intelectual property.

you are welcome to look, read, study, and learn. you are welcome to link/share it. you are welcome to quote or rewrite some of my post, but please don't forget to mention me/link my site.
but you are not allowed and please don't take any of the picture (with or without watermark) from this site without my permission.

Friday, December 14, 2012

Sedikit celoteh tentang film Life of Pi


Note : ini hanyalah celotehan saya saja mengenai pengalaman menonton film, jadi mohon jangan kecewa kalo kamu mungkin ga menemukan sinopsis dari filmnya sendiri.

Movie : Life of Pi (2012)
Sutradara : Ang Lee
Fox 2000 Pictures





Aku sudah lama tidak membeli buku diluar buku merajut. Cukup lama untuk jadi satu orang yang tak pernah mendengar tentang "Life of Pi" sebelum aku menonton filmnya tadi.

Dan okay... Satu faktor yang bikin aku mati-matian menyempatkan nonton di kesibukan harian yang aduhai, adalah karena Colin Morgan menyebutkan "Life of Pi" sebagai salah satu buku favoritnya. Make me wonder.. What the beauty about it?
Tentu saja ditambah dengan rating imdb yang diatas 8 meskipun aktor utamanya bukan bintang terkenal, dan sutradara dengan portfolio yang tak perlu diragukan. (kalo enggak sih mungkin aku langsung pilih skip ke bukunya langsung saja kan?)

Aku selalu percaya buku asli akan selalu lebih bagus daripada film adaptasinya (satu-satunya anomali adalah "How to Train your Dragon" yang justru terbalik), oleh karenanya film ini akan menentukan semua apakah akhirnya aku akan mau mengorbankan jatah bukuku bulan ini bukan untuk beli buku tajut tapi untuk novel ini.
And fortunately, it's worth! (buku rajut.. Tunggu bulan depan lagi ya.. Hikz)

...
Ok.. Aku akan bahas sedikit tentang pengalamanku selama nonton..
Sisihkan tentang memakai otak terlalu banyak untuk berfikir dan mengikuti isi film melalui dialog, karena seperti membuka lembaran graphic novel full color dengan imajinasi dan pewarnaan yang cantik. Dialog adalah narasi pendukung, dan visualmu yang akan menuntunmu menikmati isi film ini.
Indah dari detik pertama! (dengan real 3D tentunya, meskipun aku sebenarnya lebih suka nonton film tanpa harus pakai kacamata hitam di ruangan yang sudah gelap). Imajinasi visual film ini "liar". Membuatku ingin membandingkannya dengan yang di buku yang apakah akan lebih liar.
Karena nonton film ini, aku jadi sungguhan percaya National Geographic bilang bahwa manusia baru melakukan eksplorasi 5% dari keseluruhan samudra.

(warning : this sentence below maybe contain spoiler)
Seperti Dora the Explorer bilang, bagian mana yang kau sukai?
Untukku pribadi, most shocking moment adalah ketika aku seketika langsung menyadari bentuk asli dari pulau mengambang itu ketika disorot dari jauh.
Dunia penuh dengan keajaiban. Tak ada yang tak mungkin (apalagi jika itu berhubungan dengan alam) meskipun itu mungkin begitu berlawanan dengan akal sehatmu.
...

Happy watching!
;)

Wednesday, October 24, 2012

Apakah aku sudah cukup baik?


Dulu ketika aku lebih muda dan lugu, aku selalu bangga dengan kelugasanku, tak merasa sungkan mengatakan apa yang sedang kupikirkan. Karena aku percaya itu yang terbaik. Dan akupun tak begitu peduli dengan semua resikonya.

Tapi itu dulu. Ketika aku hanya hidup untukku sendiri. Ketika aku masih orang bebal yang tak mengerti perasaan orang lain, bahkan orang yang kuanggap penting. Ketika yang ada di hidupku hanya aku dan khayalanku sendiri. Dan permasalahan dalam hidupku hanyalah kegalauan khas pubertas remaja.

Tapi sekarang semua sudah berbeda. Waktu terbukti memang berperan sungguh dalam pendewasaan diri. Dan tampaknya fungsi manusia sebagai makhluk sosial lebih berperan dalam kehidupan sehari-hariku.
Dari mengenal dan berhubungan dengan lebih banyak orang, aku yang sekarang sudah lebih bisa menjaga perasaan orang lain lewat perkataan dan perbuatan.

Aku adalah tipe orang yang memperlakukan orang lain dengan cara seperti aku ingin diperlakukan oleh orang lain. Juga seringkali mempertimbangkan suatu kemungkinan berdasarkan apakah aku bisa melakukannya atau tidak jika berada di situasi yang sama.

Itulah mengapa aku jadi senewen setengah mati jika bertemu orang yang menuntut banyak darimu, tapi dirinya sendiri tak mampu/mau memenuhi bagian kewajiban setelah tuntutannya dipenuhi. Atau yah.. Sekedar melaksanakan apa yang sudah dikatakannya.
Atau jika ada orang yang menyalahkanmu atau merepotkanmu untuk kesalahannya atau kemalasannya sendiri.

Dan yang lebih menyebalkan sebenarnya adalah:
Apa yang kau tulis/ucapkan untuk mereka jadi berbeda dengan apa yang sebenarnya ada di pikiranmu.

Aku bagai mengkhianati diriku sendiri dengan tidak lugas. Dan hal ini sungguh menggerogoti mentalku karena aku merasa mengalami kemunduran dalam hidup! Karena menyimpan sendiri kritik yang sebenarnya penting untuk pendewasaan seseorang hanya karena sangat ingin menjaga perasaan mereka. Dan berakhir dengan diam-diam aku jadi tidak bisa mempercayai mereka dan enggan memperdalam hubungan. Ini bukan suatu hal yang menyenangkan buatku.

Please, jangan hanya meminta orang lain berada di sepatumu. Cobalah sepatu orang lain juga.
Please, perlakukanlah orang lain seperti kau ingin diperlakukan.

Apakah adil jika kamu ingin diperlakukan dengan baik tapi memperlakukan orang lain dengan buruk?

Dalam menjalin hubungan dengan orang baru yg belum kau kenal/tahu, berbicaralah dengan sopan dan penuhi janji yang sudah kau ucapkan. Jangan memberi harapan palsu atau basa-basi. Jangan merepotkan orang lain untuk hal yang bisa kau lakukan sendiri, dan jangan melakukan sesuatu dengan niat jahat sebagai dasarnya. Sebagai gantinya, yakin pasti kau akan dihormati dan tak disepelekan.

Aku tahu kok, ini instropeksi untukku sendiri juga. ^ ^

Mungkin ada baiknya sekali-kali kita bertanya pada orang disekitar kita, bagaimana sebenarnya kelakuan dan sifat kita menurut pandangan mereka. Apakah kita sungguh sudah menjadi orang yang baik seperti perkiraan kita? Apakah benar semua orang yang berhubungan dengan kita merasa beruntung dan senang berhubungan dengan kita?


Monday, October 15, 2012

Keluarlah dari tempurungmu, Beredarlah ;)


Beberapa lama yang lalu aku sempat mengalami kebosanan.. Bingung karena tampaknya hidup sudah mentok. Dengan rutinitas yang sama. Tak ada tempat untuk berkembang.
Tapi apakah benar begitu?

Tampaknya itu hanyalah kebodohanku semata. Melihat dunia dalam kacamata kuda. Kesalahan bodoh yang tanpa sadar selalu saja terulang.

Karena jika mau sedikiit saja melangkahkan kaki keluar, membuka sedikit kacamata kudamu (aku ga yakin berani bilang melepaskannya), kau akan menemukan kembali jantungmu berdetak lebih cepat dan napasmu memburu karena bersemangat.

Keluar dari tempurungmu sedikit saja dan kau bisa melihat banyak sekali orang hebat di luar sana.
Ya, memang untukku mendongak ke atas selalu dapat mengembalikan semangatku dan menghidupkan kembali mimpi-mimpiku (bersamaan dengan membuat sedikit jadi depresi karena teingat kembali bahwa dirimu itu masih bukan siapa-siapa. LOL)

Tapi manusia hanyalah setitik debu di jagat raya, hidup di bumi hanyalah sebentar saja, akan sangat tersia-sia jika kamu tak berani keluar dari zona nyamanmu, jika kamu tidak melangkah keluar melihat dunia yang mungkin asing bagimu, jika kamu tak mengambil semua kesempatan yang mnurutmu bagus untukmu-seaneh apapun itu kedengarannya, atau meskipun itu akan membuatmu repot dan tidak nyaman.
Aku masih bukan apa-apa dibandingkan orang-orang hebat diluar sana.


Additional note :
Tapi bagaimanapun hidup adalah mengenai memilih antara A dan B, jadi tetap tentukan prioritas jika suatu kesempatan itu datang bersamaan waktunya dengan kewajiban lain yang sudah kamu sepakati lebih dulu. Semua orang lebih menghargai orang yang menepati janji dan mampu mengatur waktu. ;)


Have a nice day! Have a nice life!

Saturday, September 8, 2012

Aplikasi smartphone : edit foto


     Ini adalah apa yang kulakukan jika sedang bosan dan tak ada kerjaan atau memang harus mengupdate sesuatu di facebook atau web. Mencoba performa kamera 5 MP smartphone dengan os gingerbread di tangan, setelah itu memakai aplikasi gratisan untuk mengedit foto yang bisa menggantikan fungsi dasar photoshop di PC.

     Beberapa aplikasi edit foto yang akhirnya sampai sekarang masih kusimpan di androidku setelah menyeleksi dari beberapa yang lain adalah :

"photo editor" (logonya ikon kamera analog dan gunting berlatar belakang warna biru).
Aplikasi ini memberikan fungsi dasar krusial dari edit foto seperti resize,crop,add image/tulisan sebagai watermark, dan koreksi warna. Dan kelebihannya dia bisa menyimpan dengan ukuran asli fotonya.

"picsPlay" (logonya shutter setengah terbuka berwarna pelangi dengan tulisan p ditengahnya).
Meskipun ada batas ukuran dimensi upload, tapi aplikasi ini membiarkanmu memberi efek foto yang cukup manis seperti vintage dan blur, juga bisa menambahkan hiasan foto semacam stamp. Kadang aku memakainya setelah menggunakan photo editor atau picsArt.

"picsArt" (logonya toy camera warna biru dengan tulisan p ditengah).
Aplikasi ini memberikan fungsi dasar seperti photo editor ditambah kamu bisa menambahkan frame, clipart, dan sticker. Meskipun tampaknya tidak bisa menyimpan dalam ukuran aslinya seperti photo editor. Kadang-kadang saja kupakai.

     Setelah semua foto siap diupload, ada satu aplikasi upload foto ke facebook yang bahkan memberimu akses mudah untuk upload ke album apa saja di facebookmu tak hanya di profilemu tapi juga di page-mu bernama "speedy uploader". Dia otomatis akan meresize foto yang kamu upload tanpa membuatnya jadi buram atau kecil.
     Atau cukup berbagi gambar saja dengan teman-teman whatzapp atau pinterestmu :-)


Semua bisa didapatkan gratis via google play. :D
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...