intelectual property.

you are welcome to look, read, study, and learn. you are welcome to link/share it. you are welcome to quote or rewrite some of my post, but please don't forget to mention me/link my site.
but you are not allowed and please don't take any of the picture (with or without watermark) from this site without my permission.

Sunday, September 20, 2009

Get Connected Everywhere Honey!


*online di tengah antah berantah

Location : field on the side of the main road between mount Sindoro and mount Sumbing when we took short rest at our way go back to our parent's home.

Happy Eid Al-Fitr !!




Happy Eid Al-Fitr!!

Minal Aidzin wal faidzin....

Please forgive us!!!

m(_ _)m

:D

Saturday, September 5, 2009

Let's Go to the movie : Orphan

*spoiler alert*


*saya menolak memakai official poster-nya yang gambarnya menyebalkan itu!

---------------
Film kedua yang kutonton minggu ini.

Orphan.(2009)

Sutradara = Jaume Collet-Serra
Main cast = Vera Farmiga, Peter Sarsgaard, Isabelle Furhman

---------------

Adalah sepasang suami istri, John dan Kate yang memutuskan mengadopsi seorang gadis berumur 9 tahun dari panti asuhan demi menghilangkan trauma karena baru saja kehilangan putri ketiganya di dalam kandungan.

Gadis ini begitu manis dan amat dewasa sikapnya untuk gadis seumurannya. Tenang dan juga begitu sopan.

Tapi lalu hal buruk terjadi.

Dimulai ketika Esther hilang kontrol di sekolah, cideranya seorang teman sekelas Esther karena jatuh dari perosotan, hingga tewas terbunuhnya suster kepala panti asuhan Esther, setelah dia berkunjung ke rumah.

Di rumah pun, Esther mulai mengibarkan perang dengan Kate yang curiga padanya. Seluruh dunia dibuatnya berpaling dari Kate dan berpihak pada Esther. Dari psikiaternya, ibunya, bahkan suaminya sendiri yang telah 10 tahun bersamanya. Esther bahkan tak peduli jika harus membahayakan nyawa anak-anak Kate (yang selama ini telah mendukungnya -meski di bawah ancaman-) demi tujuannya itu.

Tapi Kate, sambil tetap sekuat tenaga melindungi anak-anaknya, berusaha mencari tahu masa lalu Esther dengan segala cara.

Hingga sebuah kenyataan mengejutkan diketahuinya....

---------------

Hmmm.....
Sedari nonton trailernya, dan juga sampai hampir akhir film ini, aku mengira bahwa ini adalah mengenai anak iblis atw bad seed, atau gimana terserah kamu menamainya.... semacam Omen atw Children of The Corn gitu lah.

Tapi, kita akan diberikan kejutan lain di akhir film.. yang menjawab kenapa Esther selalu berpenampilan seperti itu, dan kenapa dia bisa berkelakuan seperti itu.

Tapi ohhh... memang, Esther satu ini bener2 menggila!
Dengan emosi yang meledak-ledak (yang sungguh berbeda dengan sikap terkontrolnya yang manipulatif), dia mampu membuat hampir semua orang berpihak padanya. Dengan jelas kita akan tahu apa yang dia inginkan, dan bahkan kita tahu apa yang akan dia lakukan. Tapi, yang bikin ngeri adalah ketika kita harus menghadapi BAGAIMANA dia melakukannya.

Salut untuk sang sutradara, karena bisa membuat film triller pembunuhan ini sama seramnya dengan film horor-hantu.

Dan salut untuk Isabelle (12 tahun) untuk aktingnya menjadi Esther yang memukau.


Pesan penting!
Meski tokoh utamanya anak2, ini bukan film anak2!!
Dilarang bawa anak kecil (demi adegan seksual, pisuhan, dan kekejaman dan darah di content-nya).
Ini benar-benar film untuk mereka yang dewasa yang kuat mental.
Efek samping :
Traumatis adopsi anak, dan traumatis pada orang2 terdekat yang malah lebih percaya pada orang yang baru dikenal.
Keinginan membeli cat gambar seperti yang dimiliki Esther. :P

Wednesday, September 2, 2009

Let's go to the movie : Distric 9


*spoiler alert*

produser : Peter Jackson
sutradara : Neill Blomkamp

Fyuuuuh... hampir saja gagal nonton hari ini gara-gara ma hubs yang ditahan-tahan di kantor ampe sore.
Dan khusus buat Anink... okkkeeee aku gagal memenuhi saranmu di reviewmu... aku telat 5 meniiiit!!! So, buat special thanks baut temen2 yang dalam reviewnya telah menuliskan dengan lengkap apa yang terjadi di 5 menit pertama film ini. :D

Now, for the review.
(note : aku akan melewatkan sesi sinopsis -secara banyak review telah menuliskannya- )

Bener-bener ide yang baru.Tak pernah dalam ingatanku aku nonton film alien, dan aku justru membela aliennya seperti di film ini.
Bener-bener ide baru. Ketika alien digambarkan jadi kaum minoritas yang tertindas (biasanya kan kaum minoritas yang dominan).

Bener-bener cara penceritaan yang belum umum, ketika kita diajak melihat cerita ini tak hanya dari kamera yang "tak terlihat", tapi juga dari kamera yang "terlihat", seperti video laporan perjalanan MNU, cctv MNU, kamera pembawa berita, catatan wawancara dengan orang2 di sekitar Wikus sang tokoh utama... yang jika bisa dibilang, mirip cara penceritaan film dokumenter. (cara ini juga pernah kulihat dalam film Parental Advisory. Meski di film yang baru kusebut ini, aku sama sekali tak bisa menemukan keasyikan cara yang dia ambil dan justru bosan setengah mati)

Bener-bener film action yang seru, ketika Wikus mulai memakai senjata alien itu, manusia-manusia terlempar puluhan meter, atau meledak menjadi bubur cacahan daging. (dan benar, jika kau lemah mental, mungkin setengah film hanya bisa kau lewati dengan menutup mata -dan rugi berat-)

Dan kupikir pasti campur tangan Peter Jacksonlah hingga si Prawn punya bahasa alien yang asyik ini. :p

lalu kenapa jika dengan persenjataan sedemikian canggihnya (yang bisa membuat manusia tak lebih seperti tomat ranum yang diledakkan), si Alien selama 20 tahun tak berusaha menguasai bumi (atau setidaknya membuat suatu wilayah khusus buat mereka -apa kau ingat salah satu episode Animatrix-)?
Aku tak bisa berpikir selain karena si Alien sekedar tidak ingin saja. karena sebenarnya tak ada urusan di bumi dan isinya. Dan tak ingin melakukan apapun yang menurutnya "tak penting" itu. Dan urusan utamanya hanyalah ingin pulang.

Aku selalu menyukai film dimana idealisme sang pembuatnya disusupkan di dalamnya.
Dan film inipun juga.
Sedari awal aku merasakan perlambangan2 itu.
Hanya akukah yang merasa MNU = PBB? hanya akukah yang merasa sikap dan sifat dewan keamanan MNU = sikap dan sifat pemerintah/pertahanan Amerika dalam hidup mereka? (yang menurutku menganut falsafah: lebih baik menyerang duluan daripada diserang nantinya) atau hanya akukah yang merasa bahwa Prawn seperti perlambang sekelompok kaum minoritas yang dipingpong dari satu tempat ke tempat lain? (seperti kaum Indian misalnya)

Dan teryata memang benar. Dalam sebuah review yang kubaca sambil lalu semalam, Film ini terinspirasi oleh film dokumenter berjudul Joburg yang juga buatan Neill Blomkamp sang sutradara, yang merekam tentang relokasi besar-besaran kaum non-kulit putih yang tinggal di distric 6 Cape town ke Cape Flats tahun 1966, Johannesburg yang sebelumnya telah menempati tempat itu selama 20 tahun.

Singkat cerita. Ya. Ini film yang asyik untuk mengalihkan kesuntukanmu.
Hanya ada sedikit ganjalan... film ini terlalu cepat selesai!!! Ketika sedang asyik-asyiknya, tiba-tiba "pet" mati begitu saja. Seperti baca komik yang ditamatkan tiba-tiba.
Dan kuhitung-hitung, film ini mulai jam 7.30, dan selesai jam 8.55. Durasi yang amat singkatttt!!!
Memangnya ini film kartun anak2??!!
-Tapi aku justru curiga, apa ada yang di sensor sebegitu banyak?? Karena di review yang kubaca tadi, film ini berdurasi 1 jam 52 menit. Yang berarti aku kehilangan hampir setengah jam sendiri??-

Dan sempat aku menduga, bahwa mungkin saja ini adalah 1 film panjang yang dijadikan 2 film pendek, seperti Red Cliff (dan memang ada kemungkinan untuk itu). Tapi lalu aku berfikir-fikir lagi, ketika ma hubs mulai menebak-nebak lanjutan film ini (yang menurutku akan menjadikan film ini tak ubahnya film action alien biasa), lebih baik tak ada lanjutan film ini.
Karena menurutku ending film ini sudah begitu sempurna.


*space ini kukosongkan untuk gambar sesosok prawn sedang membuat bunga dari metal*

Tuesday, September 1, 2009

Book Review = Back "Europe" Pack : Keliling Eropa 6 Bulan Hanya 1.000 Dolar!- jalur Pertemanan



Buku ini sudah berbulan-bulan (berbilang tahun malah) ada di rakku sejak kubeli. Sempet juga dipinjam beberapa tangan.
Tapi tetep aja aku sendiri belum baca sepenuhnya.

Lalu kenapa bisa begitu?
Buku ini asyik. Di halaman2 awalnya sangat detil berisi panduan untukmu memulai rencana perjalananmu ke Eropa (dari visi misi hingga budgeting).
Catatan2 pribadi perjalanannya yang bercerita dengan gayanya sendiri dan menunjukkan dengan jelas pribadi seperti apa sang penulis di halaman2 selanjutnya pun enak dan asyik dibaca.
Lalu kenapa aku ga pernah selesai dengan benar membaca buku ini?

Karena oh karena...
Aku tak tahan setiap melihat foto2 (baca:banyak!) yang dia lampirkan di semua halaman jurnalnya.
That's it!

membuatku merinding!!

Pingin luar biasaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!

Selalu saja. Aku lalu menutup buku ini setengah membantingnya dan membatin.

------
Oh Tuhan... Bantu aku. Suatu saat aku akan melakukannya juga! (dengan caraku sendiri tentu saja)

*Ajeng yang tiba2 pingin nge-review setelah melakukannya (baca:membanting buku ini setelah membacanya beberapa saat) lagi tadi siang.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...