dan kamera pocket, akhirnya aku sekarang bisa juga punya kamera DSLRku sendiri... (harus belajar dulu karena aku benar-benar baru dalam hal memakai kamera seperti ini)
Hadiah ulang tahun dari suami yang sudah diincer dari tahun kemarin... :p

Rencananya kamera ini selain jadi properti untuk memfoto produk Poyeng, juga dipakai sebagai properti untuk kami mendokumentasikan ketika kami jalan-jalan. (selama ini memotret selama perjalanan memakai kamera smartphone kadang bikin emosi juga, apalagi kalau sedang diatas mobil, gelap, dan obyeknya keburu pergi - buka aplikasi kamera di hape bootingnya lamaa! - )

btw, di dalam paket tenyata aku juga mendapatkan sebuah voucher dari Canon School of Photography senilai 800 ribu yang sayangnya karena bertempat di Kemayoran, Jakarta tidak akan bisa kupakai sendiri, dan karenanya akan kuberikan kepada siapapun yang mau. Voucher ini berlaku hingga 31 Juli 2014


Siapa yang komen pertama, dia yang dapat.

Syaratnya :

  • domisili di Jakarta
  • kayaknya mesti punya akses ke DSLR Canon yang nanti bakal dipakai praktik di kelas (punya sendiri atau minjem mungkin :p)
  • dan komen saja di bawah postingan ini.. Komen yang disertai nama lengkap, alamat lengkap, dan nomor telp untuk keperluan pengiriman adalah yang dianggap valid. Karena voucher akan dikirim kedalam amplop via pos pake perangko. 
  • note = komen yang masuk tidak akan kelihatan karena akan masuk ke moderation list blog. 

Aku harap voucher ini jadi lebih berguna di tangan orang lain yang ingin memakainya, daripada jadi kadaluarsa di rak bukuku.


Salam!!

:D

Saturday, August 17, 2013

Mudik 2013 bareng Ducky (Photo report)

Mudik tahun ini kami tidak pusing-pusing cari tiket travel, tapi kami perdana mengajak Ducky si VW kombi. Aku sebagai penumpang dan tentu saja suamiku sebagai driver handalnya. :P
Ini adalah sebagian kecil photo report dari perjalanan tersebut.


bawaan mudik itu termasuk bantal dan selimut sendiri,
karena kamu tak tahu akan tidur dimana :p

Ada kebiasaan pedagang di Purbalingga menaikkan harga ketika lebaran,
bahkan terjadi juga dengan Sroto langganan dari masa kecil ini...

Alun-alun Purbalingga di malam hari, ramai oleh warga
yang menikmati malam bersama teman atau keluarga.

menemukan kamera rusak merk Kenon di rumah!!


12 Agustus 2013 kami melakukan perjalanan dari Purbalingga menuju Yogyakarta melewati Wonosobo,
dan mampir untuk makan dan istirahat di Waroeng Djoglo.
Foto ini diambil di pelataran parkirnya yang memiliki pemandangan bersih ke arah Gunung Sumbing.

Kami istirahat sejenak di tengah perjalanan,
berhenti di Wonosobo selama beberapa jam.

12 Agustus 2013, Hari itu langit sangat cerah,
terlihat Gunung Sumbing Wonosobo yang bersih tanpa tertutup awan sama sekali.

Terlihat di background belakang adalah Gunung Sindoro
 yang juga bersih dari awan, pada 12 Agustus 2013

Pada akhirnya setelah menempuh perjalanan panjang melewati banyak jalan berlubang dan polisi tidur yang agak-agak ga manusiawi, Ducky pulang membawa bunyi 'cit cit' di bawah kursi depan dan velg yang retak satu. Hahahaha.



Monday, August 5, 2013

Mini Restoration Ducky: DIY Identitas luar, Korden, dan Kursi

Setelah sebelumnya kami membetulkan semua bengkok di velg Ducky, dan beberapa saat lalu Baskara berhasil mengganti sendiri kabel injakan gas yang putus, dan menyetel gas ke posisi yang seharusnya, Ducky kami bawa naik bukit tinggi ke Samigaluh, Kulonprogo untuk mengetes seberapa kuat dia naik turun bukit tinggi. And he made us very proud!!
* ini bukan nyungsep lho.. 
* * *
Btw, terlalu banyak melihat gambar di google ternyata membuat aku jadi berkhayal terlalu tinggi dalam merubah interior Ducky.. ingin nambahin meja lah, kursi lah, lemari lah, kasur lah... tapi pada kenyataannya, di luar sana lebih mudah mendapatkan furnitur kombi yang sudah lengkap dan tinggal beli dan pasang saja, bahkan cari yang seken pun mudah. Sementara disini, ingin begitu sama artinya dengan harus membuat sendiri. Dan pada akhirnya aku melepaskan semua khayalan itu kecuali satu, suatu saat aku akan mendapatkan (membuat?) rock-n-roll bed untuk kombiku. yeah, someday... .


Akhirnya proyek dimulai dengan mencopot semua 'sampah' stiker di body mobil, dan menggantinya dengan stiker identitasku sendiri. Aku membuat desainnya dengan sederhana (secara aku ga bisa desain) lalu memesannya untuk dijadikan stiker mobil.

* korden bawaan dan kursi yg masih kulit belum dikasi penutup (maap ada modelnya... hehe)
Langkah kedua adalah mengganti korden dalam yang plain dan berbahan silky itu dengan korden yang berbahan dan berwarna lebih menyenangkan :
1. Aku membeli kain ukuran 2mx1.8m tenun murah motif tartan di Beringharjo dengan harga hanya 35 ribu rupiah.
2. Lalu membawanya ke tukang jahit untuk dipotong dan ditutup pinggirannya dengan woolsum dengan biaya 50 ribu rupiah (sisa kain kujadikan sarung bantal kecil).
3. Lalu aku pergi ke toko alat kerajinan, aku membeli mata ayam sekalian alatnya, juga ring yang biasa untuk gantungan kunci kecil.

* bagian kursi sudah ditutup
Setelah korden diganti dan dipasang (meskipun sebenarnya belum selesai benar, karena aku melupakan bagian pengikatnya, dan akhirnya memakai dari korden lama seadanya), aku beralih ke kursi. Kenapa aku tidak membiarkannya saja? Karena sofa kulit menempel di kulitku kalau aku berbaring terlalu lama diatasnya! Jadi aku membuat penutup saja diatasnya. Awalnya aku ingin membuat penutup kursi full rajutan, tapi tampaknya niatku memudar belakangan, padahal benang sudah di tangan.. hahaha.

1. Mengaduk-aduk lemari, aku menemukan 2 kain tenun lurik yang sudah lama di lemari dan tidak juga dipakai menjadi apapun,
2. yang warna gelap berukuran 3mx0.7m kupotong jadi tiga dan cukup untuk menutupi bagian dudukan kursi.
3. Yang merah berukuran lebih kecil akhirnya kulipat dan kupakai untuk menutup bagian sandaran kursi belakang.
4. Lalu bagaimana cara memasangnya secara aku hanya bisa jahit tangan? Untuk tepi-tepi potongannya mau tak mau aku menjahit keliman agar serabut kain tidak keluar.
5. Untuk mengikatkannya ke kursi, aku memakai webbing/tali tas dan kepala ikat pinggang kecil.

* penutup Jok lurik, korden dan bantal kecil motif kotak2 handmade, teddy bear knitting bernama Genji :p 


@ajeng_poyeng

Thursday, August 1, 2013

Introduction : Please meet Ducky

Dari dulu aku sudah berpikir akan memiliki sebuah kombi suatu saat nanti. Tapi aku tak pernah menyangka bahwa akan lebih cepat dari perkiraanku dan akan menggunakannya sebagai mobil utama. Karena dalam khayalanku dulu, kombiku nanti akan menjadi semacam klangenan di rumah nanti. Tapi ternyata tampaknya apa yang terjadi berbeda.

Kombi terpikirkan dengan cara yang tiba-tiba dalam suatu keadaan yang penuh emosi. Mobil bak terbuka seken yang kupunyai dulu selalu saja mogok setiap hari dan memakan pembiayaan yang tinggi. Dan ketika aku bertanya dan dua laki-laki di keluargaku menyatakan bahwa memelihara vw kombi malah jauh lebih mudah dan hemat daripada memelihara bak terbuka kami yang dulu, dengan tanpa pikir panjang lagi aku langsung berusaha secepatnya menukarkan mobil itu dengan sebuah kombi. Dan bertemulah kami dengan Ducky. Aku ga tahu sih namanya dia sebelumnya siapa, ini nama yang kuberikan setelah dia jadi anggota keluarga kami. :p

Ini adalah pengalaman pertama kami memelihara sebuah VW kombi. Sebuah mobil yang tidak hanya sekedar tumpangan, karena seperti halnya sebuah hobi, kami tanpa sadar juga sudah membeli komunitas dalam paketnya. Sebagai mobil tua yang sangat populer, VW memiliki forum dan komunitas di penjuru dunia. Dan dari browsing sana-sini lah kami sebagai pemula, belajar untuk memelihara si tua yang manis ini.

Seperti halnya di Poyeng, aku dan suamiku bagi tugas. Baskara memelihara bagian exterior dan mesin (hal yang memang aku sama sekali tidak mengerti), dan aku memelihara bagian kenyamanan interiornya. Sampai sekarang pun baskara masih terus belajar untuk semakin memahami cara kerja Ducky, dan berusaha mencari ilmu dari berbagai sumber. Aku? Juga dengan melihat dari berbagai sumber, belajar untuk merestorasi supaya sedikit demi sedikit Ducky berubah menjadi kendaraan yang nyaman untuk tempat camping. Dengan budget yang seminim mungkin dan bagaimanapun caranya kukerjakan sendiri.

Harapan kami adalah, kami nanti bisa membawa Ducky kemanapun, ke pantai ataupun gunung, dan kita bisa mendadak berhenti semau kami, dan lalu camping di mobil semau kami pula.

Seri Postingan "Mini Restoration Ducky" ini akan menjadi semacam dokumentasiku dalam perubahan yang terjadi di interior Ducky (dan pertumbuhan perlengkapan yang menyertainya), meskipun aku terlupa mengambil foto kondisi asli bagian dalamnya ketika Ducky datang, tapi untungnya perjalananku belum jauh :p


Nama = Ducky
Merk = Volkswagen
Seri = T2 Brazilian bay
Year = 1981
Keterangan = Setir kanan
Warna = Biru langit dengan sedikit variasi putih di bagian list jendela luarnya

nice to meet u :)
* * *

Sunday, July 7, 2013

Cerita tentang sudut untuk menginap itu.

Mungkin semuanya dimulai ketika aku kecil dan masih tinggal dengan nenekku.
Rumah nenekku dulu tepat berada di paling ujung jalan. Kiri, depan, dan belakangnya sudah berupa lahan persawahan yang luas. Rumah nenekku berada di jalur jika kamu ingin naik ke pemandian air panas Bayanan. Sebuah jalur yang cukup ramai.

Dulu kadang kala ada musafir yang tiba-tiba mengetuk pintu untuk memakai ruang depan rumah yang biasanya untuk kursi tamu sebagai tempat bermalam. Memang sih tidak begitu sering, tapi tampaknya apa yang kulihat ketika kecil itu sungguh berkesan.
Sejak itu aku selalu berpikiran jika aku punya tempat sendiri nanti, aku akan selalu membuka pintu dan menyediaan tempat untuk teman yang butuh tempat bermalam.

And really.. What a loong wayy... Sebuah keinginan dari seseorang yang sebenarnya tak mudah memasukkan orang baru ke kehidupan pribadi. Kepercayaan membiarkan seseorang masuk tempat tinggal pribadi adalah sebuah hal yang besar. Tapi aku selalu merasa bisa berbagi itu hal yang menyenangkan. :-)

Dimulai dari kadang teman suami dari luar kota yang menginap di ruang tamu karena kami tak punya kamar extra, hingga sekarang kami benar-benar punya 1 kamar ekstra. (yang menyenangkan menyisihkannya karena benar-benar terpakai) Kadang dipakai asisten poyeng yang butuh tempat bermalam, dan juga jika orang tua mungkin ingin berkunjung dan menginap.


Yap, memang bukan kamar hotel, hanya ada kasur dengan 1 bantal dn 1 guling, tak ada lemari, dan bahkan ada tumpukan benang memenuhi sudut ruangan.. Tak ada fasilitas apapun, tak ada free breakfast, tak ada kamar mandi pribadi, dan tak ada antar jemput dan fasilitas transport, bahkan kadang kami tak bisa ada di rumah untuk menemani, tapi rumah kami akan selalu terbuka untuk teman yang membutuhkan tempat untuk bermalam.


:)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...