intelectual property.

you are welcome to look, read, study, and learn. you are welcome to link/share it. you are welcome to quote or rewrite some of my post, but please don't forget to mention me/link my site.
but you are not allowed and please don't take any of the picture (with or without watermark) from this site without my permission.

Friday, August 23, 2013

Giveaway : Voucher buat daftar kelas di Canon school

Setelah selama ini bermain dengan kamera smartphone dan kamera pocket, akhirnya aku sekarang bisa juga punya kamera DSLRku sendiri... (harus belajar dulu karena aku benar-benar baru dalam hal memakai kamera seperti ini)
Hadiah ulang tahun dari suami yang sudah diincer dari tahun kemarin... :p

Rencananya kamera ini selain jadi properti untuk memfoto produk Poyeng, juga dipakai sebagai properti untuk kami mendokumentasikan ketika kami jalan-jalan. (selama ini memotret selama perjalanan memakai kamera smartphone kadang bikin emosi juga, apalagi kalau sedang diatas mobil, gelap, dan obyeknya keburu pergi - buka aplikasi kamera di hape bootingnya lamaa! - )

btw, di dalam paket tenyata aku juga mendapatkan sebuah voucher dari Canon School of Photography senilai 800 ribu yang sayangnya karena bertempat di Kemayoran, Jakarta tidak akan bisa kupakai sendiri, dan karenanya akan kuberikan kepada siapapun yang mau. Voucher ini berlaku hingga 31 Juli 2014


Siapa yang komen pertama, dia yang dapat.

Syaratnya :

  • domisili di Jakarta
  • kayaknya mesti punya akses ke DSLR Canon yang nanti bakal dipakai praktik di kelas (punya sendiri atau minjem mungkin :p)
  • dan komen saja di bawah postingan ini.. Komen yang disertai nama lengkap, alamat lengkap, dan nomor telp untuk keperluan pengiriman adalah yang dianggap valid. Karena voucher akan dikirim kedalam amplop via pos pake perangko. 
  • note = komen yang masuk tidak akan kelihatan karena akan masuk ke moderation list blog. 

Aku harap voucher ini jadi lebih berguna di tangan orang lain yang ingin memakainya, daripada jadi kadaluarsa di rak bukuku.


Salam!!

:D

Saturday, August 17, 2013

Mudik 2013 bareng Ducky (Photo report)

Mudik tahun ini kami tidak pusing-pusing cari tiket travel, tapi kami perdana mengajak Ducky si VW kombi. Aku sebagai penumpang dan tentu saja suamiku sebagai driver handalnya. :P
Ini adalah sebagian kecil photo report dari perjalanan tersebut.


bawaan mudik itu termasuk bantal dan selimut sendiri,
karena kamu tak tahu akan tidur dimana :p

Ada kebiasaan pedagang di Purbalingga menaikkan harga ketika lebaran,
bahkan terjadi juga dengan Sroto langganan dari masa kecil ini...

Alun-alun Purbalingga di malam hari, ramai oleh warga
yang menikmati malam bersama teman atau keluarga.

menemukan kamera rusak merk Kenon di rumah!!


12 Agustus 2013 kami melakukan perjalanan dari Purbalingga menuju Yogyakarta melewati Wonosobo,
dan mampir untuk makan dan istirahat di Waroeng Djoglo.
Foto ini diambil di pelataran parkirnya yang memiliki pemandangan bersih ke arah Gunung Sumbing.

Kami istirahat sejenak di tengah perjalanan,
berhenti di Wonosobo selama beberapa jam.

12 Agustus 2013, Hari itu langit sangat cerah,
terlihat Gunung Sumbing Wonosobo yang bersih tanpa tertutup awan sama sekali.

Terlihat di background belakang adalah Gunung Sindoro
 yang juga bersih dari awan, pada 12 Agustus 2013

Pada akhirnya setelah menempuh perjalanan panjang melewati banyak jalan berlubang dan polisi tidur yang agak-agak ga manusiawi, Ducky pulang membawa bunyi 'cit cit' di bawah kursi depan dan velg yang retak satu. Hahahaha.



Monday, August 5, 2013

Mini Restoration Ducky: DIY Identitas luar, Korden, dan Kursi

Setelah sebelumnya kami membetulkan semua bengkok di velg Ducky, dan beberapa saat lalu Baskara berhasil mengganti sendiri kabel injakan gas yang putus, dan menyetel gas ke posisi yang seharusnya, Ducky kami bawa naik bukit tinggi ke Samigaluh, Kulonprogo untuk mengetes seberapa kuat dia naik turun bukit tinggi. And he made us very proud!!
* ini bukan nyungsep lho.. 
* * *
Btw, terlalu banyak melihat gambar di google ternyata membuat aku jadi berkhayal terlalu tinggi dalam merubah interior Ducky.. ingin nambahin meja lah, kursi lah, lemari lah, kasur lah... tapi pada kenyataannya, di luar sana lebih mudah mendapatkan furnitur kombi yang sudah lengkap dan tinggal beli dan pasang saja, bahkan cari yang seken pun mudah. Sementara disini, ingin begitu sama artinya dengan harus membuat sendiri. Dan pada akhirnya aku melepaskan semua khayalan itu kecuali satu, suatu saat aku akan mendapatkan (membuat?) rock-n-roll bed untuk kombiku. yeah, someday... .


Akhirnya proyek dimulai dengan mencopot semua 'sampah' stiker di body mobil, dan menggantinya dengan stiker identitasku sendiri. Aku membuat desainnya dengan sederhana (secara aku ga bisa desain) lalu memesannya untuk dijadikan stiker mobil.

* korden bawaan dan kursi yg masih kulit belum dikasi penutup (maap ada modelnya... hehe)
Langkah kedua adalah mengganti korden dalam yang plain dan berbahan silky itu dengan korden yang berbahan dan berwarna lebih menyenangkan :
1. Aku membeli kain ukuran 2mx1.8m tenun murah motif tartan di Beringharjo dengan harga hanya 35 ribu rupiah.
2. Lalu membawanya ke tukang jahit untuk dipotong dan ditutup pinggirannya dengan woolsum dengan biaya 50 ribu rupiah (sisa kain kujadikan sarung bantal kecil).
3. Lalu aku pergi ke toko alat kerajinan, aku membeli mata ayam sekalian alatnya, juga ring yang biasa untuk gantungan kunci kecil.

* bagian kursi sudah ditutup
Setelah korden diganti dan dipasang (meskipun sebenarnya belum selesai benar, karena aku melupakan bagian pengikatnya, dan akhirnya memakai dari korden lama seadanya), aku beralih ke kursi. Kenapa aku tidak membiarkannya saja? Karena sofa kulit menempel di kulitku kalau aku berbaring terlalu lama diatasnya! Jadi aku membuat penutup saja diatasnya. Awalnya aku ingin membuat penutup kursi full rajutan, tapi tampaknya niatku memudar belakangan, padahal benang sudah di tangan.. hahaha.

1. Mengaduk-aduk lemari, aku menemukan 2 kain tenun lurik yang sudah lama di lemari dan tidak juga dipakai menjadi apapun,
2. yang warna gelap berukuran 3mx0.7m kupotong jadi tiga dan cukup untuk menutupi bagian dudukan kursi.
3. Yang merah berukuran lebih kecil akhirnya kulipat dan kupakai untuk menutup bagian sandaran kursi belakang.
4. Lalu bagaimana cara memasangnya secara aku hanya bisa jahit tangan? Untuk tepi-tepi potongannya mau tak mau aku menjahit keliman agar serabut kain tidak keluar.
5. Untuk mengikatkannya ke kursi, aku memakai webbing/tali tas dan kepala ikat pinggang kecil.

* penutup Jok lurik, korden dan bantal kecil motif kotak2 handmade, teddy bear knitting bernama Genji :p 


@ajeng_poyeng

Thursday, August 1, 2013

Introduction : Please meet Ducky

Dari dulu aku sudah berpikir akan memiliki sebuah kombi suatu saat nanti. Tapi aku tak pernah menyangka bahwa akan lebih cepat dari perkiraanku dan akan menggunakannya sebagai mobil utama. Karena dalam khayalanku dulu, kombiku nanti akan menjadi semacam klangenan di rumah nanti. Tapi ternyata tampaknya apa yang terjadi berbeda.

Kombi terpikirkan dengan cara yang tiba-tiba dalam suatu keadaan yang penuh emosi. Mobil bak terbuka seken yang kupunyai dulu selalu saja mogok setiap hari dan memakan pembiayaan yang tinggi. Dan ketika aku bertanya dan dua laki-laki di keluargaku menyatakan bahwa memelihara vw kombi malah jauh lebih mudah dan hemat daripada memelihara bak terbuka kami yang dulu, dengan tanpa pikir panjang lagi aku langsung berusaha secepatnya menukarkan mobil itu dengan sebuah kombi. Dan bertemulah kami dengan Ducky. Aku ga tahu sih namanya dia sebelumnya siapa, ini nama yang kuberikan setelah dia jadi anggota keluarga kami. :p

Ini adalah pengalaman pertama kami memelihara sebuah VW kombi. Sebuah mobil yang tidak hanya sekedar tumpangan, karena seperti halnya sebuah hobi, kami tanpa sadar juga sudah membeli komunitas dalam paketnya. Sebagai mobil tua yang sangat populer, VW memiliki forum dan komunitas di penjuru dunia. Dan dari browsing sana-sini lah kami sebagai pemula, belajar untuk memelihara si tua yang manis ini.

Seperti halnya di Poyeng, aku dan suamiku bagi tugas. Baskara memelihara bagian exterior dan mesin (hal yang memang aku sama sekali tidak mengerti), dan aku memelihara bagian kenyamanan interiornya. Sampai sekarang pun baskara masih terus belajar untuk semakin memahami cara kerja Ducky, dan berusaha mencari ilmu dari berbagai sumber. Aku? Juga dengan melihat dari berbagai sumber, belajar untuk merestorasi supaya sedikit demi sedikit Ducky berubah menjadi kendaraan yang nyaman untuk tempat camping. Dengan budget yang seminim mungkin dan bagaimanapun caranya kukerjakan sendiri.

Harapan kami adalah, kami nanti bisa membawa Ducky kemanapun, ke pantai ataupun gunung, dan kita bisa mendadak berhenti semau kami, dan lalu camping di mobil semau kami pula.

Seri Postingan "Mini Restoration Ducky" ini akan menjadi semacam dokumentasiku dalam perubahan yang terjadi di interior Ducky (dan pertumbuhan perlengkapan yang menyertainya), meskipun aku terlupa mengambil foto kondisi asli bagian dalamnya ketika Ducky datang, tapi untungnya perjalananku belum jauh :p


Nama = Ducky
Merk = Volkswagen
Seri = T2 Brazilian bay
Year = 1981
Keterangan = Setir kanan
Warna = Biru langit dengan sedikit variasi putih di bagian list jendela luarnya

nice to meet u :)
* * *
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...