intelectual property.

you are welcome to look, read, study, and learn. you are welcome to link/share it. you are welcome to quote or rewrite some of my post, but please don't forget to mention me/link my site.
but you are not allowed and please don't take any of the picture (with or without watermark) from this site without my permission.

Wednesday, May 23, 2012

Let's go to the Movie : Dark Shadows

Akhir-akhir ini aku suka melakukan Film marathon setiap kali sempat pergi ke bioskop.
Menonton langsung 2-3 film sekaligus dalam 1 hari.

Dan karena aku lupa dengan 2 film yang terakhir kutonton sebelum kemarin, dan juga karena The Avengers (salah satu film yang kutonton kemarin) pastilah sudah banyak sekali yang membahasnya, maka aku akan sedikit membicarakan film kedua yang kutonton di film marathon kemarin, yaitu Dark Shadows.

Dark Shadows (2012)
*ya, memang poster yang jadul

Sutradara = Tim Burton
Cast = Johnny Depp, Eva Green, Michelle Pfeiffer, Helena B Carter, Chloe Moretz

Summary =
Adalah Barnabas Collins dan keluarganya, salah satu keluarga yang dahulu pertama melakukan migrasi ke Amerika dari Inggris. Membangun sebuah usaha perikanan dan sebuah kastil megah dan menjadi warga yang paling dihormati di kotanya.
Tapi salah seorang pelayan mereka, si Angelique memiliki cinta yang bertepuk sebelah tangan dengan Barnabas. Dia lalu mempelajari sihir, membuat hidup Barnabas jadi menderita dan sebatang kara, hingga terakhir mengutuknya jadi vampir dan membuat masyarakat menguburnya hingga ratusan tahun lamanya.
Cerita berlanjut ke tahun 90-an, dan sebuah penggalian tak sengaja membebaskan Barnabas dan mengembalikannya ke keluarganya, sehingga ia bisa menuntut pembalasan kepada Angelique, yang sekarang menjadi penguasa kota.

Review =
Aku sempat melihat ratingnya di internet sebelum pergi menonton film ini.. Tapi sebenarnya sungguh, aku sama sekali tidak peduli dengan rating yang diberikan orang-orang untuk film ini, sejak aku memang sepenuhnya adalah penggemar semua film-film Tim Burton, seaneh apapun bentuknya, serendah apapun ratingnya. (Ya, aku menonton film ini bukan karena Depp tapi karena Burton. Secara semua juga tahu bahwa Burton-Depp-Carter hampir tidak bisa dipisahkan).

Semua juga tahu bahwa film Tim Burton tidak diciptakan untuk semua orang. Hanya orang-orang "tertentu" dengan "keanehan" dan "selera humor" tertentu yang akan menyukai film Tim Burton. Dan memang terbukti, meskipun semua rating di internet itu hanya memberikan sedikit bintang untuk film ini, toh aku jauh lebih puas dan terhibur ketika dan setelah menonton film ini, daripada ketika menonton The Avengers yang baru saja selesai kutonton 15 menit sebelumnya. (semua juga tahu bahwa The Avengers mendapatkan rating tinggi di internet).

Film ini sungguh mengembalikan kepuasanku akan bagaimana sosok vampir seharusnya (yah.. kurang lebih lah), dan sosok penyihir yang sangat menarik. Dan baru kuakui disini, si gadis Bond, Eva Green adalah seorang aktris yang mampu berakting dengan sangat baik. Terutama gerak tubuhnya. (sebelumnya aku selalu merasa dia lebih menggunakan keindahan fisiknya daripada bermain watak)

Memang kuakui (seperti ditulis di beberapa review penonton) ini bukan film Burton yang terbaik. Dari segi cerita, bukan hal yang baru dan mungkin agak menimbulkan perasaan gimanaaa gitu, tapi lebih baik perhatian dialihkan pada obrolan-obrolan dan tingkah-tingkah tokohnya saja, yang jauh lebih menarik dan kuat daripada plot ceritanya. Dan aku sangat senang bisa bertemu lagi dengan Chloe Moretz, si gadis yang sudah mencuri hatiku sejak pertama kali menemukannya di Kick Ass.

Jadi, apakah kau sudah melihatnya? apakah kau berencana melihatnya? atau kau malah batal melihatnya?
Bagi pikiranmu juga! ;)


* * * end of review * * *

Sunday, May 20, 2012

Cat Lost : Beck


nama = Beck
ciri-ciri = kucing lokal berhidung mancung warna belang hitam putih dengan bagian perut putih bersih, berekor panjang, mata kuning agak kehijauan.
berat terakhir = 2 kg-an
umur = sekitar 8 bulan
aksesoris = kalung abu-abu dengan kerincing kuning.
terakhir terlihat di = perumahan pesona sendangadi, Mlati, Sleman.

Yeah, sudah hampir seminggu sejak kucingku Beck tidak balik ke rumah.


Rasanya masing terbayang-bayang mata bulatnya ketika melihatmu dengan begitu polosnya... dan bagaimana dia langsung datang ketika kamu panggil, atau ketika dia mengikutimu kemanaaapun kamu jalan di dalam rumah.

Aku bukan tipe yang mudah mengganti kucing.. Dan memang aku lebih suka dengan kucing lokal.


Awal-awal aku sering menghayal, seandainya malam itu aku mengejar Beck yang main keluar dan menyuruhnya masuk rumah lagi... Seandainya aku tidak menyerah dengan rasa kantuk... Seandainya "pintu" kucing tak kututup dua hari terakhir (yang mungkin membuat Beck ingin sekali keluar begitu dia bisa)


Kuharap perginya hanya karena mengejar betina..
Kuharap ada seseorang di luar sana yang merawat Beck sama seperti kami merawatnya. memberinya makan yang baik, dan memandikannya 2 minggu sekali, juga memberinya obat ketika dia sakit, dan mengajaknya bermain setiap hari.
Kuharap (seperti beberapa kasus yang kubaca di internet), aku akan mendapati lagi Beck pulang ke rumah ini.
..
...
dan hari ini satu-satunya piaraanku yang tersisa - ikan mas di dalam akuarium kecil - tak sengaja kubunuh semalam. *sigh

Benar-benar berdua lagi dengan suami.. 

Posting Update :
aku ga nyangka menyebarkan selebaran benar2 berhasil!
sekitar seminggu sejak hilang, akhirnya sebuah telepon berhasil mengembalikan Beck ke rumah.. dan ternyata selama ini dia kesasar di perumahan sebelah dan menginap di sebuah rumah yang memiliki seekor kucing persia jantan.. (dan selama seminggu itu juga dituduh sebagai betina).
Ahh.. leganyaaa

Tuesday, May 8, 2012

Memelihara Bayi Kelelawar

Adalah sebuah pengalaman, memiliki kesempatan untuk memelihara seekor bayi kelelawar, meskipun hanya sebentar.

Cerita bermula ketika suatu siang yang mendung, aku menemukan bayi kelelawar kecil ini, "terbengkalai" di salah satu ruangan di dalam rumah kontrakanku yang baru yang saat itu masih kosong. Lalu dipungutlah bayi kelelawar yang hanya sebesar ibu jari ini nempol di jempol suamiku.

Sangat kebetulan, bahwa hari sebelumnya aku baru saja menonton sebuah acara tentang orang-orang yang memiliki hewan piaraan yang tak biasa, membuatku berpikir, tak ada salahnya mengadopsi bayi kelelawar ini. Apalagi dia protes besar ketika hendak dilepaskan dari tangan suamiku. Aku ga tegaaa...

Akhirnya seharian itu si bayi kelelawar hanya nemplok saja di baju suamiku macam bros. Saat itu aku masih mencari-cari info tentang memelihara bayi keleawar.. dan teramat sangat susah ditemukan! Terlebih lagi dalam bahasa Indonesia. Informasi yang didapat selalu saja salah. Bahwa si bayi kelelawar harus dikasi makan buah (yang mana sangat tidak mungkin untuk bayi sekecil itu. Apalagi kelelawar sebenarnya ada juga yang pemakan serangga selain memang ada yang pemakan buah).

* sempat difoto - tampaknya sih jenis pemakan serangga
Informasi lebih terang didapatkan ketika aku mengganti keywordnya ke bahasa Inggris. Beberapa informasi ditemukan tentang cara memelihara bayi kelelawar, meskipun sebenarnya sangat tidak disarankan dan kamu diminta untuk segera mencari semacam badan rehabilitasi kelelawar terdekat. (oh, dan saya sama sekali tidak menemukannya di Yogyakarta!). Ataupun jika tidak memungkinkan, segala daya upaya untuk mempertemukan dengan induknya harus selalu dilakukan. Tapi setidaknya informasi yang kukumpulkan dari browsing-browsing ini membuatku berhasil mempertahankan hidup si bayi kelelawar yang kutemukan ini selama 3 hari, sebelum aku akhirnya berhasil mengembalikannya ke induk aslinya.

Bagaimana jika kamu menemukan bayi kelelawar?

Saturday, March 17, 2012

Kuliner Jogja : Lir

Tempat ini dikelola oleh kakak beradik Mila dan Mirla. Dengan dual nama, Breakfast Club kalau pagi, dan Lir kalau siang. Dia ada di jl Anggrek I/33 baciro Yogyakarta. Gang yang letaknya dekat dengan Geronimo FM.

Dikonsepkan sebagai tempat nongkrong dan juga untuk baca, tempat ini punya banyaak koleksi buku yang bisa kamu baca di tempat, dan juga sebuah minishop yang menjual barang-barang lucu. Ada juga satu ruang yang sering dipakai sebagai galeri pameran.

Makanannya bersifat ringan, dan pilihan minumannya cukup beragam dan difungsikan untuk menemanimu nongkrong sambil baca atau ngobrol dengan teman disana.

Dulu, menu yang suka kuorder adalah Fried Potato skin dan ratatouille (tidak bisa dipungkiri kenapa aku memesan ini adalah terpengaruh film animasi berjudul sama). Tapi sepertinya keduanya sudah tidak ada di buku menu sekarang, jadi coba saja pilih yang kamu suka dan ingin coba.

Tempat ini memiliki suasana dengan penerangan alami yang sangaaat baik. Segala posisi narsis dan selfiemu dijamin akan langsung jadi fotogenik dan gak perlu diedit!! Sampai sekarang, aku belum menemukan tempat makan yang lebih fotogenik dari tempat ini!




Selamat Makan!

@ajeng_poyeng


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...