![]() |
| *si piyik emprit di hari rescue |
Dan kemarin (16 April 2016) tiba-tiba kita "dititipi" lagi untuk sementara seekor piyikan (anak bayi) burung emprit atau pipit.
Ceritanya kemarin habis pulang nyalon bulanan, kita (baca: aku dan suami) naik motor lewat jalan tembus yang agak sepi, sengaja karena waktu itu sabtu siang, dan jalanan Jogja yang dikenal umum, macet dimana-mana. Mendadak, setelah sebuah mobil bak terbuka di depan kami lewat agak ngebut, di belakangnya persis jatuh sarang burung!
Langsung saja kita berhenti dan ngecek. Maksudnya sih cuma mau minggirin ke tepi jalan. Tapi pas dicek, si induk sudah sekarat di dalam sarang. Entahlah karena benturan lalu terluka, atau karena syok berat. Saat itu aku hanya menemukan satu bayi burung di jalan (untung engga kelindas kendaraan lain) dan langsung kumasukkan lagi ke sarang.
Karena khawatir dengan kondisi si bayi jika aku meninggalkan sarang itu begitu saja dengan kondisi induk yang sudah mengkhawatirkan itu, maka kubawa sepaket itu ke rumah untuk ditaruh di pohon dekat rumah sambil diawasi. Dan benar saja, si induk tidak bertahan di perjalanan singkat itu dan akhirnya kukubur di halaman rumah. (saking ga percayanya dia mati, kita nungguin sampai mayatnya kaku sebelum menguburnya)
Maka kita ditinggalkan dengan seekor bayi burung emprit yang ajaibnya masih bernapas saja meskipun dia yang terlempar dari sarang dan induknya mati. Dan, proses bertanya ke search engine pun dimulai. (karena sesungguhnya bertanya pada tetangga itu lebih depressing. Langsung dibilang, tinggal menunggu mati coba, tanpa dikasih solusi apapun).
Dari browsing, aku menemukan beberapa info rescue anak burung, dan ini kesimpulan yang kudapat:
- Jika kamu menemukan anak burung jatuh dari sarang (atau bersama sarangnya) tapi induk masih hidup, segera kembalikan ke tempat semula karena kemungkinan besar si induk akan kembali lagi.
- Jika kamu menemukan anak burung dan memang kamu tahu sudah orphan, dan kamu kasian, ini adalah beberapa hal yang harus kamu perhatikan: (sebagian sumber dari [sini])
- Sebelum memutuskan memelihara sementara, pastikan kamu tahu jenis burung apa itu supaya tidak salah memberi makan. Pergi ke vet jika tidak ada orang yang bisa ditanyai.
- letakkan di tempat yang hangat, dengan suhu sekitar 27-30 derajat. Contohnya di inkubator, atau kalau enggak punya, letakkan di bawah lampu belajar (aku ga punya lampu belajar, jadi aku meminjam lampu aquarium karena sama-sama mengeluarkan panas)
- jaga kelembaban sekitar 60-70 derajat, dengan cara membungkus tempat menaruh burung dengan handuk atau lap basah.
- beri makan sesuai jenis burungnya. (pemakan biji, pemakan daging, pemakan serangga)
|
|
| *sumber foto |
Balik ke cerita, kebetulan aku sudah tahu ini adalah burung emprit dan dia makan biji. Dari baca pengalaman orang, anak burung ini bisa diberi makan beras yang sudah direndam lama dan digerus lembut (Aku sudah cek ke teman yang nanyain ke temennya yg piara burung, info ini sudah bener tampaknya.).
Aku memakai ujung sedotan yang dipotong separuh untuk "sendok". Diberi makan setidaknya minimal 3 kali sehari. Atau setiap kamu melihat temboloknya kosong.
Dia kutaruh didalam toples plastik yang kulapis tumpukan benang, lalu kumasukkan ke pot bunga kosong. Aku menyelipkan lampu akuarium di sela-selanya, dan membungkus toples dengan sarung bantal lembab. Pakai bahan seadanya saja lah, karena butuh cepat dan hari sudah malam.
![]() |
| *emang mirip pot kembang gantung jadinya |
Selanjutnya sih mari kita lihat apakah dia bisa bertahan sampai waktunya dilepas kembali.
ps: katanya sih emprit bisa dibikin niruin kenari, mumpung tetangga sebelah punya kenari dan suaranya sampe rumahku, sekalian saja deh dipraktekin ditaruh di radius kedengaran suara kenarinya, siapa tahu kan.. :p
pss: 18 April pagi bayi empritnya mati T.T. Padahal malamnya dia tampak sehat dan lahap makan. Mungkin harusnya aku bawa ke vet langsung ya pas nemu. Ternyata memang susah merawat bayi burung. Terbekatilah mereka yang punya kemampuan itu.
Earth does not belong to us, we belong to earth
@a.sitoresmi
ajeng-sitoresmi.blogspot.com











