intelectual property.

you are welcome to look, read, study, and learn. you are welcome to link/share it. you are welcome to quote or rewrite some of my post, but please don't forget to mention me/link my site.
but you are not allowed and please don't take any of the picture (with or without watermark) from this site without my permission.

Tuesday, October 29, 2013

Mini Restoration Ducky : DIY Insulasi Jendela

dreamcatcher si pusat perhatian di dalam Ducky

Sudah lama sekali sejak postingan terakhir tentang Ducky..

Si bapak sudah jauuhh mengalami kemajuan dalam merawat mesinnya supaya tetep jalan. Perkakas di tool's bag semakin berat saja, dan bahkan ada buku setebal bantal berjudul "How to Keep Your Volkswagen Alive" yang selalu ikut kemana-mana. Macet sedikit di jalan bukan masalah besar karena bisa mengatasi sendiri... Intinya.. meski masih banyak PR, Ducky dimanja dan bahagia.. hahaha.

Untuk bagian interior sendiri sebenarnya belum nambah apa-apa, kecuali aku menambahkan sebuah storage stool untuk extra kursi. Mendandani Ducky dengan menggantunginya dreamcatcher, gantungan kunci bergambar VW dan Ducky yang merupakan custom handmade, dan menambahi sebuah boneka kayu tua yang warnanya senada -dan mungkin sama tuanya- dengan ducky.


* * *

Ngomongin judul postingan ini, akhirnya beberapa saat yang lalu kita beneran ada kesempatan mencoba untuk tidur di dalam Ducky, dengan keadaan seadanya hanya jendela yang ditutupi korden kotak-kotak yang tipis itu.. dan buseett, sudah membungkus diri dalam sleeping bag, tetep saja dinginnya ngga karuan! Udara dingin meresap masuk dari semua dinding jendela dan menghisap keluar hangat yang ada di dalamnya. Kalau begini caranya, ga bakalan bisa kemping dengan memakai Ducky sebagai pengganti tenda nih. 

Meski aku sedang benar-benar tidak ada waktu untuk membuat rajutan untuk sandaran jok depan dan membersihkan dinding bagian dalam ducky, aku harus segera bertindak jika ingin segera mengajak Ducky kemping. Membuat insulasi jendela tampaknya sudah tidak bisa ditunda lebih lama lagi!

Maka seminggu belakangan ini, aku menyempatkan membeli bahan yang kira-kira bisa dipakai untuk insulasi dengan harga terjangkau. Sibuk mengukur-memotong-menyusun lapisan-menjahit tangan, yang totalnya ada 14 bagian untuk setiap jendela (sambil nonton TV di bawah semburan kipas angin, atau bersauna di dalam Ducky untuk mengepas tempelan kaca). Meski tertusuk-tusuk jarum terus kalau sedang lengah konsentrasinya karena diajak ngobrol, tampaknya hasilnya cukup bisa dibanggakan karena si bapak memuji hasilnya.. haha.

tampak dalam insulasi jendela Ducky

Dan dengan ini, tampaknya Ducky yang sekarang sudah siap untuk di test lagi sebagai pengganti tenda kemping. Woohooo!!!
* * *

Sedikit tentang insulasi jendela.

Insulasi jendela mobil sebenarnya sudah mudah ditemui jika kamu main ke sudut di bagian pernik-pernik mobil. Lembaran mengilat yang biasanya ditawarkan untuk mencegah panas masuk dari kaca bagian depan mobil itu lho... tapi biasanya hanya untuk bagian depannya saja dan mungkin ukurannya hanya ada untuk mobil-mobil umum modern.

tampak luar insulasi jendela Ducky

Insulasi untuk keseluruhan jendela mobil bukan hal yang umum di negara beriklim tropis, dan untuk mobil di negara 4 musim, biasanya dipakai di mobil van, dan digunakan untuk mencegah dinginnya udara masuk ke dalam mobil di malam hari. (secara memang di luar Indonesia sudah lumayan umum memakai mobil van atau VW jenis mikrobus atau kombi sebagai tempat menginap)

Ada memang jika kamu mau membeli insulasi jendela lengkap untuk VW kombi/mikrobus mu dari browsing di situs luar, tapi kalau kamu ingin versi lebih murah, kamu bisa kok bikin sendiri dengan membeli sendiri bahan-bahan yang sekiranya cocok untuk insulasi dan menjahitnya sendiri (seperti aku) atau menjahitkannya ke orang lain kalo kamu mau sabar menunggu antrian jahitan.

Dari hasil browsing di eHow, aku menemukan bahwa membuat insulasi terdiri dari beberapa bagian : Bagian yang menghadap keluar, bagian antara, dan bagian yang menghadap ke dalam.


Bagian yang menghadap keluar (vapor barrier), idealnya memakai mylar/semacamnya, atau bahan untuk membuat tirai di kamar mandi yang di bagian bathtub-shower. Bagian antara (insulasi) kamu bisa memakai lapisan/batting polyester, fleece, atau selimut yang tak terpakai. Lalu untuk bagian yang menghadap dalam kamu bisa memakai kain yang kamu suka, karena inilah yang bakal kamu lihat ketika si insulasi menempel. (aku sendiri hanya memakai kain belacu polos dengan niatan mau kucoret-coret ketika ada waktu).

Kalau kamu mau mencari versi mudah yang tak melibatkan membuat, kamu bisa membeli lembaran plastik wrapping (yang ada bulatan2 kecil yang tidak bisa untuk tidak dipencet sampai berbunyi 'pop' itu), memotongnya sesuai ukuran jendela, dan menempelkannya ke jendela ketika kamu butuh insulasi (kaca disemprot, plastik akan menempel). Dari yang kubaca, cara ini bisa lumayan mencegah dingin merambat masuk dan panas ruangan merambat keluar melalui jendelamu dengan cara yang paling singkat.

*Obrolan tentang insulasi ini hanya versi tidak detil dan singkat saja karena semakin banyak bahan yang dibaca aku malah semakin bingung mau mulai dari mana, dan akhirnya aku menarik kesimpulan sendiri yang paling memudahkan untuk diwujudkan dan juga ringan di kantong. Untuk tahu lebih lanjut tentang insulasi, kamu bisa browsing bersama mbah google, dan beliau insyaallah akan memberimu info yang lebih lengkap (asal kamu sabar mencari) 

1 comment:

Rini Hastuti said...

itu mobil udah kaya kamar sendiri yah, ahhhhh pengennnn :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...