intelectual property.

you are welcome to look, read, study, and learn. you are welcome to link/share it. you are welcome to quote or rewrite some of my post, but please don't forget to mention me/link my site.
but you are not allowed and please don't take any of the picture (with or without watermark) from this site without my permission.

Wednesday, February 14, 2007

Terjebak disini.

memotret matahari terbit dengan 6630ku ketika kereta ekonomiku ke Bandung berhenti sejenak. (2/2/2007)




Sampai pagi tadi aku masih bingung. Kacau dan berantakan.
Lalu akupun berbicara pada seorang teman. Dan tampaknya perkataannya sedikit banyak sudah membuatku tenang. Dan mungkin bisa memulai mengambil keputusan.
Seperti ucap seorang teman yang lain, yang bilang bahwa aku sebaiknya mulai mengambil sikap untuk mulai mencari jawaban atas pertanyaan2 yang aku tak punya jawabannya itu.
Dan bertanya sebesar apakah harapanku?

Sebenarnya sudah sejak lama aku mendapatkan jawaban atas satu kegalauanku itu.
Tapi seperti pedang bermata dua, pilihan jawabannya tak ada yang tidak menimbulkan luka.
Buat aku, dan juga mereka.
Tapi toh, aku (dan mungkin juga mereka) sama-sama terluka jawaban manapun yang kupilih.
Akhirnya, bukankah mesti jawaban terbaiklah yang mestinya harus kupilih?
Meski dengan konsekuensi paling besar sekalipun. Meski diriku bakal hancur sekalipun.
Tahu bakal pecah, ya banting saja. Daripada dipukul retak pelan2 dan toh bakal pecah juga.
Ini buat hidupku sendiri. Aku harus tetap maju. Toh masa tak bakal ikut berhenti dan menungguku jika aku terpaku disini.

Tapi tetap saja, semua tak semudah itu. Aku tetap butuh waktu, buat mengumpulkan keberanian.
Semoga tidak terlalu lama.
Semoga tidak terlambat (lagi).. .


PS: Aku sedang memutuskan untuk berdamai denganMu. Semangati dan lihatlah aku.

Sunday, February 4, 2007

SURAT YANG PESIMIS.

Realita.
Kita tidak pernah ditanyai ingin dilahirkan ke dunia atau tidak. Kita bahkan tak diberi pilihan untuk lahir sebagai apa, dimana, dan dalam keluarga seperti apa.
Kita terlanjur dilahirkan sebagai manusia.
Begitu kita sudah cukup sadar, mampu berpikir, dan menanyakan, tak ada lagi yang bisa kita lakukan dengan semua keterlanjuran yang sudah terjadi. Kita terlanjur hidup dalam lingkungan yang seperti ini, dan kepribadian kita pun sudah terlanjur jadi seperti ini.

Realita.
Terkadang tiba-tiba mimpi terburukmu bisa saja menjadi kenyataan. Dan tak ada lagi yang bisa kita lakukan, karena tidak seperti mimpi, kita tidak bisa hanya berkedip, dan mendapati kita sedang nyaman di atas kasur.
Mesti bagaimana lagi, ketika orang yang pernah menyemangatimu untuk tetap tegar dan mengatakan ada yang pernah mengalami lebih buruk daripada yang sedang kita alami, malah menjadi satu pihak yang justru menunjukkan seperti apakah yang lebih buruk itu padamu. Serasa sedang dipermainkan?

Kejutan-kejutan kecil-tapi tak ringan- yang sering dan menyakitkan. Selalu jadi masa kacau balau. Masa kehilangan kendali diri. Rasanya terkadang tiba-tiba kita ingin sekali berhenti. Tapi juga tak yakin, apakah dengan berhenti, semuanya sungguh akan berakhir pada ketiadaan?
Sungguhkah kita hanya bisa menerima. menerima. dan menerima? Ikhlas?? Tak ada pilihan??
UAGGHHH.
Dan pertanyaan berawalan "kenapa" yang tak disertai jawaban pun bermunculan tak terhentikan.

Konspirasi? Rasanya seperti pertarungan tanpa akhir. Dan aku tak mau menyerah dengan mudah!
Tertawa-tawakah Engkau disana sekarang, Tuhan?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...