intelectual property.

you are welcome to look, read, study, and learn. you are welcome to link/share it. you are welcome to quote or rewrite some of my post, but please don't forget to mention me/link my site.
but you are not allowed and please don't take any of the picture (with or without watermark) from this site without my permission.

Tuesday, January 3, 2017

Kiriman dengan Pos tak tercatat sebaiknya dihindari dulu.

*diantara ribuan buku di gudang Gramedia

Hai hai semuanya,

apakah kamu orang yang suka membaca? Dan yang kamu baca ga harus berbahasa Indonesia? Kalau iya, kamu pasti tahu dong dengan sebuah situs berbasis UK yang menawarkan buku-buku kesukaanmu dengan fasilitas bebas ongkir dan bahkan diskon di buku yang kamu mau itu?

Yup, tak lain tak bukan memang Book Depository!

Oke, ini bukan iklan sama sekali, karena di postingan ini aku mau curhat soal buku yang ga sampai-sampai sejak Oktober 2016, tapi aku ga bisa protes apapun ke situsnya, karena statusnya aku cuma dikirimin dan engga beli sendiri.

Sebelum cerita soal buku yang belum sampai-sampai itu, aku sebenarnya sudah dapat pengalaman tepat sekitar 2 bulan sebelumnya dengan Book Depository yang tiba-tiba lamaa sekali buku yang kupesan sampai. Sebenarnya aku adalah penggemar berat situs ini dan sudah beli disana puluhan kali tanpa ada masalah. Karena pengiriman selalu tepat waktu sesuai estimasi (2-3 hari setelah pembayaran) dan menurutku menunggu 3 minggu itu memang tidak masalah karena bukunya dikirim dari tempat yang jauh. Tapi, pembelian terakhirku ternyata sampai dalam dua bulan!! Aku sampai berpikir bahwa bukuku hilang di jalan dan melapor ke CS Book Depository. Fyuuh, untung saja bukunya akhirnya sampai dengan selamat.

Sebenarnya bukan salah Book Depository juga sih, karena toh mereka selalu mengirim tepat waktu. Dan kemungkinan besar, yang bersalah adalah sistem bea cukai (bener bagian ini kan yang urus?) Pos Indonesia kita yang tercinta, yang entah kenapa bulan-bulan belakangan ini jadi "mengulur" (atau di status terakhir bahkan mungkin "menghilangkan") kiriman buku yang memang statusnya selalu bebas pajak.

*Lihat kumpulan bookmark bonus Book Depository ini.
Ini bukti aku suka beli disana :)
Aku sebenarnya ga masalah jika harus membayar ongkir jika dengan itu aku bisa mendapat nomor resi pengiriman. Tapi sayangnya opsi ini tidak ada di Book Depository. Fasilitas free ongkir yang menjadi andalan situs ini membuat kita mau tak mau harus menerima opsi pengirimannya yang memakai pos tak tercatat.

Nah, sekarang masuk ke cerita inti. Ceritanya pada bulan oktober, untuk pertama kalinya aku janji untuk mereview sebuah buku yang kebetulan berbahasa Inggris, lalu akupun dengan tenang menunggu kiriman buku itu datang. Sebulan sudah lewat, buku masih belum sampai. Aku bertanya deh ke teman yang mengirimi buku itu, ternyata dia mengirim via Book Depository. Duh.. padahal dengan pengamalan terakhir yang aku ceritakan diatas, aku menahan diri untuk tidak membeli dulu ke situs itu.

Okelah, yang sudah terlanjur tak bisa diapa-apakan lagi kan? Maka sejak November 2016, aku setiap minggu selalu datang ke Kantor Pos Indonesia tercinta kita bagian penerimaan kiriman luar negeri untuk menanyakan paket buku atas namaku (ya karena aku tidak punya nomor resi, aku hanya bisa memberikan nama), dan sampai sekarang (2 Januari 2017) selalu dijawab dengan ramah dengan kalimat "belum ada paket atas nama itu".

Aku sudah mutung (nyerah) untuk berharap buku ini akan suatu saat beneran sampai di tanganku. Dan yang paling sedih adalah.. karir review buku yang baru saja ingin coba kumulai sudah pupus duluan sebelum bisa benar-benar dicoba #nangis. Dan aku ga enak banget sama temenku yang udah ngirimin buku.

*hey potterhead, kalung ini bisa kamu dapatkan di [sini] #ngiklandikitAh
Aku sebenarnya tidak tahu untuk barang jenis lain, tapi ada baiknya jika kamu membeli barang dari luar negeri, hindari dulu memakai pengiriman Pos tak tercatat, apalagi kalau barangmu bebas pajak. Membayar sedikit lebih banyak untuk Pos tercatat atau lebih baik lagi memakai EMS akan sangat menghemat waktu menunggumu (dan juga kesehatan mentalmu. Karena menunggu tanpa kepastian itu menyebalkan). Dan ga perlu pakai jasa pengiriman swasta seperti DHL jika masih bisa memakai Pos atau EMS. *Aku sampai sekarang masih secara reguler membeli barang dari luar negeri dan karenanya secara reguler juga berurusan dengan kantor pos, jadi saran ini lebih berdasar pengalaman. Tapi, buku ini sepertinya terpaksa harus kurelakan. #nangislagi

Belakangan, karena aku sepertinya tidak akan tahan tidak membeli buku berbahasa Inggris, aku mencoba mencari alternatif tempat membeli yang pengirimannya memakai nomor resi, dan setelah membanding-bandingkan harga (meskipun juara murah tetap Book Depository) sepertinya Periplus Online menjanjikan untuk dicoba. Bagaimana menurutmu? Apa kamu juga punya pengalaman seperti ini yang ingin kamu bagi?


Salam damai,


ig: @ajeng_poyeng
ajeng-sitoresmi.blogspot.com

2 comments:

Lesley Budiwarman said...

hallo. sorry, mau nanya aja..akhirnya bukunya sampai ga yah?
saya juga lagi nunggu kiriman dari bookdepository sudah 2 bulanan nih blm sampe2.

tenkyuu :)

Ajeng Sitoresmi said...

Hai Lesley, buku yg kedua sih tak pernah sampai karena bukan saya sendiri yang beli.
tapi yang sebelumnya, karena orderan sendiri, kamu bisa email ke bookdepository kok buat lapor kalo belum sampai setelah waktu yg diperkirakan. nanti mereka akan mencoba mencarikan solusinya.. di kasusku, aku dikirimin ulang buku yg kubeli dan sampai.. Selalu menjaga komunikasi dengan baik dan sopan itu selalu berdampak bagus kok. :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...