intelectual property.

you are welcome to look, read, study, and learn. you are welcome to link/share it. you are welcome to quote or rewrite some of my post, but please don't forget to mention me/link my site.
but you are not allowed and please don't take any of the picture (with or without watermark) from this site without my permission.

Friday, November 13, 2015

Mini Upcycle : Membuat shawl kecil menjadi Shrug


Beberapa hari yang lalu, aku mendapatkan sebuah shawl kecil cantik dari Dye2Tye bekerja sama dengan Folksy Magazine.. Dan aku suka sekali dengan bahan dan juga motif dari shawl ini.

Sayangnya, meskipun lebarnya cukup, shawl ini tidak cukup panjang untuk kupakai sebagai kerudung. (padahal dia canteek.. uhuhuhu).

Maka, ku-upcycle saja menjadi sebuah shrug (luaran baju semacam vest/bolero). Metode yang kupakai ini tidak melibatkan mesin jahit (meski kamu bisa saja memakainya kalau kamu punya) dan selesai dalam waktu singkat. :D

*panjang shawl ini sekitar 145 x 60 cm
-- Dengan sisi yang bagus menghadap dalam (di shawl ini luar dan dalam ga ada bedanya sih), lipat kedua sisi panjang shawl kamu, bertemu di titik tengah panjang shawl.

Lalu jahit sesuai contoh gambar di bawah ini. (bagian yang tidak dijahit di kanan dan kiri lipatan, akan menjadi lubang lengan. Sedangkan bagian yang tidak dijahit di bagian pertemuan di tengah, akan menjadi bagian kerah)


*pakai apapun yang ada untuk menahan kain ketika dijahit :p 
-- Setelah selesai menjahit (aku memakai tusuk tikam jejak, dan menyelesaikannya kurang lebih dua jam sambil nonton acara favorit di TV), balik kerjaanmu hingga sisi yang bagus menghadap keluar lagi. 

Sudahhh... langsung siap dipakai :D




Have a nice day!! :D

@ajeng_poyeng
ajeng-sitoresmi.blogspot.com

Friday, July 17, 2015

Pets : Ketika kucing pup di luar litterbox


Syok juga ketika 2 kali berturut-turut mendapati Trixy pup di sebelah litterboxnya. Waktu itu masih belum melakukan apapun karena masih berpikir kenapa dia melakukan itu. Lalu ketika kali ketiganya dia melakukannya di piring makannya, sudah dapat dipastikan, ini pasti bentuk protes terhadap sesuatu, dan harus ditindak dengan cepat. haha.

Waktu itu kita mikir, apakah litterboxnya kurang gede? apakah pasirnya minta diganti? Ternyata setelah cari info, ternyata memang keduanya!

Jadi, ketika kucingmu pup di luar litterboxnya, atau dia punya kecenderungan untuk memakai litterboxnya di bagian pinggiran kotak lalu lari tanpa menutupinya,
coba deh tanyakan pada dirimu sendiri :
  1. Apakah dia menemukan "kotak litter" baru yang lebih "aduhai" buat dia? Kalo ini yang terjadi dan kamu engga setuju, halangi aksesnya menuju tempat tersebut, atau buat tempat itu sangat tidak menyenangkan untuknya -seperti meletakkan tempat makan atau tempat tidurnya disana- (jangan lupa juga hilangkan jejak pup-nya). Trixy juga sepertinya mempunyai tempat seperti itu di spot sempit diantara tembok dan sumur rumah kami. Sekarang jalan ke spot itu sudah kututupi dengan papan dan pagar kawat. :p
  2. Apakah litteboxnya kurang dalam? minimum 3 inci dalamnya.
  3. Apakah litterbxnya kurang besar? Luas litterbox setidaknya harus 1.5x panjang kucingmu.
  4. Apakah litterboxnya sudah terlalu kotor dan bau? Kucingpun tidak suka harus menahan napas setiap harus ke toilet lho.. Meletakkan litterbox di tempat tertutup dan tidak rajin membersihkannya setiap hari dan mengganti pasirnya setiap seminggu sekali bisa membuat kucingmu ilfil juga ternyata.
  5. Apakah kucingmu lebih suka pasir yang lebih halus?
  6. Apakah kucingmu suka pasir yang tidak beraroma? Ya, karena bahkan akupun suka membeli pasir kucing yang beraroma bedak bayi atau lemon.. hahaha.
  7. Apakah posisi litterboxnya tidak dia sukai? Jika tempat makannya tepat di sebelahnya atau posisi litterboxnya di tempat yang terlalu lembab, coba pindahkan. Atau bereksperimen dimana posisi nyaman dia ingin litterboxnya diletakkan.
  8. Apakah kucingmu sudah terlalu tua? Coba litterbox yang tidak terlalu tinggi pintu masuknya.
  9. Apakah ada hal traumatis yang bikin dia malas memakai lokasi litterbox itu lagi? Suara berisik atau mengagetkan (misal suara mesin cuci di sebelahnya) bisa membuat kucingmu syok dan mengasosiasikan posisi litterboxnya dengan hal yang tidak menyenangkan, sehingga mau engga mau kamu terpaksa memindahkan posisi litterboxnya. Jadi lebih baik letakkan posisi "WC"nya di tempat yang tenang.
Jika rumahmu lebih dari satu lantai atau kucingmu lebih dari satu :
  1. Apakah kamu sudah menyediakan litterbox di setiap lantai (jika rumahmu bertingkat)?
  2. Apakah aksesnya ke litterbox terhalang kucingmu yang lain yang lebih 'senior'? "hei anak baru, kamu nggak boleh pup disini, pergi sana", jadi sediakan litterbox lebih dari satu dan variasikan posisinya.

Mungkin ada titik dimana kamu harus melatih lagi supaya kucingmu mau pup di tempat yang kamu tunjukkan. Jangan lupa memberinya reward jika kamu mendapatinya pup di tempat yang seharusnya dan awasi jika dia berkeliaran di tempat dia pernah melakukan pup "terlarang"nya.

Atau jika hal diatas bukan penyebabnya, bisa jadi kucingmu sedang sakit yang tidak terlihat secara fisik. Cek kondisi pup-nya apakah masih normal dan bawalah kucingmu ke dokter hewan langgananmu.


* * *
Pada akhirnya sekarang aku meletakkan litterboxnya di luar kandang langsung di bawah langit terbuka (yang mengakibatkan aku mau engga mau tidak pernah menguncinya di dalam kandangnya lagi ketika malam), dan mengganti kotaknya menjadi berukuran dua kali lebih besar dari sebelumnya. Juga membersihkan "isi"nya sehari sekali dan menambah pasirnya seminggu sekali. Untungnya tanpa harus sampai mengganti pasir penyerap lembab dan beraroma yang biasa kami beli, si Trixy sudah pup dengan baik dan normal lagi (baca : di litterbox dan menutupinya juga seperti normalnya kucing)
Mungkin di kedepannya ada satu titik aku harus mengganti pasirnya ke yang lebih halus, karena sekarang aku memakai pasir yang seperti bongkahan kerikil untuk kitten, tapi setidaknya untuk sekarang.. problem solved ^ ^


bahan bacaan = [1] [2] [3]

Big Hug!

ajeng-sitoresmi.blogspot.com

Tuesday, July 7, 2015

Pets : Melatih kucing tidak mengeong ketika meminta makan

*ini kucing disuruh ga gerak bentar susah amat -.-;

Kalo kamu salah seorang penggemar kucing lokal alias domestik juga.. pasti sudah familiar dengan karakteristiknya yang cerewet. Aku saja dulu sampai heran ketika main pertama kali ke rumah teman yang memelihara kucing berbulu panjang, dan mendapati bunyi maksimal yang bisa kucing jenis ini hasilkan hanya "eeekk.. eeekk" pelan. Hanya karena sebelumnya aku hanya pernah bertemu kucing lokal, dan tahunya semua kucing pasti bisa mengeong keras dan cerewet.. tenyata tidak semua kucing begitu.. hahaha

Btw, jika kamu adalah owner dari kucing lokal, pastinya ingin dong supaya kucingmu ngga cerewet-cerewet amat, apalagi ketika minta makan. Selain annoying, juga karena berisik!

Untung saja ketika aku browsing tentang memelihara kitten kemarin, aku menemukan artikel [ini]. (artikel yang ditulis dr. Yin ini keren karena dilengkapi oleh video juga, sehingga kita bisa melihat contoh latihannya)

Intinya sebenarnya sama saja jika kita melatih anjing atau hewan lain = jangan memberi reward untuk kebiasaan yang buruk. Dan kita mengkategorikan meong yang terlalu sering dan keras adalah sebuah kebiasaan yang buruk.

Bersikaplah acuh dan menganggap kucingmu tak ada jika dia sedang melakukan kebiasaan yang tidak kamu setujui, tapi langsung beri reward, seperti elusan atau snack jika dia melakukan kebiasaan yang baik seperti duduk diam atau berbaring diam.

Dalam melatih untuk tidak mengeong, kamu bisa melakukannya sembari memberinya makan.

  1. Dengan posisimu yang memegang makanan, biarkan saja ketika dia mengeong. 
  2. Ketika dia mendadak diam, segera beri sesuap makanan.
  3. Lakukan hal ini terus menerus hingga kamu merasa kamu bisa menambah jeda waktu diamnya.
  4. Ketika latihan ini sudah bukan hal yang pertama kali untuknya, kamu bisa menambah jeda diamnya semakin lama sampai kamu memberinya sesuap makanan. 
  5. Lama kelamaan kamu akan semakin jarang mendengarnya mengeong lama, karena dia tahu yang dilakukannya tidak akan membuatnya mendapat apa yang diinginkannya. :)

Konsep ini juga bisa digunakan untuk mencari waktu yang tepat mengeluarkannya dari kandang. Awal-awal dulu, kucing lokalku, Trixy sangat berisik jika dikandang, ditambah dengan dramaqueen-nya yang berusaha menggapai-gapai keluar dan bahkan menekan-nekankan kepalanya ke sela jeruji kandang, seolah kandang itu seperti neraka saja, dan tentunya sambil mengeong tanpa henti.

Solusinya adalah :

  1. Tinggalkan dia dalam posisi itu sampai dia tenang atau diam, baru kamu buka pintunya (jika memang kamu sedang ingin mengeluarkannya), 
  2. Jangan buka pintunya ketika dia sedang mengeong dan merajuk. Supaya dia tahu bahwa merajuk tidak akan membuatnya dibukakan pintu kandang.
  3. Jangan pula berdiri dan duduk di dekatnya ketika menunggunya diam dari merajuk, karena itu bisa diasosiasikan oleh kucingmu sebagai perhatian dan dia tidak akan kunjung berhenti dari merajuk.

Pelatihan ini sudah mulai kupraktekkan ke Trixy, dan syukurlah jika dulu awal-awal dia tahan mengeong lama dan kencang di segala kesempatan. sekarang dia sudah lebih tenang dalam meminta makan, dan bisa tinggal di kandang dalam waktu yang lama tanpa berisik meskipun aku sering lewat depan kandangnya dalam posisi dia sedang bangun. (dia cuma memandangiku saja dengan mata sendunya itu -uhh, aku yang sering jadi engga kuat-). Kalau kelakuannya yang hiperaktif yang bikin sering ketendang-tendang sih aku maklumi karena dia masih kitten yang selalu butuh bergerak dan bermain.

Mengeong juga sudah jarang sekali dilakukan, karena aku selalu menahan piring makannya sejengkal diatas kepalanya (jika aku sedang malas main suap-suapan buat latihan diam) sampai dia lebih tenang.
Sekarang kalo minta makan, dia akan mendekatimu sambil terus "melihatmu penuh arti" sampai kamu mendadak mengerti kalau dia sedang minta makan. Dia hanya akan mengeong pelan dengan suara putus-putus seperti suara eongan kucing persia ketika aku sedang bikin makanan (yang kalo Trixy yang melakukan, kesannya seperti kucing genit karena aku tahu suara aslinya enggak begitu. Haha -jadi ingat ketika tangannya kejepit terus nangis-).

Tapi, pelatihan diam langsung deh buyar dan mulai dari awal ketika aku sangat terlambat memberinya makan (biasanya karena keluar rumah lama). Jika dia terlalu lapar, Trixy sama sekali tidak sabaran untuk keluar kandang, dan bahkan bisa melepas sendiri gerendel pintu kandangnya hanya karena kelaparan (pesulap banget). Jadi, jangan sampai terlambat memberi makan ya.. ^_^


Big Hug,

ajeng-sitoresmi.blogspot.com

Bacaan lain = 
[1], [2], [3], [4]


Monday, July 6, 2015

Book Review : Sehari Mahir Merajut Edisi Lengkap

Buku keempatku lahir!!

Bekerjasama kembali dengan Galangpress, kali ini aku dapat jatah halaman yang lumayan banget supaya buku ini bisa jadi buku guide yang mumpuni (beuh bahasanya). Meskipun proses pembuatan penuh batu kerikil, tak menghalangi terbitnya buku ini.

Kalau kamu masih ingat dengan buku Sehari Mahir Merajut terbitan tahun 2010 yang masih jadi hot sell sampai sekarang, buku ini adalah penggantinya dimana jika di buku lama hanya memuat petunjuk paling dasar dari belajar knitting, disini kamu akan menemukan segala petunjuk yang bisa kamu pakai meskipun kamu sudah knitter intermediate atau bahkan advance. Karena memang itulah tujuannya dibuat buku ini, sebagai pegangan kalau-kalau kamu sebagai knitter butuh mengintip sesuatu teknik..

Buku ini lahir full color dalam artpaper mulus dan dengan sampul buku yang mutunya lebih bagus dari sampul bukuku sebelumnya, tidak gampang lecek!

Dan dalam 2 minggu rilisnya di poyenghobby.com dan Poyeng workshop, buku ini sudah diadopsi ke tangan-tangan knitter tanpa perlu banyak promosi berlebihan. Every knitter will love it, even myself fall in love with it (njuk narsis dan lebay deh)



Sehari Mahir Merajut Edisi Lengkap : Tingkat Pemula Sampai Mahir
Penulis = Ajeng Galih Sitoresmi
Tebal = 104 Halaman + sampul
FULLCOLOR Artpaper 170x240mm
Penerbit = Great! Publisher
Percetakan Galangpress
ISBN 978-602-267-073-5

Dapatkan bukunya [DISINI]


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...